Teknologi AI Tim Indonesia Juarai Kontes Zoohackathon di Malaysia

Tim Indonesia
Direktur departemen teknologi informasi dan komunikasi UMS Assoc Prof Ag Asri Ag Ibrahim menyerahkan hadiah juara pertama kepada tim pemenang dari Indonesia di acara Zoohackathon pada 3 November 2019. Foto: The Star

Teknologi.id – Teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) pelacak rute penyelundupan satwa langka dilindungi bernama Pangolin buatan tim milenial Indonesia berhasil menjuarai kontes Zoohackathon 2019 yang digelar Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat di Kinabalu, Malaysia.

“Kita keluar sebagai juara di Zoohackton 2019 Kinabalu dengan software berbasis teknologi AI yang bernama Pangolin,” kata Ketua Tim Lintang Sutawika seperti dilaporkan Antara, Kamis (7/11/2019).

Baca juga: Sudah Tahu Belum? Facebook Ganti Logo, Begini Tampilannya

Tim ini dinilai berhasil membuat perangkat lunak berbasis AI yang memiliki kemampuan mengekstrak informasi kunci dari artikel berita.

Hal ini dapat membantu para analis, dengan mengurangi waktu untuk pengumpulan data dari berbagai artikel yang secara konvensional dilakukan dengan mencari dan mengumpulkan sendiri informasi yang didapat tanpa perlu membacanya satu per satu.

“Umumnya dalam satu kasus, analis itu harus mengumpulkan berpuluh-puluh artikel. Itu bisa memakan waktu yang lama, menghabiskan waktu yang cukup besar untuk mengumpulkan data bukan melakukan analisanya,” kata Lintang.

Baca juga: Beredar Bocoran Spesifikasi Samsung Galaxy S10 Lite, Seperti Apa?

Tim milenial Indonesia berhasil membuat prototipe perangkat lunak tersebut dalam waktu 48 jam seperti yang diminta oleh penyelenggara.

Pemenang dari perlombaan yang diikuti 17 tim dengan 85 peserta dengan hadiah utama 2.000 ringgit Malaysia (Rp6,8 juta) tersebut dapat mengikuti kontes final Zoohackton pada Januari 2020 yang akan mempertemukan juara-juara kontes dari 16 kota di seluruh dunia.

Tentang Zoohackathon

Zoohackathon merupakan usaha yang dilakukan Kementerian Luar Negeri AS untuk mempromosikan solusi teknologi. Dan meningkatkan kesadaran untuk melawan perdagangan satwa langka di seluruh dunia.

Tahun ini Zoohackathon diadakan di 16 kota. Diantaranya yaitu Bogota di Kolombia, Boston, Cleveland dan San Diego di Amerika Serikat, Kairo di Mesir, Entebbe di Uganda.

Ada juga di kota Gaborone di Botswana, Jenewa di Swiss, Helsinki di Finlandia, Hong Kong di China, Manila di Filipina, New Delhi dan Kalkuta di India, Kota Kinabalu di Malaysia, Sao Paulo di Brazil dan Wina di Austria.

(dwk)

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending