Kampanye #filterdrop untuk Dukung Wanita Selfie tanpa Filter

Indah Mutia Ayudita . September 07, 2020

Sasha Pallari. Foto: Instagram/Sasha Pallari

Teknologi.id - Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Girlguiding ditemukan bahwa sepertiga wanita tidak akan memposting swafotonya tanpa filter yang bisa mengubah penampilan jadi lebih 'cantik'.

Tiga puluh sembilan persen dari 1.473 responden berusia 11-21 tahun mengatakan mereka kecewa karena tidak terlihat seperti foto yang tersebar secara online di dunia maya.

Survey ini merefleksikan keresahan seorang make-up artist dan model Sasha Pallari yang baru-baru ini meluncurkan hashtag #filterdrop dengan harapan bisa melihat 'kulit sesungguhnya' lebih banyak lagi di Instagram.

"Saya hanya terpikirkan, apakah orang-orang menyadari betapa bahayanya ini?" kata Pallari, mengingat-ingat saat ia menemukan sebuah merk kecantikan global yang merepost konten dari seorang influenser yang menggunakan filter saat mengiklankan produknya.

"Saya tidak ingin anak-anak muda tumbuh dan berpikir mereka tidak cukup cantik karena apa yang mereka lihat di sosial media," tambahnya.

Pallari lalu mengubah feed Instagramnya sebagai wadah berkeluh kesah. Tak disangka, kampanye #filterdrop-nya mendapatkan respon yang luar biasa.

Baca juga: Cara Menonaktifkan Akun Instagram Lewat HP

Pallari lalu meminta pengikutnya untuk meramaikan kampanye #filterdrop ini dengan mengunggah foto diri mereka tanpa filter ke laman Instagram mereka masing-masing untuk menghargai penampilannya.

Salah seorang pengajar sekolah dasar, Katie McGrath telah menjadi pengikut setia Sasha Pallari di Instagram. "Menjelang akhir masa lockdown, saya menerima email dari orang tua tentang kecemasan mereka terhadap perubahan sikap anaknya," kata McGrath.

"Melalui email tersebut, orang tuanya berkisah mengenai permasalahan yang dialami anaknya mengenai penampilan mereka. Saya sangat terkejut karena anak ini masih berusia empat tahun. Saya lalu merasa sedih karena anak sekecil itu sudah mulai menyadari, bahkan insecure terhadap penampilan fisik mereka."

Guru berusia 29 tahun ini mengaku baru mengetahui murid-muridnya telah menonton tutorial make-up di sosial media. "Beberapa murid saya bercerita kalau mereka tidak menyukai wajah mereka tanpa make up dan ingin mengubah warna rambut asli mereka."

"Gerakan #filterdrop ini menyelamatkan saya. Saya bisa membicarakan tentang kepercayaan diri lewat kampanye ini,"

Baca juga: Cara Daftar Gratis Ongkir Shopee dan Syarat Ketentuannya

Beberapa peserta #filterdrop di Instagram. Foto: BBC

Video gerakan #filterdrop yang diunggah Pallari sudah dilihat 50.000 orang dan jumlahnya akan terus bertambah.

Sasha Pallari memiliki 3 harapan yang ingin diwujudkannya melalui kampanye ini. Yang pertama adalah meminta Advertising Standards Authority atau ASA memastikan para influenser sosial media menyatakan dengan jujur apabila mereka menggunakanfilter dalam mempromosikan produk kosmetik, menghapuskan filter yang sangat fitur wajah dan memulai gerakan foto tanpa filter kecantikan yang bisa menujukan kulit asli seseorang.

"Saya tidak bermaksud untuk menghentikan penggunaan filter, hanya saja filter yang mengubah bentuk wajah menjadi lebih cantik sampai terlihat sangat nyata tidak seharusnya digunakan," kata Pallari.

ASA mengonfirmasi hasil kontaknya dengan Pallari dan menginvestigasi penggunaan filter dalam iklan di Instagram yang dimaksud apakah memang membesar-besarkan hasil produk.

Mengenai filter yang ada pada platformnya, Instagram menyebutkan tengah bekerja untuk menurunkan tekanan sosial, termasuk penghilangan jumlah like untuk meninggalkan budaya pembandingan jumlah like dan akan terus memperbarui pengaturan penggunanya sesuai tren yang tengah berlangsung.

"Saya harap kita semua mengerti bagaimana hal sepele seperti hidung yang mancung di foto online bisa menghancurkan kepercayaan diri seseorang di dunia nyata," tutup Pallari.

(im)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar
Berita Terpopuler