Jelang New Normal, Kominfo Pantau Kualitas Layanan Telekomunikasi

dialektika . May 22, 2020

Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate (Dok Kominfo)

Teknologi.id - Jelang penerapan era 'New Normal', layanan telekomunikasi tentunya menjadi salah satu sektor penting yang akan memegang peranan sentral, terutama karena masih adanya kebijakan bekerja dan belajar dari rumah.

Untuk itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan memonitor kualitas layanan telekomunikasi demi membuat masyarakat tetap nyaman untuk bekerja dan belajar dari rumah.

"Dengan melakukan pengukuran QoS, layanan suara dan data internet seluler, terhadap operator seluler guna memastikan layanan prima telekomunikasi," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate, dalam konferensi virtual, Jumat (22/5/2020).

BACA JUGA: Pemerintah Serukan "The New Normal' untuk Hadapi COVID-19, Apa Itu?

Menurut Johnny, sektor industri telekomunikasi dan infrastruktur telekomunikasi menjadi dasar terbentuknya ekosistem di era New Normal.

Pada saat diberlakukan kebijakan belajar dan bekerja dari rumah, menurut Johnny, terjadi peralihan signifikan trafik dari perkantoran, perguruan tinggi dan sekolah ke permukiman dengan kenaikan trafik sekitar 10-15 persen.

Sementara itu, hasil pengukuran terhadap layanan suara (voice) menunjukkan keberhasilan panggilan rata-rata sebesar 94,21 persen.

Sedangkan pada pengukuran layanan data menunjukkan bahwa tingkat kecepatan download rata-rata internet seluler sebesar 15,57 Mbps, kecepatan upload rata-rata 13,34 Mbps dan latency 27,37 mili second.

BACA JUGA: Pulihkan Ekonomi, Ini Dia Skenario 'The New Normal' ala Pemerintah

Pengukuran juga dilakukan terhadap penggunaan streaming pada Youtube dan WhatsApp, di mana diperoleh tingkat keberhasilan rata-rata untuk Youtube sebesar 84,82 persen dan WhatsApp sebesar 90,6 persen.

Pada wilayah yang hasil pengukurannya tidak baik, Kominfo akan berkoordinasi dengan penyelenggara seluler untuk melakukan upaya perbaikan atau meningkatkan kapasitas jaringan telekomunikasi.

Menurut Johnny, COVID-19 berhasil memaksa untuk mengubah kebiasaan-kebiasaan secara drastis, seperti interaksi fisik atau tatap muka di dunia nyata yang berpindah ke dunia virtual dengan memanfaatkan kemajuan teknologi telekomunikasi.

"Kami juga melihat terjadinya percepatan transisi ke ranah digital seperti meningkatkan ecommerce, meningkatnya penggunaan uang elektronik dalam transaksi ekonomi serta penggunaan tanda tangan digital di ranah hukum," ujar Johnny.

BACA JUGA: Facebook Akan Bangun Kabel Internet yang Nyaris "Mengelilingi" Bumi

"Setelah pandemi ini berlalu, kebiasaan-kebiasaan tersebut akan terus terbawa sebagai langkah preventif terhadap penyebaran virus di kehidupan sehari-hari dan kita akan memasuki fase new normal. New normal adalah kebiasaan-kebiasaan baru yang muncul sejak fase Pandemi COVID-19 dan menjadi kenormalan baru pasca pandemi," kata dia.

(sz)

author
0 orang menyukai ini
teknologi id bookmark icon

Berita Menarik Lainnya

Tinggalkan Komentar

0 Komentar