Donald Trump Tuding Perusahaan Internet dan Amazon Sebagai Biang Kerugian Pos AS

Sutrisno Zulikifli . April 08, 2020

internet
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Foto: AFP

Teknologi.id - United State Portal Servis (USPS) atau Perusahaan Pos Amerika Serikat sedang merugi. Yang jadi penyebabnya ialah perusahaan internet, termasuk e-commerce terbesar di negara itu, Amazon.

Anggapan itu yang dilontarkan oleh Presiden AS, Donald Trump dalam sebuah wawancara. Menurutnya, merosotnya keuangan USPS yang semakin hari semakin menurun di tengah pandemi COVID-19, disebabkan karena perusahaan-perusahaan tersebut cuma melimpahkan pekerjaannya.

BACA JUGA: Trump Izinkan Perusahaan AS Kembali Pasok Komponen ke Huawei

Padahal, menurut Trump, justru perusahaan-perusahaan itu yang untung lantaran mengalami kenaikan penjualan saat wabah ini menyerang negeri Paman Sam sejak Februari lalu.

Makanya, anggota parlemen dari Partai Republik, Gerry Connelly, sempat mendesak kepada sang presiden, untuk segera memangkas anggaran US$25 miliar untuk USPS yang digunakan untuk penanganan virus ini. Padahal, kebijakan anggaran untuk USPS itu baru diteken pada 27 Maret lalu.

"Ini hal baru. Saya penyebab (dianggap) kematian USPS. Saya beritahu Anda siapa yang mematikan USPS, apa perusahaan internet ini memberikan barang mereka ke USPS?, kata Trump kepada reporter, dikutip dari CNBC, pada Rabu (8/4/2020).

"Mereka meninggalkan semuanya di kantor pos dan berkata 'Kirimkan barang ini'. Jika saja mereka mau 'menaikkan harga' sebenarnya USPS dapat menghasilkan keuntungan atau mencetak impas tetapi mereka tidak melakukan itu, dan saya mencoba mencari tahu mengapa," imbuhnya.

BACA JUGA: Saingi Google Stadia, Amazon Kembangkan Platform Game Streaming

Pada tahun fiskal yang berakhir 30 September 2019, USPS melaporkan rugi bersih US$8,8 miliar. Pendapatan USPS yang berasal dari pengiriman paket sebenarnya mengalami peningkatan sementara pendapatan dari pengiriman surat terjun bebas.

Sumber pengeluaran terbesar USPS adalah manfaat kesehatan bagi para pekerja. Hingga kini, Komisi Regulasi Pos mengawasi USPS. Perwakilan dari Amazon, RRC dan USPS juga tidak mau menanggapi tudingan Trump.

(sz)

teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar

Berita Menarik Lainnya

Berita Terpopuler