Catatan Tentang Blockchain (Part 3) — Bitcoin

A Bitcoin (virtual currency) coin is seen in an illustration picture taken at La Maison du Bitcoin in Paris, France, June 23, 2017. REUTERS/Benoit Tessier/Illustration.

Artikel ini merupakan repost dari artikel tulisan Andrew Ryan Sinaga. Baca artikel sumber.


Bitcoin is an Internet of Money.

Seperti yang kita tahu dan alami, Internet sudah merubah banyak sekali industri konvensional.

Mulai dari retail, publishing, advertising, musik, akomodasi, transportasi, dan lain sebagainya.

Internet enable so many up and coming startups to take on the incumbent and challenge the Status Quo.

Konsumen mendapat alternatif pilihan yang lebih murah, lebih cepat, dan lebih baik daripada solusi yang sudah ada di industri konvensional.

And Bitcoin is looking to do the same thing with the one of the oldest invention in modern history, Money.

To look deeper into the phrase “Internet of Money” rather than only seeing it as a disruption, kita baiknya melihat apa yang sebenarnya melandasi internet?

Apa yang membuat komputer kita dapat saling terhubung satu sama lain dan terhubung dengan layanan seperti Google, Facebook, Spotify, etc.

Selain all the hardware stuff seperti satelit, router, modem, dan lain-lain, hal paling mendasar yang menyebabkan kita semua dapat saling terhubung, adalah sebuah protokol yang bernama TCP/IP.

TCP/IP adalah singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol, sebuah set of protocol yang menyebabkan dua atau lebih komputer dapat saling terhubung.

Apa itu protokol?

Untuk membuat pembahasannya tidak terlalu teknikal, mari kita lihat definisi protokol di tempat yang lebih familiar, yaitu Pemerintahan 🙂

Dalam pemerintahan, protokol umum nya didefinisikan sebagai sebuah tata cara dalam melaksanakan suatu kegiatan.

Saat menyambut tamu negara ada protokol.

Saat upacara kemerdekaan ada protokol.

Saat pelantikan pejabat negara ada protokol.

Bahkan saat menyambut Presiden di bandara pun ada protokolnya.

Dahulu…

Siapa yang harus berdiri paling dekat ke pesawat, siapa yang ada di paling ujung, pejabat mana yang wajib didampingi pasangannya.

Pejabat mana yang harus mendampingi Presiden berjalan, dan sebagai nya.

Protokol ini yang menyebabkan sebuah prosesi kenegaraan dapat berjalan lancar, meskipun orang yang terlibat di dalam nya berganti-ganti.

Staff Presiden tak perlu berulang-ulang melakukan briefing kepada pihak yang terlibat dalam prosesi tersebut.

Mengapa?

Karena semua pihak terlibat telah memahami dan mentaati protokol yang berlaku.

Hal ini identik dengan definisi protokol yang mendasari Internet.

Semua pihak yang terlibat dalam Internet memahami dan mentaati TCP/IP sebagai protokol yang berlaku.

Apa isi dari TCP/IP? Secara garis besar TCP/IP mengatur tentang Data Packet yang dikirimkan dari satu komputer ke komputer lainnya.

If you want to go study TCP/IP deeply, you can read it here.

Spoiler alert: it’s very technical. 🙂

Dikarenakan protokol tersebut dipatuhi, maka tidak diperlukan satu orang atau perusahaan untuk “memiliki dan mengatur” jalannya Internet.

Let me ask you this set of questions.

Siapa yang dapat menggunakan Internet?

(Semua manusia di muka bumi yang memiliki akses Internet)

Siapa yang mengoperasikan Internet?

(Semua pihak yang membangun bisnis nya di atas Internet)

Siapa CEO Internet?

(hmmm… tidak ada)

This is a decentralized infrastructure.

“Tapi kan di China banyak situs di ban?!

“Tapi kan di Indonesia Reddit di ban?!”

“Tapi kan gw mau akses situs agak jorok disini gabisa?!”

Bedakan CEO dan Regulator.

CEO adalah someone yang taking decision of what the product of the company should do.

Regulator adalah seseorang yang taking decision of what is good and bad for the sake of their citizen.

Span of Control CEO adalah seluruh jalur distribusi produknya.

Span of Control Regulator adalah teritori negaranya.

Jadi, jika Internet memiliki seorang CEO, maka ketika CEO ini memutuskan dia tidak mau lagi ada layanan Youtube di Internet, maka dari Jakarta sampai ke Antartika, seluruh pengguna Internet tidak akan bisa lagi menonton video di Youtube.

Tapi ketika Regulator China memutuskan untuk ban Facebook karena mereka merasa Facebook dapat menjadi media propaganda Amerika Serikat, kita sebagai pemakai Internet di Jakarta, tetap dapat menggunakan Facebook dengan leluasa, dengan asumsi Mr Rudiantara tidak jadi melakukan ini 🙂


Bitcoin is an Internet of Money.

Mereka didasari sebuah protokol tertentu yang mengatur perilaku semua pihak yang terlibat di dalam ekosistemnya.

Protokol nya seperti apa?

Anda bisa membaca essay saya sebelumnya untuk melihat beberapa sifat protokol dari Bitcoin Network.

or….

If you guys really want to understand Bitcoin, you can read the holy Bitcoin whitepaper.

Hanya 9 halaman saja, dan jika anda mempelajari nya baik-baik, anda akan mengerti semua protokol yang mengatur tentang Bitcoin Network.

Jadi karena sudah ada Protokol atau aturan main yang disepakati oleh semua pihak, tidak diperlukan ada nya satu Central Authority di dalam Bitcoin.

Tidak ada yang namanya CEO dari Bitcoin.

Bitcoin is governed by its community.

This is totally different from what current money works, which is a very centralized infrastructure, governed by Central Bank and heavily influenced by what action Government do.

Saat anda mendapat pemerintahan yang baik, maka currency negara anda akan membaik, saat anda mendapat pemerintahan yang kurang baik, most likely, currency negara anda akan melemah.

Many countries, like Venezuela, Brazil, Zimbabwe, North Korea, etc. suffer a heavy currency devaluation because of their government.

Who suffers most? You guess it, the common people.

The hard working, honest living citizen.

People in this country, see Bitcoin as a safe haven to store their wealth.

The volatility in Bitcoin is nothing compare to the instability in their country.


Okay, now we have discuss about the principal, let’s discuss about :

What Exactly Makes Bitcoin Valuable?

1. The Protocol itself

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, Protocol dari Bitcoin somehow makes the financial system that operate on top of the protocol run smoothly.

Bitcoin Network hampir tidak pernah mengalami downtime, dimana transaksi tidak dapat dilakukan.

In fact as long as i remember (and as far as i goggle it) Bitcoin Network NEVER been down.

Clog, atau kemacetan transaksi memang kadang terjadi, which makes the transaction yang harusnya settle dalam 10–15 menit, harus memakan waktu 2–3jam.

Tapi transaksi tetap berhasil dilakukan, dan sampai detik ini belum pernah terjadi kesalahan pencatatan or accounting fraud di dalam Bitcoin Network.

2. The Security

For 9 years, Bitcoin Network never been hacked.

That says a lot.

Why? Because if you are a hacker, this is the Most Compelling Network to be hacked.

Ada $140B floating around the Bitcoin Network, and it is fully digital.

Tidak ada bukti kepemilikan fisik sama sekali untuk setiap Bitcoin yang anda pegang, sehingga jika anda berhasil melakukan hack terhadap Bitcoin, kemungkinan si pemilik aslinya untuk melaporkan kejadian pencurian ini sangat kecil.

Jika pelaporan sulit dilakukan, maka penindakan dari pihak berwajib pun akan sulit dilakukan.

You can hack, steal, and get away really easily.

Ketidakmampuan Hacker menembus Bitcoin Network, membuktikan kalau fungsi encryption dan mining (you can study both of them here) efektif untuk menjaga keamanan dari Bitcoin Network

Dan karena jumlah Miners dari Bitcoin terus bertambah setiap harinya, saat ini estimasi uang yang harus anda miliki jika ingin melakukan hack ke dalam Bitcoin Network adalah : $31B (based on Fundstrat Research)

Seluruh peristiwa Hacking yang terjadi, seperti Mt.Gox dan CoinChecker adalah hacking yang terjadi di dalam Exchange (tempat jual beli Crypto Asset) BUKAN di dalam Bitcoin Network itu sendiri.

3. The Scarcity

Hanya akan ada 21 juta Bitcoin yang akan beredar di muka bumi.

Selamanya.

Sementara jumlah orang yang ingin memiliki Bitcoin bertambah terus setiap harinya.

Ini menyebabkan terjadi nya kelangkaan, saat jumlah Supply can not match the demand of the market.

This characteristic is what makes many people called Bitcoin, the Digital Gold.

Because what makes Gold valuable, is also the scarcity of it.

And for some, it’s actually better than Gold, because the amount of supply is fixed and the cost of storing of Bitcoin is zero, compare to Gold where you have to rent a safety deposit box.

Also it is much more easier to transfer Bitcoin to other people, than it is to transfer Gold.

4. The Ecosystem

Early adopters dari Bitcoin: Orang-orang yang membeli Bitcoin di tahun 2009–2015; mayoritas adalah orang dengan latar belakang Computer Science.

Mereka mampu melihat potensi dari Bitcoin jauh sebelum hal ini menjadi mainstream, karena mereka memahami how awesome this technology is.

Oleh karena mereka membeli di tahap awal, dan Bitcoin Price mengalami kenaikan signifikan selama 2016–2017, maka mereka menikmati financial benefit yang besar dari investasi yang mereka lakukan.

Dan karena mereka ingin agar harga Bitcoin terus naik, hal terbaik yang mereka dapat lakukan, sebagai programmer adalah membantu pengembangan Bitcoin ke depannya.

That’s one of the reasons, why tons of smart-techie people, like Jeremy Rubin, Alex Morcos, Gavin Andresen, and many more, memilih untuk menjadi Bitcoin Core Developers, di saat sebenarnya mereka memiliki banyak pilihan untuk mengerjakan hal lain.

The Incentive System in the Network sejalan dengan Motivation Driver untuk para Early Adopters.


Next question regarding the value will be:

Who’s actually gonna drive the price of Bitcoin?

1. Millenials

I strongly suggest you to watch this insightful presentation by Thomas Lee, Managing Partner at Fundstrat to understand how Millenials gonna drive this Asset Class go up.

Mr. Lee spends 15 years at JP Morgan, as Analyst and Managing Director.

So he knows what he is talking about 🙂

2. Institution Money

For this part, i present to you Mr. Mike Novogratz, former Partner at Goldman Sachs (he spends 11 years there) and then he move to Fortress Investment Group (listed at NYSE : FIG, then get acquired by mighty Softbank for $3.3 B All-Cash Acquisition)

In this super insightful video, you will learn why & how Large Financial Institution will make a move towards Bitcoin.

https://youtu.be/DozrRY2NENU


Baca juga: Terapkan Teknologi Digital, Masjid Ini Terima Zakat dan Sedekah dalam Bentuk Bitcoin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *