Hari Ini Aturan Blokir Ponsel BM via IMEI Bakal Diteken

 aturan imei
Foto: iMore

Teknologi.id – Aturan blokir ponsel black market (ponsel BM) via International Mobile Equipment Identity (IMEI) rencananya akan diteken oleh tiga kementerian yakni, Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian Perdagangan (Kemendag), dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), hari ini, Jumat (18/10/2019).

Penandatangan Peraturan Menteri (Permen) ini akan dilakukan langsung oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di Gedung Kementerian Perindustrian.

Baca juga: Segera Rilis Global, Fitur Katalog WhatsApp Business Turut Hadir di Indonesia

Aturan IMEI sejatinya direncanakan ditandatangani 17 Agustus lalu. Namun, rencana itu batal.

Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika Ismail mengatakan penandatangan peraturan pemblokiran ponsel ilegal via IMEI tersebut harus dilakukan di hari kerja, sedangkan 17 Agustus libur.

Setelah ditandatangani oleh tiga kementrian terkait, aturan ini tidak langsung berlaku. Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengatakan, masih akan ada waktu transisi selama enam bulan sejak aturan resmi ditandatangani.

Baca juga: Lewat Aturan IMEI, Pemilik Ponsel yang Dicuri Bisa Ajukan Blokir

“Mengapa harus ada transisi, karena harus ada sosialisasi kepada masyarakat. Ini kan sistem yang besar. Sistem yang besar nanti harus dilakukan adjustment,” jelas Rudiantara seperti dikutip dari Kompas Tekno, Jumat (18/10/2019).

Menurutnya, masing-masing kementerian juga memerlukan sinkronisasi data dan sistem. Sebab, database IMEI berada di Kemenperin yang terkoneksi dengan sistem yang ada di operator seluler.

(dwk)

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending