AS Hadiahi Rp 70 M Bagi Siapapun yang Temukan Hacker Rusia Ini

Teknologi.id . December 06, 2019


Foto: Pittsburgh Post-Gazette

Teknologi.id - Maksim Yakubets, pemimpin Evil Corps, kelompok hacker asal Rusia, menjadi buronan besar pemerintah Amerika Serikat (AS).

Kelompok tersebut didakwa oleh pemerintah AS dan Inggris sebagai dalang utama dari dua peretasan komputer terburuk dan skema penipuan bank terbesar dalam dekade terakhir ini.

Tak tanggung-tanggung hadiah sebesar US$5 juta atau setara Rp 70 miliar disiapkan oleh AS bagi siapapun yang bisa memberikan informasi terkait hacker tersebut.

Baca juga: e-Drives Siap Dioperasikan, Ujian Praktik SIM dengan Penilaian Komputer

Hadiah tersebut menjadi yang terbesar yang pernah dikeluarkan Departemen Luar Negeri AS dan FBI untuk menangkap seorang buronan.

Peretasan Evil Corps sendiri dimulai pada Mei 2009 dan terus berlangsung hingga saat ini. Beberapa bisnis termasuk dua bank, empat perusahaan perminyakan, perusahaan pemasok bahan bangunan, pabrik senjata api dan sekolah menjadi korban dalam serangan ini.

Selain Maksim Yakubets, AS juga mencari Igor Turashev, seorang hacker yang juga terkait dengan Evil Corps. Keduanya adalah warga negara Rusia, dan para pejabat AS menuduh Maksim Yakubets telah bekerja dengan pemerintah Rusia dalam serangan cyber lainnya.

"Maksim Yakubets diduga telah terlibat dalam kejahatan dunia maya selama satu dekade yang menyebarkan dua malware finansial paling merusak yang pernah digunakan dan mengakibatkan kerugian puluhan juta dolar di seluruh dunia," kata Asisten Jaksa Agung Brian Benczkowski, seperti dikutip dari CNet, Jumat (6/12/2019).

Baca juga: Resmi Dirilis di Indonesia, Mi True Wireless Earbuds Dihargai Rp 249 Ribu

Evil Corp dituduh membuat malware perbankan bernama Dridex, yang juga dikenal sebagai Bugat atau Cridex. Malware ini dirancang untuk secara otomatis mencuri informasi keuangan dan data pribadi di komputer yang terinfeksi, yang secara khusus menargetkan kredensial perbankan online.

Dridex kemudian berevolusi dengan memasukkan ransomware yang mengenkripsi file penting dan membajak komputer korban.

Malware tersebut menginfeksi komputer korban dengan menampilkan tautan email atau halaman perbankan online palsu, menurut surat dakwaan tersebut.

(dwk)

author1
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar