Amazon Kembangkan Alat Uji COVID-19 Setelah Diancam Demo Pegawainya

Sutrisno Zulikifli . April 17, 2020

Ilustrasi pegawai Amazon sedang bekerja  (Dok Amazon)


Teknologi.id - Perusahaan raksasa e-commerce, Amazon sedang mengembangkan alat uji tes COVID-19, setelah diancam demo oleh pegawainya di Amerika Serikat. Para pegawai berencana akan melakukan unjuk rasa pada Jumat (24/4/2020) mendatang.

Banyak pegawai yang cukup resah atas respons perusahaan yang tidak tanggap atas wabah pandemi ini. Misalnya, 50 pusat gudang dan beberapa toko Whole Foods mengonfirmasi adanya kasus positif COVID-19. Mereka meminta agar perusahaan membuka data-data tersebut, serta melakukan penutupan gudang-gudang yang ada Washington, California dan New York.

BACA JUGA: Amazon Tambah Gaya Bicara, Alexa Kini Akan Bicara Lebih Panjang

Bukannya menutup, Amazon malah merekrut ratusan ribu pegawai pada pertengahan Maret lalu. Kini dilaporkan telah ada 200 ribu pegawai baru yang bekerja pada perusahaan ritisan Jeff Bezos tersebut.

Perekrutan pegawai itu dilakukan dengan alasan permintaan kebutuhan pokok di Amazon melonjak akibat pandemi corona. Bahkan konsumen grosir masuk daftar tunggu.

Amazon juga diminta oleh para pegawainya untuk menganulir status pemecatan (PHK) terhadap dua karyawannya yang sempat dinyatakan positif corona. Keduanya sempat berunjuk rasa terkait keadilan iklim dan meminta kebijakan yang mendukung pembatasan jarak fisik antarpegawai.

“Berikan data yang dikonfirmasi (positif) dan yang kemungkinan (terinfeksi),” kata perwakilan pegawai, dilansir CNBC Internasional, Jumat (17/4).

BACA JUGA: Amazon Bangun Laboratorium Khusus untuk Tes Virus Corona bagi Karyawannya

Menanggapi ancaman para pegawainya, CEO Amazon, Jeff Bezos akhirnya mengumpulkan karyawan dari berbagai bidang, dengan mendesak segera membuat alat uji COVID-19 yang akan diuji pada sebagian pegawainya.

"Kami tidak yakin seberapa jauh kami akan mengembangkannya dalam kerangka waktu yang relevan. Tetapi kami pikir ini layak untuk dicoba," ujar Bezos dalam surat yang disebar.

Tak ingin dianggap abaik, Bezos berjanji perusahaannya akan melindungi karyawan dari kemungkinan terpapar virus corona, meskipun ada banyak kritikan.

(sz)

author
0 orang menyukai ini
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar

Berita Menarik Lainnya