5 Kesalahpahaman Tentang Pemrograman dan Programmer

Untuk orang normal, programmer atau pengembang mungkin terlihat misterius. Sama halnya seperti salah satu jenis spesies alien yang kecanduan membungkuk di atas layar komputer. Hollywood telah membuat banyak orang percaya bahwa para pengembang harus mengenakan kacamata berbingkai tebal yang besar, tidak memiliki selera mode dan menghabiskan semua waktu belajar/menulis kode. Poin terakhir adalah benar, dalam banyak kasus. Namun, banyak stereotip harus ditinggalkan. Berikut beberapa anggapan yang salah mengenai pemrograman dan programmer yang sudah cukup populer dikalangan masyarakat:

1. Pemrograman itu susah

Salah! Tidak ada yang sulit ketika kamu bertekad untuk mempelajarinya. Orang biasanya berpikir pemrograman sulit karena rumor yang mereka dengar. Kebenarannya adalah, begitu kamu mulai dari dasar, itu akan menjadi lebih mudah. Awalnya akan banyak istilah, bahasa, dan hal-hal aneh dan membuatmu sakit kepala. Jangan tergesa-gesa. Mulailah dari tingkat pemula dan maju perlahan. 

Bahasa pemrograman disebut demikian karena mereka seperti bahasa asing yang bukan bahasa ibumu, misalnya Prancis. Kamu tidak mulai belajar bahasa Prancis dengan melakukan percakapan yang lancar. Kamu mungkin pertama kali belajar salam, ekspresi dasar, konjugasi, dll. Dengan semakin banyak waktu yang kamu habiskan untuk belajar dan berbicara, maka kamu akan semakin lancar. Hal yang sama berlaku juga untuk bahasa pemrograman. Masing-masing memiliki aturan operasi. Lebih mudah untuk mencoba menguasai satu bahasa atau konsep pemrograman sebelum pindah ke yang berikutnya. Dengan pembelajaran yang cukup, kamu bisa mulai “berbicara” bahasa.

2. Pemrograman hanya untuk orang pintar

Menjadi pintar diperlukan untuk pemrograman komputer, sebagaimana dalam setiap aspek kehidupan lainnya. Tetapi orang-orang mendapatkan konsep kecerdasan yang salah. Kamu tidak perlu memiliki IQ 140+ untuk menulis program. Poin sebelumnya sudah menetapkan bahwa pemrograman TIDAK sulit. Perlu diingat bahwa seseorang tidak perlu menjadi seorang jenius seperti Einstein untuk berhasil sebagai seorang programmer.

3. Semua programmer adalah kutu buku

Harus diakui, ada manfaat menjadi programmer introvert. Tetapi tidak semua orang cocok dengan profil ini. Tidak semua programmer memakai kacamata. Tidak semua programmer menghabiskan hari mereka di dalam ruangan dengan laptop dan secangkir kopi sebagai teman. Tidak semua dari mereka adalah makhluk pemalu yang pendiam. Mereka bisa menjadi ekstrovert yang berpesta seperti yang lain. Tingkat interaksi sosial bervariasi tergantung pada orangnya.

4. Semua programmer adalah laki-laki

Programer perempuan seperti badak putih dari kerajaan binatang. Ya, mereka langka. Tetapi mereka hidup. Di bidang pemrograman komputer yang didominasi laki-laki, perempuan adalah “spesies yang terancam punah”. Kamu akan terkejut mengetahui bahwa programmer pertama yang menulis kode adalah Ada Lovelace, seorang wanita. Namun kini, populasi mereka bertambah dari hari ke hari. Lihatlah sekeliling! Programmer wanita akan melakukan pekerjaannya dengan baik, dan terlihat seksi saat melakukannya.

5. Pemrograman adalah semua tentang menulis kode

Apa kamu berpikir menulis seribu baris kode membuatmu telah menyelesaikan pekerjaanmu? Salah! Selalu ada lebih banyak yang harus dilakukan. Selalu ada ruang untuk perbaikan. Dan menulis kode adalah bagian yang mudah. Debug lebih rumit. Dan ketika kamu telah berhasil menyusun program, bebas dari bug, kamu akan berpikir bahwa kamu sudah selesai. Tetapi kemudian, kamu masih memiliki dokumentasi untuk ditulis! 

Sumber: Technotification.

Baca juga: Beberapa Kebiasaan yang Menghalangimu Menjadi Programmer yang Baik.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *