4 Software Pengedit Foto Terbaik Untuk Desktop Kamu!

Tentunya setiap orang ingin mendapatkan hasil foto yang bagus. Namun apa jadinya jika hasil foto yang di dapat tak sesuai harapan? Pastinya jangan khawatir, sebab kini sudah banyak software dan aplikasi untuk mengedit atau memperbaiki hasil foto agar menjadi lebih baik!

Berikut ini Teknologi.id tampilkan 4 software terbaik untuk mengedit foto dilansir dari situs Mashable.com.

Adobe Lightroom CC

CC Lightroom terbaru mewakili pergantian Adobe dari penyimpanan katalog tradisional ke sistem berbasis cloud yang intuitif. Kamu dapat mengedit fotomu langsung dari perangkat lunak menggunakan preset kreatif atau kamu dapat membuat penyesuaian selektif jika kamu mau. Perangkat lunak ini memiliki penyesuaian untuk cahaya, warna, detail halus, dan optik.

Adobe Photoshop Elements

Fitur AI disini dapat menganalisis foto dan memberi opsi untuk memperbaikinya hanya dengan beberapa klik. Perangkat lunak ini secara otomatis mengurutkan fotomu berdasarkan tanggal, subjek, orang, dan tempat. Dengan melampirkan tag cerdas, foto menjadi mudah ditemukan tanpa harus melakuk an pekerjaan pengorganisasian sendiri. Bahkan ada fitur yang menghemat waktu pengeditan dengan memilih gambar terbaik secara otomatis untuk kamu yang mengedit berdasarkan kualitas gambar, wajah, dan subjek.

Cyberlink Photo Director 8 Ultra

CyberLink menawarkan alat pengeditan foto sehari-hari dan antarmuka yang dibagi menjadi enam modul. Ada modul perpustakaan untuk mengimpor, menandai, dan menyiapkan foto untuk diedit, modul penyesuaian untuk memotong, meluruskan, dan menyesuaikan tonality. Ada modul penghapus untuk noda dan sikat penyesuaian untuk mengisolasi area yang ingin diubah. Jika alat peremajaan dan perataan warna kulit adalah yang kamu inginkan, maka Edit memungkinkanmu melakukan hal itu, bersama dengan fitur pembentukan tubuh yang keren.

DxO Optics Pro 11

Apa yang membuat Optics Pro 11 begitu unik adalah karena software ini secara otomatis menemukan kesalahan pada fotomu berdasarkan jenis kamera dan lensa yang kamu gunakan dan itu membuat penyesuaian, tanpa kamu harus melakukan sesuatu. Antarmuka pengguna tampak mirip dengan Lightroom, dan sebenarnya, ini berfungsi sebagai plug-in yang sangat baik untuk alur kerja Adobe Lightroom karena DxO tidak menawarkan banyak fleksibilitas pengeditan.

Baca juga: UI Design Tips: Hal-hal yang Sebaiknya Dipertimbangkan Saat Mendesain UI.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *