Peneliti Cornell Kembangkan C-Face, Deteksi Wajah Bermasker

Annisa Fadillah . October 14, 2020

Foto : Cheng Zhang

Teknologi.id - Para peneliti di Universitas Cornell, Amerika Serikat, telah mengembangkan sebuah earphone yang dapat melacak ekspresi wajah ketika wajah tersebut ditutupi oleh masker. Perangkat yang dipasang di telinga, bernama C-Face, bekerja dengan mengamati kontur pipi dan kemudian menerjemahkan ekspresi tersebut menjadi emoji atau perintah ucapan.

Dengan menggunakan perangkat C-Face, pengguna dapat mengekspresikan emosi kepada kolaborator online tanpa memegang kamera di depan wajah mereka. Alat ini dikatakan berguna untuk komunikasi jarak jauh, terutama pada saat dunia terlibat dalam pekerjaan atau pembelajaran karena pandemi COVID-19.

Cheng Zhang, seorang asisten profesor Ilmu Informatika dan salah satu penulis senior dari penelitian ini mengatakan bahwa "perangkat ini lebih sederhana, tidak terlalu mencolok dan lebih akurat daripada teknologi lain yang dapat melacak ekspresi wajah."

Baca Juga : Jangan Asal Beli, Ini Standar Masker Kain yang Baik Kata WHO

Karena perangkat ini bekerja dengan mendeteksi gerakan otot, C-Face dapat menangkap ekspresi wajah bahkan saat pengguna mengenakan masker. C-Face juga dapat dimanfaatkan untuk mengarahkan sistem komputer, seperti pemutar musik, hanya dengan menggunakan isyarat wajah saja.

Dengan menggunakan perangkat tersebut, avatar dalam lingkungan realitas virtual (VR) dapat mengekspresikan perasaan pengguna yang sebenarnya, dan instruktur juga dapat memperoleh informasi berharga tentang keterlibatan siswa selama pelajaran online. Adapun cara kerjanya alat ini yaitu; setelah gambar ditangkap, selanjutnya direkonstruksi menggunakan visi komputer dan deep-learning-model.

Kemudian, jaringan saraf konvolusional menggunakan model AI untuk mengklasifikasikan, mendeteksi, dan mengambil gambar, serta merekonstruksi kontur menjadi ekspresi. C-Face dapat menerjemahkan gambar pipi menjadi 42 titik fitur wajah atau landmark, yang mewakili bentuk dan posisi mulut, mata, dan alis karena fitur tersebut paling terpengaruh oleh perubahan ekspresi.

Para peneliti menguji perangkat C-Face pada sembilan peserta dan kesalahan rata-rata landmark yang direkonstruksi berada di bawah 0,8 mm. Mereka juga menemukan bahwa pengenalan emoji lebih dari 88% akurat dan silent-speech hampir 85% akurat.

Baca Juga : Kurangi Limbah, Peneliti Usulkan Masker N95 yang Bisa Diisi Ulang

(af)

teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar

Berita Menarik Lainnya

Berita Terpopuler