Dulunya Situs Kencan Online, Simak Sejarah YouTube Berikut

Muhammad Iqbal Mawardi . February 25, 2021

Foto: Unsplash

Teknologi.id – Siapa yang tidak tahu YouTube? Platform media hiburan ini menyajikan ribuan bahkan jutaan konten video dari seluruh dunia. Bahkan, beberapa tahun kebelakang ini ‘YouTubers’, sebutan untuk seorang konten kreator YouTube menjadi salah satu pekerjaan yang banyak diminati orang-orang.

Memperkenalkan kelas premium teknologi.id untuk kalian yang ingin belajar UI UX Designer, Product Research, Esport Business Class, Digital Marketing, dan Sales & Marketing Professional bersama mentor-mentor berpengalaman dengan materi yang berkualitas serta up to date sesuai yang kalian butuhkan. Segera daftarkan dirimu untuk mendapatkan harga terbaik, jangan sampai ketinggalan!

teknologiid events

Sebagai platform menonton video paling populer di dunia, siapa yang menyangka jika YouTube dulunya tidak direncanakan seperti sekarang ini. YouTube dulunya dirancang sebagai situs kencan online berbasis video. Bagaimana ceritanya?

“Nyalakan, (lalu) jalin hubungan”.

Itu merupakan slogan lama dari YouTube ketika masih direncanakan sebagai situs kencan online berbasis video. Pada saat itu, YouTube masih dalam versi beta.

YouTube pertama kali terdaftar administrasi pada tanggal 14 Februari 2005, bertepatan dengan hari kasih sayang. Ketiga foundernya lah yang mendaftarkan platform yang bermarkas di sebuah ruko di San Mateo yakni Steve Chen Hurley, Chad Hurley, dan Jawed Karim.

Keinginan mereka untuk mendaftarkan YouTube sebagai situs kencan online berbasis video ternyata tidak semulus yang dibayangkan.  YouTube, ketika masih beroperasi sebagai situs kencan online hanya dikunjungi oleh segelintir orang saja. Bahkan, mereka sempat memasang sebuah iklan di Craiglist dengan menawarkan 20 dollar AS bagi siapa saja yang mengunggah video mereka di YouTube kala itu.

Namun menyedihkan, tidak ada satu orang pun yang tertarik, bahkan setelah muncul penawaran iklan tersebut. Hal tersebut akhirnya membuat ketiga founder YouTube ini kebingungan dengan satu pertanyaan besar “Mau dibawa ke mana YouTube ini?”

Foto: Techinasia

Dari sinilah pemikiran mereka mulai terbuka. Mereka pada akhirnya membuka pintu selebar-lebarnya bagi YouTube itu sendiri di mana semua orang boleh mengunggah video apapun tanpa terikat oleh tema tertentu seperti percintaan.

Ini menjadi langkah awal dari nama YouTube yang semakin besar. Salah satu founder YouTube, Jawed Karim menjadi pengunggah video pertama di YouTube. Video pertama tersebut berlatarkan di kebun binatang. Video tersebut semacam vlog di mana Karim menceritakan apa saja yang ia lihat selama berada di kebun binatang.

Saat itu, YouTube didirikan sebagai perusahaan angel-funded, atau didanai oleh individu yang kaya raya. Sebulan sebelum dirilis, tepatnya pada bulan November 2005, perusahaan pemodal (capital venture) Sequoia Capital berinvestasi sebesar 3,5 juta dollar AS.

Baca juga: Mau Download Video YouTube dengan Mudah? Begini Caranya

Setelah beralih strategi, terdapat lebih dari dua juta video yang ditonton di YouTube pada saat itu. Pada bulan Januari 2006, penonton dari YouTube melonjak drastis hingga 25 juta penonton. Melihat perkembangan yang cukup menjanjikan tersebut membuat  Sequoia dan Artist Capital Management menanamkan modal tambahan di YouTube sebesar 8 juta dollar AS.

Eksistensi dari YouTube yang semakin melonjak ternyata beriringan dengan hadirnya masalah baru. Mulai dari masalah fasilitas di mana saat itu YouTube membutuhkan lebih banyak komputer dan juga koneksi internet broadband yang lebih mumpuni. Selain itu, masalah hak cipta juga menghujani YouTube di mana banyak media yang mulai protes karena video yang diunggah adalah hak cipta milik media.

Itu membuat para foundernya berpikir untuk menjual YouTube. Pada akhirnya, Google yang merupakan perusahaan teknologi terbesar di dunia membeli YouTube senilai 1,65 miliar dolar AS pada bulan Oktober 2006.

Ini menjadi tonggak sejarah baru bagi YouTube. Setelah proses akuisisi rampung, YouTube beroperasi secara independen dengan para co-founder dan 68 karyawan di bawah naungan Google.

Operasional YouTube kemudian merambah ke lebih banyak negara di dunia. Pada tahun 2007, CEO YouTube, Eric Schmidt memperkenalkan sistem lokal YouTube di mana tampilan antarmuka akan dapat disesuaikan dengan masing-masing negara operasionalnya.

Kini, YouTube semakin memperbanyak celah untuk mendapat pundi-pundi. Salah satunya lewat produk YouTube Premium yang dirilis tahun 2018 lalu. YouTube juga tidak sekadar platform berbagai video semata. Saat ini YouTube juga menjadi tumpuan bagi para YouTuber untuk menampilkan karya sekaligus menjadi mata pencaharian.

(MIM)


teknologi id bookmark icon
Berita Terpopuler