Twitter Tarik Video Trump Setelah Diprotes Linkin Park

Nimas Disri . July 21, 2020

Foto: CNBC

Teknologi.id - Cuitan Presiden Trump lagi-lagi menuai kontroversi. Kali ini, keberatan disampaikan oleh grup rock alternatif, Linkin Park, terhadap salah satu video yang disiarkan oleh Gedung Putih. Video tersebut menampilkan sampul lagu hit mereka, 'In the End'.

Cuitan video tersebut diunggah oleh direktur media sosial Trump, Dan Scavino, yang kemudian di-retweet oleh Trump.

Baca Juga: 5 Tips untuk Naikin Engagement Twitter Kamu!

Dilansir dari PCMag (20/7), pihak Linkin Park menyatakan protesnya lewat Twitter dengan mengatakan bahwa mereka tidak mendukung Trump dan tidak mengizinkan organisasi itu menggunakan salah satu dari lagu mereka. Melalui Digital Millenium Copyright Act, Twitter mendapat pemberitahuan dan akhirnya menarik video tersebut. Meski konten aslinya tetap ada, Twitter memberi peringatan di cuitan tersebut bahwasannya media itu telah dinonaktifkan sebagai pelanggaran terhadap hak cipta.

"Kami menanggapi keluhan hak cipta valid yang dikirimkan kepada kami oleh pemilik hak cipta, atau perwakilan resmi mereka," tutur perwakilan Twitter melalui email. 

Baca Juga: Cara Jitu Amankan Akun Twitter Agar Tidak Kena Hack

Jung Youth, musisi yang membantu pembuatan sampul lagu tersebut mengecam tindakan "ilegal" yang dilakukan oleh Trump dan menyebutnya sebagai "video propaganda". 

Sebelumnya, Trump juga mendapatkan peringatan dari keluarga Tom Petty setelah menggunakan lagu 'I Won't Back Down' pada sebuah rapat umum di Tulsa, Okla. Keluarga menuturkan, Trump sama sekali tidak diizinkan menggunakan lagu itu untuk kampanye karena terlalu banyak meninggalkan orang Amerika dan akal sehat. Mereka juga menegaskan bahwa mendiang Tom Petty tidak akan suka jika lagunya digunakan untuk kampanye kebencian karena ia lebih suka menyatukan manusia. 

(nd)

author
0 orang menyukai ini
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar

Berita Menarik Lainnya