Rahmat Dwi Putranto, Founder dan CEO LegalGo: Trial, Trial and Trial

Halo Sobat Teknologi!

Pada segment #SosokTeknologi di #KamisInspirasi kali ini, Teknologi.id mewawancarai Rahmat Dwi Putranto selaku Founder dan CEO dari LegalGo. LegalGo adalah startup di bidang legal-tech yang merupakan penyedia layanan hukum secara online bagi kebutuhan bisnis. Pelayanan LegalGo mencakup pendirian PT, pendaftaran merek, hingga pembuatan perjanjian. Semua layanan itu bisa dilakukan dengan mudah, murah, dan online dengan bantuan teknologi.

Yuk! Langsung saja kita simak isi dari wawancara Teknologi.id dengan Rahmat Dwi Putranto, mengenai bagaimana proses Rahmat dalam mendirikan LegalGo,  ide serta motivasi pendirian bisnis, halangan dan rintangan, serta lain sebagainya khususnya bagi kamu para calon entrepreneur atau first time entrepreneur!


Halo, Rahmat! Bisa ceritakan bagaimana awal mula ide mendirikan LegalGo?

Awal mula ide mendirikan LegalGo muncul ketika saya merasakan adanya permasalahan di industri jasa hukum saat saya bekerja di law firm. Di law firm itu saya melihat banyak sekali ketidakefisiensian dan konsumen juga mendapatkan layanan dan harga yang sangat mahal sekali, jadi saya rasa ada kebutuhan yang tidak terpenuhi di masyarakat karena konsumen membutuhkan layanan dengan harga yang terjangkau dengan pelayanan yang lebih kekinian.

Siapa saja foundernya? Dan bagaimana proses para founder memvalidasi ide ke dalam kondisi real di pasar/industri Indonesia?

Foundernya ada 3. Pertama saya sendiri, Rahmat Dwi Putranto, Veronica Situmorang, Elizabeth Juvesta. Saya dan Veronica kebetulan tergabung di HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia), dan melalui Veronica saya mengenal Elizabeth yang kebetulan adalah rekanan dari Veronica. Veronica dan Elizabeth adalah dua lawyer berpengalaman 10-12 tahun di Indonesia.

Untuk validasi bisnis kami sendiri terjawab saat awal-awal kami mendirikan LegalGo. Ternyata memang benar masyarakat membutuhkan pelayanan hukum dengan harga terjangkau dan modern, jadi akhirnya kami membentuk LegalGo menjadi seperti hari ini.

Tim LegalGo.

Apa tujuan di bangunnya LegalGo?

Tujuan adanya LegalGo yaitu satu, kita ingin membentuk ulang industri jasa hukum di Indonesia dengan bantuan teknologi agar hadirnya jasa hukum yang terjangkau, murah, dan bisa dinikmati siapa saja dan juga dapat mencerdaskan masyarakat atas kesadaran hukum.

Bisa ceritakan rintangan dan tantangan yang paling berkesan dalam menjalankan bisnis ini?

Tantangan membangun LegalGo dari awal kita bentuk di tahun 2016 akhir adalah produk yang dapat diterima dan digunakan oleh masyarakat, karena industri jasa hukum itu sangat kolot atau sangat konvensional yang mana banyak sekali masyarakat yang masih menggunakan cara tradisional dalam industri hukum dan mereka menikmati itu, jadi ketika ada hal baru terlebih yang berkaitan dengan teknologi dan juga mengurangi interaksi antar manusia di dalamnya, membuat konsumen tidak terlalu siap untuk menerima perubahan tersebut.

Jadi tantangan terbesar kami adalah bagaimana kami memberikan layanan dan produk yang tepat bagi masyarakat dengan menghadirkan teknologi di dalamnya dan masyarakat mau menggunakan teknologi tersebut. Jadi sebenarnya membentuk produk yang fit dengan customer needs dan di dukung oleh teknologi itulah yang sebenarnya merupakan tantangan paling berat.

Bagaimana cara Anda melewati tantangan tersebut dan terus jalan membangun LegalGo?

Hanya satu, yaitu trial, trial and trial.

Terus mencoba untuk mengetahui respon dari konsumen. Selain kami mencoba, kita juga menganalisis bagaimana feedback dari konsumen, jadi bukan hanya mencoba tapi kami juga memberikan respon terhadap feedback mereka.

Kami percaya bahwa cerita dan pengalaman dari setiap individu adalah inspirasi, maka bisakah bagikan quote atau prinsip yang di pegang oleh Rahmat untuk dapat terus fokus menggapai mimpi atau tujuannya?

Banyak orang yang hanya menginginkan sesuatu, tapi perbuatannya tidak mencerminkan dia ingin mendapatkannya. Saran saya, ayo terus dicoba, lewati seluruh luka dan duka karena di akhir pasti akan ada cahaya.


Sekian sekilas wawancara Teknologi.id dengan Rahmat Dwi Putranto, Founder dan CEO dari LegalGo. Dari wawancara ini kita bisa ambil pelajaran bahwa jika ingin mendirikan bisnis atau startup, tentunya kita tidak boleh lelah untuk terus mencoba, mencoba, dan mencoba. Serta jika menginginkan sesuatu untuk diraih, tentunya kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkannya. Semakin maksimal usaha kita, maka semakin sepadan apa yang akan kita peroleh dengan usaha yang sudah kita lakukan. nks

Baca juga: Fata El Islami, Founder Islamify, Media Dakwah Kreatif yang Menemani Ramadhanmu!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *