Mark Zuckerberg Disebut Sebagai Orang Paling Berbahaya di Dunia, Kenapa?

Fahad Mulyana . August 13, 2019
zuckerberg
Foto: Bloomberg
Teknologi.id - Seorang profesor dari New York University Stern School of Business, Scott Galloway, menyebut Zuckerberg sebagai “orang paling berbahaya di dunia”. Sebab, seperti diketahui sebagai pendiri sekaligus CEO Facebook, Mark Zuckerberg menggenggam kekuatan sangat besar di tangannya, yaitu miliaran pengguna yang terhubung lewat jejaring sosial terbesar dunia.

Baca juga: Mark Zuckerberg Sedang Bangun Mesin Pembaca Pikiran

Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, Galloway menyoroti rencana integrasi Facebook, WhatsApp, dan Instagram. Menurutnya, jika dilihat dari sejarah, salah satu langkah kunci menuju tirani adalah seseorang harus mengonsolidasikan media. Saat integrasi rampung pada akhir tahun ini atau awal 2020, nantinya para pengguna ketiga layanan akan menghuni infrastruktur yang sama. Nah, hal ini membuat kekuasaan Zuckerberg sebagai raja media sosial pun akan semakin besar, mengingat sejumlah besar orang menggunakan trio Facebook, Instagram, dan Messenger. Bahkan, menurut Facebook, ada lebih dari 2,7 miliar orang di seluruh dunia menggunakan setidaknya salah satu layanan yang dimiliki oleh Facebook tiap bulan. Pertanyaannya adalah, Apa yang akan dilakukan oleh Zuckerberg dengan kemampuan menjangkau miliaran orang di seantero Bumi itu? Hal inilah yang dikhawatirkan oleh Galloway, karena apa pun yang dilakukan Zuckerberg bakal membawa implikasi besar.

Baca juga: Perhatian! Mark Zuckerberg Sekarang Punya Podcast

“Bahwa akan ada satu individu menentukan algoritma untuk backbone terenkripsi yang menyambungkan 2,7 miliar orang, adalah sesuatu yang menakutkan, apa pun niatan si individu tersebut,” ujar Galloway seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (13/8/2019).  Menurut Galloway, penggabungan Facebook, Instagram, dan WhatsApp juga bisa berfungsi sebagai pertahanan terselubung, apabila ada kasus anti-trust yang bisa membuat ketiganya kembali dipecah. Wacana memecah Facebook sebelumnya sudah sempat disuarakan oleh salah satu pendirinya sendiri, Chris Hughes. Ide ini kemudian ditolak oleh eksekutif Facebook, termasuk Zuckerberg yang mengembangkan Facebook di kampus Harvard bersama Hughes. Nah, apabila nanti sudah menyatu dengan Instagram dan WhatsApp, lanjut Galloway, upaya pemecahan akan makin sulit. Facebook bisa berdalih bahwa hal tersebut bisa menumbangkan jejaring sosialnya, sekaligus segala manfaat positif yang dibawa.

Baca juga: Zuckerberg: Transfer Uang di WhatsApp Akan Semudah Mengirim Foto

Selain itu, Facebook dinilai juga bakal berlindung di balik tameng “jagoan” AS, untuk bersaing melawan raksasa-raksasa media sosial China, seperti WeChat hingga Tik Tok. Jika saja dipecah, Facebook mungkin saja tidak bisa melawan rival dari China. Galloway berpendapat jika Facebook bisa sebesar sekarang karena kesalahan pemerintah AS. Khususnya otoritas perdagangan Federal Trade Commission yang membolehkan akusisi Instagram dan WhatsApp oleh Facebook. (FM)
author
0 orang menyukai ini

Berita Menarik Lainnya

Tinggalkan Komentar

0 Komentar