Distra Vantari, Founder dan CEO Talkabot.id: Percayalah Pada Visi Sendiri!

Halo para Hackers dan Founders! Di #SelasaMoodBooster kali ini, Teknologi.id akan mengulas kisah salah seorang startup founder di bidang artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yaitu Distra Vantari atau biasa disapa Distra, selaku CEO dan Founder dari Talkabot.id. Talkabot.id adalah sebuah kecerdasan buatan yang mampu melayani ribuan chat secara otomatis.

Talkabot.id dibentuk berangkat dari permasalahan para pemilik bisnis online yang seringkali merasa kerepotan untuk membalas pesan customer yang masuk satu persatu. Pertanyaan yang berdatangan seringkali sangat banyak sehingga membuat pemilik bisnis tak punya waktu istirahat dan kewalahan menghadapi pertanyaan yang sama berulang-ulang.

Dan pada wawancara kali ini, Teknologi.id akan menggali secara langsung, bagaimana tantangan dan sikap yang perlu disiapkan bagi kalian para calon entrepreneur atau first time entrepreneur langsung dari seorang startup founder. Yuk simak hasil wawancaranya!


Halo Distra, bisa ceritakan awal mula ide mendirikan Talkabot.id?

Saya yang saat itu sedang bekerja dengan sebuah startup Singapore yang bernama Valetuncle.com sebagai fullstack software engineer, sering mendengar keluhan teman-teman yang berbisnis sendiri, masalahnya seperti tidak adanya hari libur atau jam kerja untuk mereka karena harus banyak menerima pesanan atau pertanyaan-pertanyaan calon pembeli mereka yang bersifat redundan. Mendengar banyaknya keluhan seperti itu, saya mencoba membuatkan sebuah solusi berbentuk bot sederhana yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan calon pembeli mereka “dengan cara bodoh”, dimana jika pertanyaan yang diajukan berbeda satu huruf bot yang saya buat tidak dapat menjawab. Contoh:

1. Seharusnya: “Saya mau tahu stok barang A Kak,” maka bot akan menjawab “Stoknya ada sebanyak X.”
2. Namun jika pembeli bertanya “Stok barang A berapa ya?” bot tidak dapat mengerti pertanyaan penggunanya tersebut.

Alhasil solusi yang saya buat gagal total, atau bukannya menyelesaikan masalah, malah menambah masalah, karena banyaknya customer teman-teman saya yang malah marah-marah karena botnya “bodoh”. Setelah itu saya mencoba belajar apa itu Neuro-Linguistic Programming atau NLP (sebuah teknik untuk mengerti perkataan manusia sehingga botnya tidak dianggap bodoh lagi) dan machine learning, begitu saya sudah bisa membuat NLP sendiri untuk bot yang saya buat, saya mulai membentuk team satu demi satu sampai saat ini.

Tujuan dan target bisnis dari Talkabot.id itu apa?

Tujuan dari Talkabot.id adalah untuk mempermudah proses bisais dari para “social commerce” (yang menggunakan media sosial dan chat platform untuk bertransaksi) sehingga para teman-teman bisnis tidak lagi kewalahan atau membuang banyak uang hanya untuk menjawab khususnya pertanyaan redundan dari para calon pembelinya tersebut.
Target dari Talkabot.id sendiri saat ini adalah para pebisnis social commerce pada bidang fashion industry yang berdomisili di Bandung dan Jakarta.

Siapa saja foundernya? Dan bagaimana proses para founder dalam memvalidasi ide ke dalam kondisi nyata di pasar/industri?

Saat ini Founder dari talkabot.id hanya ada dua yaitu saya Distra Vantari lulusan Informatika Unpar, Randy lulusan MBA ITB. Saat memulai ide, awalnya hanya saya sendiri. Cara validasinya adalah dengan memberikan demo-demo dan bot gratis bagi para pebisnis yang membutuhkan.

Sekarang perkembangan Talkabot.id sudah di tahap apa?

Talkabot.id saat ini sudah memiliki kantor sendiri (workspace) di Workspace53 jalan Naripan no 53, Bandung milik incubator Cubic. Kami baru saja mendapat pendaan dari Ristek dan sedang dalam tahap kerja sama dengan Qiscus.com, Line Indonesia dan semoga kedepannya dengan Jenius atau Doku untuk sistem pembayarannya.

Dari sisi produk kami sudah sangat siap untuk di rilis ke pasar, kami sudah launching bot kami yang bernama “TALKCOMMERCE.CO” di platform LINE untuk fashion industry. Dan kami sedang gencar-gencarnya membuat brain awareness terhadap talk commerce ini dengan menjadi pembicara di acara Line x Jenius 3 April ini di Lo.ka.si, menjadi pembicara di acara Techtalk Qiscus bulan Maret 2018 dan tanggal 14 April ini menjadi pembicara di Techtalk Jakarta bersamaan dengan salah satu startup NLP terbesar di Indonesia Kata.ai.

Berdasarkan penelitian membangun startup merupakan sebuah proses yg tidak mudah, adakah rintangan yang berkesan dan menjadi pelajaran berharga bagi tim Talkabot.id?

Sangat sulit, terlebih lagi jika kita adalah Technical Founder, yang dasarnya hanya bisa membuat produk, tidak tahu business, finance dan marketing. Rintangan awal yang dihadapi kami adalah tidak mengerti ini produk mau dibawa kemana lagi, brandingnya seperti apa dan apa tahap selanjutnya yang harus dilakukan. Untungnya saat ini kami sudah memiliki beberapa orang yang memang mengerti business, branding, marketing dan selling sampai finance sehingga kami tidak kehilangan arah. Namun setelah itu semua ada, kami juga masih suka kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan sepele seperti koordinasi saat harus bertemu klien di Jakarta, beli tiket kereta dan pekerjaan yang kita anggap sepele lainnya, yang terkadang membuat kami stress karena sering kali dilupakan.

Apakah ada pesan dari Mas Distra selaku founder sebuah startup kepada para mahasiswa yg ingin mendirikan bisnis atau first time entrepreneur agar tetap fokus mencapai tujuannya?

Saran dari saya pertama adalah cari lah ide startup yang benar-benar dibutuhkan masyarakat, jangan bikin Tokopedia 2, Gojek 3, Traveloka 4 atau ide lainnya yang sudah ada solusinya. Kecuali memang kalian melihat ada keunikan yang kalian miliki dan mereka tidak dapat menirunya (which is nearly imposibble kalau kalian tidak memiliki faktor “unfair advantages“).
Kedua, market target kalian harus niche a.k.a jangan terlalu luas. Terakhir, kalian harus percaya dan berhasil membuat team yang juga percaya dengan visi kalian, kalau ini tidak bisa dilakukan bagaimana cara kalian meyakinkan investor atau target market kalian?


Sekian wawancara Teknologi.id dengan Distra dari Talkabot.id, pelajaran yang bisa kita dapat kali ini adalah kita harus peka akan permasalahan yang sedang hangat di lingkungan kita, setelah menemukan masalah, barulah kita memikirkan solusi yang tepat untuk masalah tersebut. Selain itu, percayalah pada visi sendiri dan temukan rekan yang memiliki visi yang sama dan buatlah meraka percaya untuk terus maju bersama meraih tujuan. (nks)

Baca juga: Mari Mengenal STEAM dan Mempelajarinya Lewat Makeblock.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *