Dennish Tjandra, CEO & Founder HelloBeauty: Where There’s a Will, There’s a Way

Halo Tech Expert!

Pada segment #SosokTeknologi di #SelasaMoodbooster kali ini, Teknologi.id mewawancarai Dennish Tjandra atau biasa disapa Dennish selaku CEO & Founder dari HelloBeauty. HelloBeauty adalah startup yang didirikan untuk memecahkan masalah terkait layanan kecantikan. HelloBeauty menjadi marketplace yang menghubungkan antara MUA (Make Up Artist) dengan client. Layanan yang tersedia di HelloBeauty meliputi make up dan hair dowedding make uppre-wedding, lamaran, ulang tahun, pesta, photoshoot, commercial dan bahkan make up untuk sehari-hari.

HelloBeauty dapat membantu para MUA (Make Up Artist) untuk mengatur dan membangun bisnisnya dengan lebih baik dengan menyediakan business tools bagi mereka. Selain itu, HelloBeauty dapat membantu para wanita untuk dapat mencari dan memesan jasa make up sesuai dengan kebutuhan, biaya, waktu dan lokasi dengan lebih mudah.

Yuk! Langsung saja kita simak isi dari wawancara Teknologi.id dengan Dennish Tjandra, mengenai bagaimana proses dalam mendirikan HelloBeauty, ide serta motivasi pendirian bisnis, halangan dan rintangan, serta lain sebagainya khususnya bagi kamu para calon entrepreneur atau first time entrepreneur!

Foto: id.techinasia.com

Halo, Pak Dennish! Bisa ceritakan awal mula ide mendirikan HelloBeauty?

HelloBeauty sendiri ide awalnya muncul dari masalah yang dialami oleh istri saya. Dia waktu itu mau pesan jasa Make Up Artist, dan menemukan kendala untuk mencari mana yang sesuai dengan kebutuhan, budget dan jadwal. Istri saya harus kontak lebih dari 20 Make Up Artist satu-satu untuk cari tahu berapa sih harga layanannya, apakah mereka available di jadwal yang istri saya butuhkan. Sangat buang waktu dan tidak efisien. Lalu saya berpikir, saat ini orang belanja, pesan makanan, beli tiket pesawat, pesan hotel, pesan transportasi, semua sudah online. Tapi kenapa jasa kecantikan yang pasarnya besar ini kok belum ada. Lalu saya coba cari tahu seberapa besar sih kebutuhan orang terkait jasa kecantikan, seberapa besar masalah yang dialami. Saya juga berdiskusi dengan para penyedia jasa kecantikan, dan ternyata di sisi penyedia jasa kecantikan juga memiliki masalah tersendiri, terutama dalam hal mengelola dan mengembangkan layanan atau bisnis jasa kecantikan mereka. Berdasarkan hasil dari market research sederhana tersebut, saya memutuskan untuk membangun HelloBeauty sebagai solusi.

Siapa saja foundernya? Dan bagaimana proses para founder memvalidasi ide ke dalam kondisi nyata di pasar/industri Indonesia?

Foundernya ada 2 orang, saya sendiri Dennish Tjandra dan co-founder saya, Pradana Dyaksa. Kami sudah kerja bareng selama 9 tahun. Untuk memvalidasi ide nya, kami membuat MVP atau prototype pertama di pertengahan tahun 2016 lalu, Kemudian saya melakukan tes pasar dengan menggunakan model on-demand seperti Uber model sebagai MVP kami, customer memesan layanan, lalu kami kirimkan beauty professional nya secara acak sesuai lokasi dan ketersediaan waktu. Waktu itu hasilnya cukup buruk, 100 pengguna pertama kami sebagian besar mengatakan kalau proses ini seperti “beli kucing dalam karung”, karena beauty professional yang kami kirim secara acak. Berdasarkan feedback tersebut, kami melakukan pivot menjadi marketplace model, dimana setiap beauty professional dapat menampilkan foto-foto portfolio hasil, menu, tarif layanan dan hal lainnya di halaman profil masing-masing, sehingga para customer dapat memilih siapa yang mereka suka berdasarkan portfolio, budget atau kriteria lainnya yang mereka butuhkan dengan lebih mudah. Hasilnya hal tersebut diterima dengan baik oleh pasar hingga saat ini.
Foto: Siar.com

Apa tujuan, visi dan misi didirikannya HelloBeauty?

Tujuan dari dibangunnya HelloBeauty ini untuk dapat menjadi solusi bagi para penyedia jasa kecantikan untuk dapat mengelola dan mengembangkan bisnis atau layanan kecantikannya dengan lebih baik, dan juga di sisi lain menjadi solusi dan destinasi utama bagi para wanita di Indonesia untuk dapat mencari dan memesan layanan kecantikan dengan mudah, kapanpun dan dimanapun.

Visi: Membangun ekosistem yang lebih baik bagi industri jasa kecantikan

Misi: 

  • Menjadi support system dan membantu para penyedia jasa kecantikan untuk dapat mengelola dan mengembangkan bisnis dan layanan kecantikan mereka dengan lebih baik.
  • Membangun sebuah komunitas positif bagi penyedia jasa kecantikan terbesar untuk dapat bertumbuh bersama dan saling berkolaborasi.
  • Membantu para wanita untuk dapat mencari dan memesan layanan kecantikan dengan mudah, kapanpun dan dimanapun.
  • Mendukung gerakan “women empowerment

Bisa ceritakan rintangan dan tantangan yang paling berkesan dalam menjalankan HelloBeauty?

Hambatannya itu dalam mencari model bisnis yang tepat. Karena HelloBeauty bisa dikatakan sebagai yang pertama di Indonesia, jadi kami punya tugas besar untuk menjadi yang pertama kali melakukan penetrasi dan mengedukasi pasar. Bahkan di luar sekalipun, hampir semua pemain di industri ini masih mengalami kesulitan dalam menentukan bisnis model yang tepat, terutama terkait menangani bypassing issue. Bahkan tidak sedikit startup di industri ini yang tutup karena gagal menemukan bisnis model yang tepat.

Lalu seiring berjalannya waktu, saya sering berdiskusi langsung dengan user, dig deeper to the market. Saya dapat masukan ini dari salah satu orang yang saya anggap sebagai mentor saya. Selebihnya dibantu dengan data, hasilnya ada di salah satu fitur terbaru HelloBeauty, beauty job bidding. Sejak awal berdiri, ada lebih dari 40% pengguna HelloBeauty yang lebih suka untuk diberikan rekomendasi pilihan beauty artist oleh team kami, ketimbang mencari beauty artist dengan browsing di website kami. Oleh karena itu, Pertengahan tahun lalu, kami coba validasi sederhana hanya dengan menggunakan Google Form sebagai MVP, dan prosesnya masih sangat manual, setelah client mengisi Google Form mengenai kebutuhannya, lalu team kami memprosesnya dengan mencari beauty artist yang sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan oleh client, lalu memberikan beberapa pilihan tersebut kepada client, baru setelah itu mereka pesan dan melakukan pembayaran. Hasilnya cukup baik, meningkatkan booking sebesar 110,87% pada bulan tersebut. Setelah itu terus kami perbaiki, validasi, perbaiki, validasi, terus menerus, hingga sekarang semua prosesnya sudah berjalan otomatis dengan sistem yang lebih baik dan sukses tanpa bantuan manual dari team kami lagi. Kami sangat berterimakasih kepada user yang selalu kritis dalam memberi feedback kepada kami.

Foto: id.techinasia.com

Bagaimana cara Anda melewati tantangan tersebut dan terus jalan membangun startup?

Dari hasil berdiskusi langsung dengan para pengguna kami, terutama para beauty artist, saya semakin merasa industri kecantikan yang terlihat glamour dari luar, ternyata sangat berbeda apabila dilihat dari dalam. Banyak yang benar-benar berjuang untuk hidupnya dan menemukan semangat, jati diri, dan kebahagiaan dari industri kecantikan. Tidak sedikit yang menjadi tulang punggung keluarga, banyak juga yang meninggalkan pekerjaannya untuk membangun karier mereka dari bawah di industri kecantikan ini, tidak jarang saya mendengar langsung kisah-kisah sedih di balik glamour nya beauty industry. Semakin sering berbincang secara personal dengan mereka, tekad saya untuk mewujudkan cita-cita HelloBeauty semakin besar, karena ada beban moral yang besar disana. Ada kebahagiaan ketika melihat banyak di antara member kami yang mulai dari titik nol, hingga sekarang sudah bisa kami bantu untuk membuat beauty workshop/beauty class pertama dalam karirnya, ada juga yang mendapatkan proyek make up pengantin pertamanya, ada yang saat ini tarifnya sudah meningkat sesuai dengan perkembangan mereka. Hal-hal tersebut tentu memberikan semangat extra.

Terakhir, kami percaya bahwa cerita dan pengalaman dari setiap individu adalah inspirasi, maka bisakah bagikan quote atau prinsip yang di pegang oleh Dennish Tjandra untuk dapat terus fokus menggapai mimpi atau tujuannya?

Quote: “Where there’s a will, there’s a way“. (“Dimana ada kemauan, pasti disana ada jalan”)

Prinsip: 3 hal yang saya pegang

  1. Set your end goal
  2. What experiences do you want in life to grow
  3. Giving back (giving contribution to others)

Sekian sekilas wawancara Teknologi.id dengan Dennish Tjandra, CEO & Founder dari HelloBeauty. Dari wawancara ini kita bisa dapatkan pelajaran bahwa ide bisnis dan berinovasi bisa datang dari mana saja termasuk dari keseharian orang-orang di sekitar kita. Seperti Dennish yang melihat istrinya mengalami masalah ketika hendak memesan jasa MUA (Make Up Artist), akhirnya Dennish memutuskan untuk membangun HelloBeauty sebagai solusinya. nst

Baca juga: Zulfikar Rifan, Co-Founder Bobobox: We Only Have Two Options in Life, Either We Learn or We Earn

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *