Andreas Setiadi, Founder dan CEO joJOBa: No Pain, No Gain

Halo Sobat Teknologi!

Pada segment #SosokTeknologi di #SelasaMoodbooster kali ini, Teknologi.id mewawancarai Andreas Setiadi selaku Founder dan CEO dari joJOBa. joJOBa adalah platform pencarian kerja yang berfokus menghubungkan calon pekerja dari kalangan kerah biru dengan perusahaan. Aplikasi joJOBa dilengkapi fitur rank & match yang mampu membuat daftar peringkat pelamar paling memenuhi kualifikasi berdasarkan lowongan pekerjaan yang dipublikasikan perusahaan.

Yuk! Langsung saja kita simak isi dari wawancara Teknologi.id dengan Andreas Setiadi, mengenai bagaimana proses dalam mendirikan joJOBa,  ide serta motivasi pendirian bisnis, halangan dan rintangan, serta lain sebagainya khususnya bagi kamu para calon entrepreneur atau first time entrepreneur!


Halo Pak Andreas, bisa ceritakan awal mula ide mendirikan joJOBa?

Berawal dari latar belakang saya yang diberi kesempatan untuk tinggal di berbagai negara termasuk Jerman, Amerika, Hong Kong, Singapura dan Indonesia, banyak hal yang saya pelajari dan amati. Mulai dari cara pandang, komunikasi, dan nilai dari masyarakat tersebut.

Awalnya saya merasa sistem on demand job matching cukup sukses di negara-negara yang pernah saya tinggali dan saya merasa hal ini bisa dilakukan di Indonesia juga.

Seiring berjalannya waktu, saya melihat ada permasalahan SDM yang lebih besar yaitu kualitas pekerja Indonesia yang tidak memenuhi standar kualitas Industri.  Padahal, saya melihat kesuksesan negara dimulai dari SDM atau masyarakat negara tersebut. Maka itu, saya ingin turut membantu dan mengambil bagian untuk mengembangkan hal ini di Indonesia.

Siapa saja foundernya? Dan bagaimana proses para founder memvalidasi ide ke dalam kondisi nyata di pasar/industri Indonesia?

Saya mulai usaha ini dengan rekan saya yang punya background di pemasaran. Kami berdua  mulai menghadiri beberapa job fair yang ada di sekolah-sekolah. Salah satu job fair tersebut diadakan oleh BKK (Bursa Kerja Khusus) – SMK Karya Bahana Mandiri. Mereka menyatakan bahwa mereka sangat terbantu dengan adanya platform pencocokan tenaga kerja seperti joJOBa dan mereka ingin berkolaborasi. Dari sisi perusahaan kita pun mendatangi satu per satu perusahaan untuk mengerti permasalahan mereka dalam perekrutan tenaga kerja level non eksekutif (menengah ke bawah). Masalah utama yang mereka hadapi paling sering adalah sikap dan kualitas pekerja.

Tim joJOBa bersama siswa-siswa SMK Karya Bahana Mandiri 1.

Apakah tujuan, visi dan misi dari di bangunnya joJOBa?

Visi joJOBa adalah untuk meningkatkan taraf hidup dari kalangan menengah ke bawah. Misinya adalah untuk menyediakan platform pencocokan kerja online untuk membantu perusahaan dan pencari kerja mendapatkan match yang baik. Ini dibantu oleh training menggunakan e-learninganalisa psikometrik, dan algoritma rank & match. Tujuan utama dari hal tersebut adalah untuk menyediakan tenaga kerja yang terpilih, terlatih dan terpercaya.

Yang cukup menarik perhatian kami adalah belum banyak rekrutmen yang berfokus mengenai pengembangan ini terutama di kalangan menengah ke bawah padahal mereka termasuk salah satu cara terbesar dalam pengembangan negara.

Bisa ceritakan rintangan dan tantangan yang paling berkesan dalam menjalankan joJOBa?

Menurut saya rintangan yang paling berat adalah membentuk tim yang bisa dipercaya dan persiapan untuk mengembangkan teknologi dengan kualitas yang baik untuk pelamar dan perusahaan. Selain itu, sikap para pekerja yang masih belum sepenuhnya terbuka untuk teknologi ini terkadang merupakan tantangan yang paling seru.

Bagaimana cara Pak Andreas dan rekan-rekan melewati tantangan tersebut dan terus jalan membangun bisnis joJOBa hingga sekarang?

Kami berusaha untuk mengerti permasalahan yang ada di setiap tantangan yang kami hadapi. Seperti contohnya, hal apa yang bisa kita berikan ke tim internal untuk mengetahui mereka bisa dipercaya atau mampu mengerjakan tugas itu? Apa yang membuat pelamar belum terbuka mengenai teknologi? Kami mencari tahu permasalahan itu dengan dalam agar kami tahu solusi apa yang dapat kami berikan. Semua proses itulah yang membuat saya merasa bersemangat dan terus ingin mencari jalan keluar yang terbaik untuk bisnis ini dan untuk Indonesia.

Selain itu, dengan komunikasi yang baik  membantu saya dan tim khususnya tim IT lebih dapat membuat gambaran teknologi yang nantinya akan sangat berguna bagi SDM Indonesia dan juga industri.

Kami percaya bahwa cerita dan pengalaman dari setiap individu adalah inspirasi, maka bisakah bagikan quote atau prinsip yang di pegang oleh Pak Andreas untuk dapat terus fokus menggapai mimpi atau tujuannya?

Untuk pedoman saya adalah “No Pain No Gain”. Berarti kalau kita tidak bersedia kerja keras dan pantang menyerah maka kita tidak akan memetik hasilnya di kemudian hari. Memang tidak mudah untuk menghadapi rintangan dan tantangan, tetapi jika kita melihat itu memang bagian dari proses, maka kita bisa menghadapinya dengan semangat dan spirit pantang menyerah.


Sekian sekilas wawancara Teknologi.id dengan Andreas Setiadi, Founder dan CEO dari joJOBa. Dari wawancara ini kita bisa memetik pelajaran bahwa kalau kita tidak bersedia kerja keras dan pantang menyerah maka kita tidak akan memetik hasilnya di kemudian hari. Jadi, percayalah pada mimpi dan cita-citamu, fokuslah, dan kerahkan segala kemampuan yang kamu miliki untuk meraihnya. Salam teknologi! nks

Baca jugaRahmat Dwi Putranto, Founder dan CEO LegalGo: Trial, Trial and Trial.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *