Andika Rosyian Rakhman, Mahasiswa Pencipta Game Bertema Kebhinekaan

Teknologi.id – Halo Tech Expert! Pada kesempatan kali ini Teknologi.id kembali dengan segmen #SosokTeknologi di #KamisInspirasi. Kali ini, Teknologi.id berhasil mewawancari Andika Rosyian Rakhman, atau biasa disapa Dika yang merupakan salah satu mahasiswa berprestasi dari Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS), SemarangDika menciptakan game yang dinamakan ‘Bumi Bangsa’.

Game Bumi Bangsa ini mengangkat tema kebhinekaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, bagaimana kita menjadi masyarakat Indonesia yang paham dan sadar akan kemajemukan masyarakat, budaya dan perilaku yang ada di Indonesia. 

Bagaimana andika mendapatkan ide untuk membuat game ini? Berapa lama Ia menciptakannya? Apakah ada tantangan yang sulit? Yuk! Langsung saja simak wawancaranya di bawah ini.

Halo Andika, boleh perkenalkan diri dan kegiatan apa yang sekarang sedang Andika kerjakan?

Saya biasa dipanggil Dika oleh kerabat-kerabat saya, dan saya lahir di Semarang pada 30 September 1995. Dalam studi kuliah, saya mengambil jurusan DKV (Desain Komunikasi Visual) di Udinus (Universitas Dian Nuswantoro) Semarang.

Saya suka bermain game sejak kecil, tapi bukan addicted sekali terhadap game, karena keterikatan terhadap game itu saya sadari kurang baik ketika diterapkan dalam lingkaran saya.

Dari dulu memang suka bermain game desktop seperti Dota 2 hingga game mobile dengan tema kasual. Untuk kesibukan sekarang mungkin hanya fokus pada pekerjaan sebagai UX Designer di salah satu startup di kota Semarang.

Tapi saat ini juga sedang merencanakan untuk kembali produktif dengan side project yang sedang akan direncanakan dan mungkin mengikuti kegiatan sosial lainnya. Dan yang pasti saya sedang ingin melakukan solo travelling dalam waktu dekat ini hehe.

Andika baru-baru ini menciptakan sebuah game bernama Bumi Bangsa dengan tema kebhinekaan atau keberagaman, bisa tolong ceritakan detail tentang game tersebut? Misalnya bagaimana cara bermainnya?

Game Bumi Bangsa ini mengangkat tema kebhinekaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, bagaimana kita menjadi masyarakat Indonesia yang paham dan sadar akan kemajemukan masyarakat, budaya dan perilaku yang ada di Indonesia.

Namun dalam sifat Bhinneka Tunggal Ika ini memiliki banyak sekali nilai-nilai yang dikandung, salah satunya tentu toleransi. Bung Karno pernah berkata bahwa perjuangan lebih mudah melawan penjajah dan perjuangan kita saat ini lebih sulit karena melawan bangsa sendiri, inilah yang sedang terjadi di Indonesia, bagaimana perpecahan antar kelompok-kelompok dalam Indonesia mampu memecaha belah bangsa dari faktor internal.

Menurut data yang saya peroleh dari beberapa lembaga sosial dan survei seperti eLSA (Lembaga Studi Sosial dan Agama) dan Ein Institute, isu yang menyangkut tema kebhinekaan ini yang sedang ‘panas-panasnya’ adalah isu mengenai agama, karena menurut mereka agama adalah isu yang sangat sensitif.

Dari data tersebut yang kemudian memfokuskan isu ini sebagai konsep dasar dalam game Bumi Bangsa. Kenapa agama? Karena ini adalah tema yang general yang dapat siapapun di seluruh Indonesia bahkan di dunia dapat memahaminya ketika diterapkan dalam sebuah permainan digital.

Untuk model permainannya, user akan memilih landmark terlebih dahulu sebelum masuk ke stage permainan utama, landmark ini berupa bangunan tempat ibadah hingga kebudayaan daerah yang ada di Indonesia. Setelah masuk dalam landmark, user harus mencari tiga item untuk mencapai objective yang ada.

Item ini berupa simbol agama yang ada di Indonesia, kemudian setelah item-item tersebut ditemukan akan muncul karakter dari penggambaran agama tersebut, contoh Pendeta, Ustadz, dsb. Kemudian objective dari permainan ini adalah mengibarkan bendera Indonesia sebagai simbol persatuan bangsa Indonesia.

Diakhir permainan akan ada result dan summary berupa quotes perjuangan dari para founding fathers Indonesia ketika mempersatukan bangsa Indonesia melawan penjajah.

Bagaimana proses Andika dalam menciptakan game tersebut? Adakah kesulitan dan tantangan yang Andika hadapi?

Proses untuk menciptakan game sangat-sangat panjang, terutama dalam pencarian tema dan riset, karena data yang digunakan merupakan data yang harus benar valid dan dasar kita membuat sebuah produk game.

Awalnya banyak sekali tema yang didapat, namun setelah melakukan braintorming yang panjang, maka tema kebhinekaan ini adalah tema yang diras pas, karena dalam pembuatan sebuah produk atau dalam pencarian masalah kita harus mencari yang dekat dengan kita dan ‘its happening‘.

Banyak konflik yang terjadi di sekitar kita dan banyak pemberitaan di media tentang konsep kebhinekaan yang mulai goyah, ini yang terjadi namun susah dirasakan.

Dari konsep besar kebhinekaan ini saya menyadari bahwa banyak yang harus disampaikan dalam game karena mengandung begitu banyak nilai, yang tentu ini menjadi kendala bagi game designer, bagaimana kita men-convert data menjadi sebuah pola permainan yang masuk akal.

Maka saya pun memilih untuk mengambil salah satu tema yang lebih kecil namun tetap mewakili dan membawa konsep kebhinekaan dan keberagaman ini dalam sebuah permainan, yaitu representatif agama.

Nah disinilah yang menjadi lebih sulit, karena menyadari sebelumnya bahwa representasi agama ini adalah isu yang sensitif maka bagaimana caranya kita mengangkat tema itu dalam sebuah permainan tanpa menyinggung dan bersikap tidak hormat terhadap satu kelompok dengan yang lainnya.

Proses ini cukup lama, karena merupakan penggalian konsep permainan yang menjadi bentuk dasar dalam penyampaian nilai dari sebuah permainan. Disini saya melakukan banyak brainstorming dengan teman-teman dan target audience dalam sebuah wawancara yang pada akhirnya saya menemukan sebuah konsep yang sesuai dengan kondisi saat ini.

Apa yang mendorong Andika untuk menciptakan game tersebut?

Rasa sayang saya terhadap keberagaman yang dimiliki bangsa ini tentunya, dan rasa simpati kepada para minoritas yang menjadi korban dalam tindakan intoleran dan ketidaksesuaian terhadap nilai kebhinekaan.

Keinginan saya melihat Indonesia menjadi cerdas tanpa melukai orang lain yang tak sependapat atau berbeda paham. Banyak lembaga sosial yang melakukan campaign terhadap isu kebhinekaan ini agar lebih aware dan peduli terhadap kehidupan bersama di tanah air Indonesia.

Namun menurut saya dan beberapa sumber memang diperlukan sebuah media baru sebagai pewarisan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika ini kepada masyarakat Indonesia, khususnya anak muda.

Karena ketika mulai munculnya teknologi-teknologi baru dan perkembangan terkait, maka masalah yang akan dihadapi ini akan menjadi semakin lebar dan besar.

Mudahnya mengakses informasi dalam perkembangan teknologi ini harus diimbangi dengan cara berpikir masyarakatnya untuk lebih kritis dan peduli terhadap informasi tersebut dan pihak terkait.

Karena dengan keberagaman Indonesia ini seperti dua sisi koin, kekayaan budaya dan keberagaman yang menjadi kebanggaan di mata dunia, atau kecemburuan sosial diantara kelompok-kelompok yang ada di Indonesia yang mampu menimbulkan konflik internal.

Apa rencana Andika selanjutnya terkait dengan game Bumi Bangsa?

Tentu saya ingin merilis ini untuk dapat diakses oleh publik khususnya masyarakat Indonesia, namun karena keterbatasan sumber daya mungkin akan lebih lambat dalam pengembangannya.

Beberapa kerabat juga sudah meminta secara personal. Yang tentu belum ada rencana pasti game ini akan disebarluaskan secara massive melalui playstore atau media lain dalam waktu dekat ini.

Selain menciptakan game Bumi Bangsa, apakah Andika pernah mengerjakan proyek-proyek terkait teknologi lainnya?

Ada beberapa game yang pernah dibuat juga, namun hanya sebatas pembelajaran dan konsumsi pribadi. Untuk project lainnya mungkin lebih kepada bentuk medianya saja, misalkan animasi atau campaign lain terkait isu sosial.

Sekian sekilas wawancara Teknologi.id dengan Andika Rosyian Rakhman, mahasiswa berprestasi dari Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS), Semarang, dengan segudang ide inovasi yang ia tujukan untuk berkontribusi bagi negeri agar bangsa Indonesia lebih maju lagi. Semoga segmen #SosokTeknologi di #KamisInspirasi ini bisa menginspirasi teman-teman semua agar lebih memaksimalkan setiap potensi yang dimiliki. Yuk berkarya lewat teknologi! Apa minat teknologimu? (nst)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *