Andi Taufan Garuda Putra, Founder Amartha yang Berdayakan Usaha Mikro Perempuan

Nadhira Adesta Ramadhanti . October 02, 2023

amartha

Foto: Amartha


Teknologi.id - Amartha telah menjajaki dunia fintech Indonesia sejak 2010 silam. Mengutip halaman perkenalan resmi Amartha, saat itu misi mereka sederhana saja: membantu penduduk pedesaan di Ciseeng, Bogor agar memperoleh permodalan terjangkau untuk mensejahterakan keluarga mereka. Berangkat dari sana, Amartha kini berkembang menjadi sebuah perusahaan teknologi yang membangun ekosistem keuangan mikro bagi kesejahteraan para pengusaha ekonomi akar rumput atau UMKM. Layanan mereka mencakup permodalan, investasi, hingga layanan pembayaran. Amartha senantiasa berfokus dalam memberdayakan lebih banyak UMKM yang dibina perempuan dan menciptakan lapangan kerja.


Di balik jasa Amartha yang tak ternilai tersebut adalah pendirinya, Andi Taufan Garuda Putra. Bagi sosok yang akrab disapa Taufan ini, modal yang relatif kecil justru mampu membawa perubahan lebih besar bagi pelaku usaha mikro di daerah pedesaan.


Taufan lahir di Jakarta pada 24 Januari 1987. Selama masa pendidikan dasarnya, ia kerap kali berpindah-pindah antar kota dan pulau. SD di Jakarta, SMP di Makassar, dan SMA di Bandung. Sebelum mulai meniti dunia karir, ia menyabet gelar sarjana dari Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung.


Karir Taufan diawali di IBM Global Business Service sebagai konsultan bisnis selama dua tahun. Dari sanalah Taufan mulai tergerak untuk melakukan sesuatu yang lebih berdampak bagi rakyat kecil. Berangkat dari sana, lahirlah Amartha pada tahun 2010.


Baca Juga: Amartha dan OJK Ajak Warga Batam Mengenal Fintech


Taufan memulai programnya dengan memberi layanan pada perempuan di Desa Ciseeng, Kabupaten Bogor. Para perempuan tersebut diarahkan untuk membentuk kelompok dan saling mendukung usaha satu sama lain. Taufan pun juga memberikan pinjaman modal kepada warga. Usut punya usut, alasan mengapa masyarakat desa tersebut kesulitan mendapat pinjaman usaha adalah karena tidak memenuhi syarat lembaga-lembaga peminjaman uang konvensional. Lokasi mereka juga terhitung sulit dijangkau.


Foto: Amartha


Sistem pembiayaan kelompok ini Taufan mulai dengan memberikan pinjaman pada sekitar 20 orang. Melalui sistem ini, monitoring jadi lebih mudah dilakukan dan risiko kegagalan dalam pembayaran pun bisa diminimalisir. Tak diduga, jumlah peminjam pun terus bertumbuh dan mencapai 200 orang. Lekas saja, Taufan dianugerahi penghargaan Ashoka Young Change Makers Awards pada tahun 2010. 


Taufan sempat melanjutkan studi di Harvard Kennedy School pada tahun 2016 dan memperoleh gelar Master of Public Administration. Setelahnya, ia pun mengubah dan Amartha dari lembaga keuangan mikro konvensional menjadi peer-to-peer lending. Perkembangan ini memanfaatkan teknologi untuk menghubungkan investor dengan lebih banyak lagi usaha mikro perempuan di pedesaan. Hal ini bersamaan dengan mulai populernya perusahaan fintech P2P lending di Indonesia sejak 2015. Amartha pun turut bergabung dalam jejeran perusahaan fintech yang diperhitungkan.


Foto: Amartha


Dengan sepak terjangnya, Amartha mulai dilirik berbagai investor yang memberi suntikan dana. Pada 2017 misalnya, suntikan dana datang dari Mandiri Capital Indonesia (MCI).


Pada 2018, Amartha mulai menyabet berbagai penghargaan. Salah satunya Master Digital Inclusion Awards 2018, UN Capital Development Fund (UNCDF), juga 30 Promising Growth-stage Startups 2018 dari Forbes Indonesia dan iXc. Di akhir tahun tersebut, dana yang berhasil Amartha distribusikan mencapai hingga lebih dari Rp 700 miliar.


Amartha mulai merambah hingga keluar Pulau Jawa. Pada 2019, jangkauan mereka mencapai Sulawesi Selatan. Mereka pun kembali memperoleh penghargaan, kali ini dari SDG Geneva Summit 2019.


Taufan berimpian untuk melihat perekonomian Indonesia yang semakin sejahtera dan merata. Ia sempat ditunjuk sebagai staf khusus kepresidenan pada November 2019, tapi kemudian mengundurkan diri tak sampai setahun setelahnya. Hingga saat ini, Taufan masih menjabat sebagai CEO Amartha.


Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News

(nar)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar