Waduh! Google Maps Ungkap Fasilitas Militer Milik Rusia

Maudita . April 21, 2022


Fasilitas Militer Rusia

Foto: The Moscow Times


Teknologi.id - Fasilitas militer Rusia yang sebelumnya tidak tertampil di Google Maps, kini bisa diakses dengan jelas melalui layanan peta tersebut.


Diketahui, terlihatnya penampakan fasilitas militer Rusia ini merupakan dampak dari pembatasan layanan Google sebagai tindakan atas invasi ke Ukraina.


Menurut sebuah akun Twitter @ArmedForcesUkr, terdapat beberapa wilayah rahasia dan fasilitas militer Rusia yang bisa diakses pengguna dengan mudah di Google Maps.


Akun tersebut juga menambahkan keterangan bahwa layanan Google Maps telah berhenti menyembunyikan fasilitas militer Rusia, sehingga keberadaan instalasi rahasia, seperti ICBM, pos komando, dan lainnya dapat diketahui.


Sebagai informasi, sebelumnya ketika Google belum membatasi layanannya di Rusia, seluruh gambar-gambar tersebut telah diburamkan.


Namun, sekarang gambar-gambar fasilitas militer Rusia itu dapat dilihat dengan jelas, bahkan bisa di-zoom untuk melihat lebih detail.


Gambar yang tertampil dengan jelas merupakan bagian dari fasilitas militer Rusia yang sifatnya rahasia, termasuk kapal induk Admiral Kuznetsov, gudang senjata nuklir dekat Murmansk, pangkalan udara militer di barat kota Kursk, dan kapal selam di Far East Peninsula.

Google bantah ungkap gambar fasilitas militer Rusia

Menanggapi kabar tentang fasilitas militer Rusia yang tertampil di salah satu layanannya, Google menyatakan bahwa pihaknya belum membuat perubahan apa pun, terkait kebijakannya menyensor citra satelit wilayah Rusia.


Juru bicara Google, Genevieve Park, menjelaskan bahwa hal ini bukan hal baru lagi. Ia juga mengklaim tampilan Google Maps memang sudah seperti itu sejak lama, bahkan sebelum Rusia melakukan invasi ke Ukraina.


“Kami belum menerapkan sejumlah perubahan pada citra satelit kami di Maps untuk sejumlah wilayah Rusia,” kata Genevieve, dikutip dari TheVerge, Rabu (20/4/2022).


Pernyataan Google ini tentu berlawanan dengan klaim yang beredar di Twitter akun @ArmedForcesUkr. Cuitannya pun setelah dipantau telah terhapus tanpa ada kejelasan.


Baca juga: Masalah Keamanan, Google Maps Matikan Beberapa Fitur di Ukraina

Mengapa Google memburamkan wilayah tertentu di Maps?

Google dikabarkan mempunyai kebijakan tentang sensor sejumlah wilayah dengan kategori rahasia dan sensitif.


Hal itulah yang membuat beberapa pangkalan militer atau fasilitas militer Rusia lainnya diburamkan oleh Google Maps.


Contohnya saja markas besar angkatan militer udara Aerienne 705 Tours di Perancis. Di sisi lain, ada pula area rahasia yang Maps pilih tidak diburamkan, sehingga publik bisa mengaksesnya.


Untuk contoh kasus tersebut ada markas angkatan militer udara AS Nellis Air Force Base dan wilayah terlarang yang terletak di gurun Nevada, Area 51.


Walapun demikian, Google termasuk salah satu perusahaan yang bertindak tegas atas invasi Rusia terhadap Ukraina.


Google sempat beberapa kali berselisih paham dengan pejabar Rusia terkait sanksi layanan yang diberikan pada negara tersebut.

Bukan fasilitas militer Rusia, tapi Google blokir akun YouTube parlemen

Beberapa waktu lalu, akun YouTube parlemen Rusia telah diblokir oleh pihak Google, karena dinilai telah melanggar persyaratan layanan.


Akun YouTube parlemen Rusia tersebut bernama Duma TV yang diketahui dibuat khusus untuk negara tersebut.


Google sebagai perusahaan yang menaungi YouTube menjelaskan pemblokiran ini terjadi berdasarkan pelanggaran persyaratan layanan.


“Jika kamu menemukan bahwa sebuah akun melanggar persyaratan layanan kami, (tentu) kami akan mengambil tindakan sesuai,” jelas juru bicara Google.


“Tim kamu memantau situasi dengan cermat untuk tiap pembaruan dan perubahan,” sambung juru bicara.


Mengetahui akun YouTube parlemennya diblokir, Rusia menunjukkan kemarahan dengan menyebutkan bahwa YouTube telah “menandatangani surat perintahnya sendiri”.


Tak ketinggalan, Roskomnadzor pun turut memberikan kecaman pada YouTube supaya bisa mengembalikan akun Duma TV secepatnya.


“Perusahaan teknologi informasi Amerika mengambil posisi anti-Rusia secara jelas dalam hal perang informasi yang dilakukan oleh Barat melawan negara kita (Rusia),” tegas Roskomnadzor.


Sampai saat ini, masih belum ada informasi terbaru apakah akun YouTube milik parlemen Rusia sudah dikembalikan atau belum.


Sebelum kejadian pemblokiran terjadi, YouTube sudah melakukan pemblokiran pada kanal media yang didanai oleh pemerintah Rusia, yakni Sputnik dan RT (Russia Today) di wilayan Eropa.


Alhasil, warga atau pengguna Eropa tidak bisa mengakses video-videi dari kanal video RT maupun Sputnik.


YouTube pun makin mengencangkan sabuknya dengan mengahpus konten tentang invasi Rusia terhadap Ukraina yang berisi penyangkalan atas terjadinya kekerasan.


“Pedoman komunitas kami melarang konten menyangkal, meminimalisasi, atau meremehkan kejadian kekerasan yang terdokumentasi dengan baik. Kami menghapus konten mengenai invasi Rusia terhadap Ukraina karena telah melanggar kebijakan ini,” tulis YouTube melalu akun Twitter, @YouTubeInsider.



(mdt)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar