Tawon dari Ekuador Ini Mampu Ubah Laba-laba Jadi Zombie!

Teknologi.id – Zatypota, jenis tawon yang baru ditemukan di Ekuador, mempunyai kemampuan mengejutkan yaitu mampu mengubah laba-laba menjadi zombi!

Hal ini diketahui setelah para peneliti dari University of British Columbia mengobservasi perilaku dari Anelosimus eximus. Itu adalah spesies laba-laba yang hidup secara berkelompok dan biasa membuat jaring bersama keluarganya.

Ia disebut sebagai laba-laba sosial karena kebiasaannya itu. Selain itu, hewan ini juga kerap bekerja sama dengan sejenisnya dalam berburu makanan hingga mengasuh anak.

Nah, kehidupan normal yang dijalaninya itu seketika berbalik 180 derajat ketika tawon Zatypota melatakkan telurnya di perut laba-laba tersebut. Dari sini mimpi buruk datang.

Begitu telur tersebut menetas, larva yang baru lahir akan menempel di tubuh laba-laba. Untuk bertahan hidup, ia akan mengisap haemolymph, cairan mirip darah yang biasa ditemukan di hewan invertebrata, dari dalam laba-laba yang ditempelinya.

Sejak saat itu lah perilaku laba-laba sosial tersebut berubah. Ia seakan menjadi zombie yang dikendalikan oleh larva tersebut, dan menjauh dari kelompoknya, diikuti dengan membuat jaring berbentuk kepompong untuk dirinya sendiri.

Sedangkan si larva akan terus memenuhi kebutuhan perutnya dari laba-laba itu sampai hewan yang ditempelinya tersebut mati, dengan kondisi jaring berbentuk kepompong yang tadi dibuat sudah cukup aman. Lalu, ia akan membuat kepompong sendiri sebelum akhirnya menjadi tawon yang sempurna dalam waktu 9-11 hari.

Tawon Zatypota yang bisa mengubah laba-laba menjadi seperti zombie. Kredit: University of British Columbia

Berdasarkan keterangan dari situs resmi University of British Columbia, ini bukan menjadi hal baru. Sejumlah tawon juga diketahui bisa melakukan hal serupa kepada spesies laba-laba lain, seperti orb weaver yang hidup secara soliter. Selain itu, ada juga tawon yang melakukan hal sejenis ke kecoa.

Masih belum diketahui secara pasti bagaimana tawon tersebut melakukan hal mengerikan ini. Walau begitu, para peneliti percaya bahwa hal ini bisa terjadi karena larva menginjeksi hormon ke laba-laba yang ditempelinya.

(DWK)

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *