Roket Electron Saingi SpaceX Luncurkan Satelit ke Orbit

Teknologi.id – Rocket Lab, startup pembuat roket asal Selandia Baru, berhasil meluncurkan enam satelit kecil ke orbit menggunakan roket Electron.

Peluncuran dilakukan dari lokasi peluncuran milik Rocket Lab di Selandia Baru pada hari Minggu (11/11).

Peluncuran ini awalnya dijadwalkan untuk dilakukan pada bulan April dengan membawa empat satelit. Tetapi, peluncuran tersebut harus berkali-kali ditunda karena isu di pengendali motor di salah satu mesinnya serta beberapa isu lainnya.

Dalam misi yang disebut ‘It’s Business Time’ ini, Electron membawa enam satelit kecil dan cubesat menuju orbit hingga ketinggian 500 kilometer. Selain itu ada juga prototipe ‘drag sail’ yang dibangun oleh HPS GmbH untuk mendemonstrasikan teknologi baru untuk membersihkan sampah luar angkasa di orbit.

Dengan membangun roket kecil seharga USD 5,7 juta (Rp 84 miliar) yang ditujukan untuk mengangkut muatan kecil, Rocket Lab sendiri diperkirakan menjadi salah satu pesaing SpaceX. Sama seperti SpaceX, mereka menawarkan peluncuran satelit dengan biaya yang lebih hemat.

Namun, jika SpaceX menggunakan roket Falcon 9 yang dapat digunakan berkali-kali untuk menghemat biaya, Rocket Lab menghemat biaya dengan mesin yang dicetak secara 3D, bahan komposit yang ringan, dan pompa bahan bakar bertenaga baterai yang unik.

Perusahaan yang juga berbasis di California, Amerika Serikat ini telah memiliki jadwal peluncuran yang padat dalam 18 bulan ke depan. Dua pabriknya yang berada di Auckland, Selandia Baru dan California ditargetkan dapat membangun satu roket dalam satu minggu.

Roket Electron. Credit : Rocket Lab

CEO dan pendiri Rocket Lab, Peter Beck juga menargetkan perusahaannya untuk meluncurkan satu roket setiap minggu pada tahun 2020. Namun untuk saat ini, Rocket Lab akan fokus kepada peluncuran 10 cubesat untuk NASA pada bulan Desember 2018.

(DWK)

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *