Mengapa Kita Harus Bergerak Cepat Ketika Melewati Rel Kereta Api?

Rel Kereta Api

Teknologi.id – Banyak yang berpikir kalau kita melewatinya perlahan-lahan mungkin akan selamat, namun tidak dengan Rel Kereta Api. Ketika kereta api akan datang, biasanya petugas akan langsung menutup palang perlintasannya. Di balik datangnya kereta api, ada sains yang menyebabkan semua kendaraan mati total ketika akan melewati perlintasan yang akan dilewati kereta api. Banyak korban jiwa dan kerusakan terjadi akibat mereka tidak menyadari sains di balik ini.

Kenapa kita harus bergerak cepat ketika akan melewati rel kereta api?

Rel Kereta Api memiliki gelombang EMP

Percaya atau tidak, ketika mesin mobil mati di atas rel kereta api itu menandakan kalau kereta api akan datang. Satu-satunya pilihan untuk bertahan hidup adalah keluar dari mobil dan tinggalkan kendaraan anda pada nasibnya ketika waktunya sangat sempit. Jika masih ada waktu, dorong secepatnya untuk keluar sebelum menyalakan mesinnya lagi.

Getaran antara lokomotif dan rel kereta api akan menghasilkan gelombang elektromangentik atau yang disebut sebagai EMP.  Meskipun tidak terlihat kasat mata, begitu kendaraan kita melewatinya, otomatis akan mati. Karena gelombang EMP yang kuat, kita tidak bisa menyalakan mobil lagi hingga bisa dievakuasi keluar rel.

Gelombang EMP itu sendiri diperoleh dari operasional dinamo dalam lokomotif kereta api. Dinamo ini akan menghasilkan gelombang EMP yang dihantarkan melalui rel kereta, hasilnya semua kendaraan yang melintas akan terdampak dan mati kendaraannya.

Untuk antisipasinya, petugas palang langsung menutup palang kereta api setidaknya satu hingga dua kilometer sebelum melintas. Hal ini untuk meminimalisir kecelakaan akibat dampak EMP pada rel kereta api.

Antisipasi Untuk Menghindari Korban Jiwa

Kecelakaan seperti ini selalu terjadi. Bahkan ada beberapa cerpen (cerita pendek) yang menceritakan tentang akibat dari mesin mati di perlintasan rel kereta api. Sekalipun kita berada di tempat yang tidak ada palang perlintasan, begitu mobil mati, tandanya kita harus evakuasi atau segera gerakkan mobil untuk keluar dari rel yang akan dilintasi oleh kereta api.

Mengevakuasi mobil juga tidak mudah. Segera pasang mobil dalam posisi netral dan rem tangan turun, sehingga kita bisa langsung bergotong royong mendorong mobil keluar rel sebelum kereta api datang. Mengingat waktunya sangat sedikit, segeralah bergerak.

Salah satu antisipasi lain adalah bergerak dengan cepat. Mati mesin mendadak bukan berarti mobil kamu langsung berhenti begitu saja. Jika kamu memasukkan gigi ke netral ketika mesin mati, otomatis dampaknya bisa diminimalisir. Beda halnya jika kamu memasukkan gigi dua atau lebih, otomatis mobil akan berhenti mendadak dengan cepat.

Jadi, berhati-hatilah kalau melewati rel kereta api.

AMS

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *