Limbah Plastik Sebagai Pengganti Pasir di Dalam Beton ?

Teknologi.id – Penelitian di University of Bath, India, menunjukkan limbah plastik menjadi alternatif pengganti parsial untuk pasir di dalam beton. Membuahkan satu solusi yang mungkin untuk pembangunan berkelanjutan di masa depan di samping mengatasi kekurangan pasir.

Penelitian yang didukung rekan-rekan dari Goa Engineering College, India, mengganti 10 persen dari pasir di beton dengan sampah plastik. Itu jelas dapat membantu untuk mengurangi sejumlah besar sampah plastik di jalan-jalan dan alternatif untuk masalah kekurangan pasir, khususnya di India dan di seluruh dunia pada umumnya.

Penelitian ini menunjukkan bagaimana tim menyelidiki berbagai jenis plastik untuk melihat apakah mereka dapat dihancurkan dan digunakan sebagai pengganti pasir. Pasir biasanya menyumbang 30 persen dari campuran beton.

Proyek yang dipimpin Universitas Bath menunjukkan bahwa mengganti pasir dengan partikel plastik limbah berukuran dan berbentuk sama dari botol plastik, menghasilkan beton yang hampir sekuat beton campuran konvensional. Dengan mengganti 10 persen pasir dalam beton, dihitung dari pendekatan ini dapat menghemat 820 juta ton pasir per tahun, dan membantu mengurangi tingkat sampah plastik.

Ekstraksi pasir berlebihan

Sebagai salah satu ekonomi yang tumbuh paling cepat di dunia, sektor konstruksi yang booming dan populasi perkotaan yang tumbuh pesat, biaya dan permintaan untuk pasir di India meroket dengan 280 megaton semen yang diproduksi di sana pada tahun 2014 saja.

Hal ini menyebabkan ekstraksi pasir yang berlebihan dari dasar sungai. Kini penambangan tersebut dilarang di banyak negara bagian India. Juga, tingkat ekstraksi pasir yang tinggi dapat menyebabkan masalah lain seperti erosi pantai dan industri perikanan yang tidak stabil.

Perkembangan pesat itu juga berarti sampah plastik telah menjadi masalah yang signifikan karena kurangnya fasilitas daur ulang yang sesuai. Penelitian sebelumnya telah menyelidiki potensi penggantian sebagian pasir pada beton dengan ban mobil yang dihancurkan dan bahan serupa lainnya. Ini menyebabkan Dr. Orr dan timnya menyelidiki kemungkinan menggunakan sampah plastik sebagai alternatif pengganti pasir.

Penelitian ini, telah dipilih oleh komite ilmiah internasional untuk menerima Penghargaan Atlas sebagai pengakuan atas dampak kemasyarakatan yang potensial di seluruh dunia, yang secara signifikan dapat mengatasi limbah dan masalah kekurangan pasir serta menawarkan solusi untuk pembangunan berkelanjutan di masa depan.

Penelitian University of Bath mengganti sebagian pasir di beton dengan plastik, membantu mengurangi sampah plastik dan krisis pasir. Kredit: University of Bath

(DWK)

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *