Keren, UIN Malang Kembangkan Kabut Penyemprot dan Bilik Anti Virus Corona

dialektika . March 25, 2020

Anti Virus Corona

Rektor UIN Malang Prof Abdul Harris (kiri) setelah mencoba bilik KAFI. Foto: Tugumalang.id


Teknologi.id - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali mengembangkan alat baru untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). 

Setelah sebelumnya telah melakukan penyemprotan disinfektan dan memproduksi massal hand sanitizer, pihak kampus kini juga mengembangkan produksi bilik KAFI (Kabut Anti Virus), produksi obat dan coklat antioksidan berbahan kelor, serta kabut penyemprot mobil.

Seluruh hasil produksi kampus diperuntukkan untuk civitas akademika serta masyarakat yang berada tak jauh dari lokasi kampus, termasuk masjid dan pesantren.

Baca juga: Unik, Telkomsel dan Smartfren Ubah Nama Sinyal di Ponsel untuk Cegah Penyebaran Corona

Rektor UIN Malang, Prof Abdul Harris, mengatakan, upaya yang dilakukan ini sebagai ikhtiar dan bentuk kontribusi nyata kampus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah situasi krisis.

Prof Abdul Harris menekankan, bahwa inilah saatnya kampus membuktikan diri sebagai service university yang memberikan layanan baik secara langsung maupun tidak langsung, termasuk layanan online untuk konsultasi psikologi, hukum, agama dan juga hotline layanan pencegahan COVID 19.

Bentuk bilik KAFI. Foto: Tugumalang.id


Nantinya, produksi peralatan pencegahan tersebut dilakukan secara bertahap. Prof Abdul Harris mengutarakan, tahap pertama produksi hand sanitizer, yang telah dibagikan ke warga kampus dan masyarakat. Tahap kedua, produksi bilik kabut (KAFI) yang sampai saat ini masih berlangsung.

"Bilik KAFI ini sangat hemat dan merata, karena bentuknya bukan sprai tetapi uap atau kabut yang partikel-partikelnya sangat kecil. Saat ini masih dikembangkan bilik yang lebih simpel atau sederhana yang bahannya lebih ringan dan mudah dipindah," paparnya.

Tahap ketiga kabut disinfektan mobil yang dapat diletakkan di pintu gerbang kantor, masjid, kampung, pesantren, dan lain-lain.

Baca juga: Unik! 14 Inovasi Teknologi Aneh bin Ajaib Ini Cuma Ada di Jepang

“Di setiap lokasi kami usahakan ada fasilitas itu,” imbuhnya lagi.

Ia menjelaskan alat tersebut sangat mudah dibuat, murah dan sangat efektif untuk mencegah penyebaran virus. Bahkan ia secara detail menyebutkan bahannya, antara lain humidifier yang dimodifikasi untuk mengubah air menjadi kabut. Lalu, bilik pembasmi virus yang dihubungkan dengan selang dan humidifier. Terakhir, hand sanitizer sebanyak  satu (1) liter dengan kadar alkohol 70%.

“Mudah dan bisa langsung digunakan untuk kepentingan kampus,” pungkasnya.

(sz)

author
0 orang menyukai ini
teknologi id bookmark icon

Berita Menarik Lainnya

Tinggalkan Komentar

0 Komentar