Bergerak Cepat, Ini Hal Serius yang Timbul dari Medan Magnet Bumi

Bergerak Cepat, Ini Hal Serius yang Timbul dari Medan Magnet BumiTeknologi.id – Medan magnet Bumi sepertinya kembali menimbulkan sejumlah hal misterius yang membuat para ahli geologi tercengang. Kutub magnet Utara Bumi diketahui telah bergerak sangat cepat menjauh dari Kanada menuju Siberia. Ini terjadi karena didorong oleh kepingan besi cair yang bergerak di dalam inti planet. Pergerakan kutub magnet itu sangat cepat sehingga membingungkan para ahli geomagnetisme dunia menurut laporan Nature, (9/1).

“Lokasi kutub magnet utara tampaknya diatur oleh dua bidang magnet berskala besar, satu di bawah Kanada dan satu di bawah Siberia,” kata Phil Livermore, seorang geomagnetik di University of Leeds di Inggris pada American Geophysical terbaru Pertemuan serikat, menurut Nature.

Para ahli merencanakan pembaruan World Magnetic Model pada 15 Januari, yang menggambarkan medan magnet Bumi yang mendasari semua navigasi modern. Hal ini berdasarkan sistem yang mengarahkan kapal di laut hinggal teknologi aplikasi maps seperti Google Maps di Smartphone.

Baca juga: Apa yang Terjadi Seandainya Bumi Memiliki Dua Bulan?

Versi model terbaru keluar pada 2015 dan seharusnya berlangsung hingga 2020. Namun, medan magnet Bumi tersebut berubah begitu cepat sehingga peneliti harus memperbaikinya.

“Kesalahan semakin meningkat setiap saat,” kata Arnaud Chulliat, geomagnetist di University of Colorado Boulder dan National Oceanic and Atmospheric Administration’s (NOAA) dari National Centers for Environmental Information.

Masalah Utama

Hal ini sebagian berkaitan dengan kutub yang bergerak dan sebagian lagi terkait pergeseran lain jauh di dalam planet ini. Pengadukan cairan dalam inti bumi menghasilkan sebagian besar medan magnet, yang berubah-ubah seiring berjalannya waktu saat aliran dalam berubah.

Tahun 2016 misalnya, bagian dari medan magnet dipercepat di bawah AmeTahurika Selatan utara dan Samudra Pasifik timur. Satelit seperti misi Swarm dari Badan Antariksa Eropa melacak perubahan tersebut.

Pada 2018 kemarin, model magnetik ini sendiri sebenarnya dalam masalah. Para peneliti dari NOAA dan British Geological Survey di Edinburgh juga telah melakukan pemeriksaan tahunan, mengenai seberapa baik model tersebut menangkap semua varuasi dalam medan magnet.

Peneliti menyadari model tersebut sangat tidak akurat sehingga akan melebihi batas yang dapat diterima untuk kesalahan navigasi. Saat ini para ahli berupaya memahami mengapa medan magnet berubah begitu dramatis.

Baca juga: Inilah Bagaimana Terjadinya Aurora, Bagaimana Dengan Teori Bumi Datar?

Para ilmuwan memperkirakan kutub magnet utara dan selatan Bumi berputar setiap 200.000-300.000 tahun. Namun, sudah sekitar 780.000 tahun sejak peristiwa terakhir, yang menyebabkan banyak orang curiga kita telah terlambat.

Ketika kutub magnet membalik, medan magnet pelindung Bumi melemah, membuat penghuninya memiliki risiko yang lebih tinggi akan efek cuaca luar angkasa.

Hal ini membuat kita berpikir apakah semua ini penting. Medan magnet sendiri adalah pusat dari terbentuknya navigasi. Yang paling jelasnya, kompas bergantung pada medan magnet, tetapi sistem navigasi yang lebih maju menggunakan medan sebagai bantalan juga.

(ZS)

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *