Ahli Medis Ungkap Siapa yang Paling Beresiko Tertular Virus Corona

Teknologi.id . January 28, 2020

Tertular Virus Corona

Foto: Telegraph


Teknologi.id - Ahli medis dari Rutgers New Jersey Medical School, baru saja mengeluarkan penjelasan terkait siapa-siapa yang paling beresiko tertular virus Corona.

Debra Chew, Asisten Profesor Kedokteran di kampus tersebut menyebut virus Corona beresiko ditularkan pada orang-orang yang bersentuhan langsung dengan pasien yang terinfeksi, dan juga pada orang-orang dengan gangguan pernapasan yang bepergian ke wilayah terinfeksi.

"Risiko penyakit tertular didasarkan pada paparan (exposure) epidemiologis pada orang yang terinfeksi Corona, dan mereka yang sakit dengan gejala pernapasan yang bepergian ke Wuhan atau kota-kota tetangga," kata dia.

Dia juga menekankan bahwa kaum muda, warga negara lanjut usia, dan mereka yang kekebalan tubuhnya lemah dapat lebih mudah terinfeksi virus Corona.

Baca juga: [28 Januari] 19 Negara Ini Telah Terjangkit Virus Corona, Indonesia Negatif

"Kami tahu bahwa anak muda, lanjut usia, dan mereka dengan sistem kekebalan tubuh yang terganggu, serta kondisi medis kronis bisa mendapatkan penyakit yang lebih parah," tambahnya.

Debra Chew, yang juga ahli Penyakit Menular dari Albert Einstein/ Montefiore Medical Center, mengatakan belum jelas apakah wanita hamil berisiko lebih besar daripada yang lain. 

Terkait masa inkubasi, Debra Chew menyebut belum ada kepastian yang jelas. Tapi diperkirakan, siapa pun yang terinfeksi harus memiliki tanda gejala dalam lima hari. Secara umum, sebagai keluarga virus corona, 2019-nCoV memiliki masa inkubasi pendek hingga lima hari, dan kasus-kasus terbaru dengan di Wuhan konsisten dengan ini.

"CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) dan WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) secara aktif menyelidiki lebih banyak tentang karakteristik virus dan penyakit," kata Debra  Chew.

Baca juga: BlueDot, Startup yang Pertama Kali Deteksi Penyebaran Virus Corona Sejak 2019

Sebelumnya organisasi kesehatan dunia atau WHO mengumumkan adanya wabah virus Corona pada tanggal 9 Januari lalu. 

Sebagian besar virus corona hanya menyebabkan gejala ringan, mirip dengan flu biasa. Dampak lainnya, seperti Syndrome Pernapasan Akut Parah (SARS) dan Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS), dapat menyebabkan pneumonia hingga kematian.

Sejak saat itu, hingga hari ini sebanyak 82 orang meninggal dunia dan 2.935 orang lainnya terinfeksi.

Korban sejumlah itu hanya untuk wilayah China, diyakini banyak korban dari luar China yang juga terinfeksi virus Corona, mengingat saat ini virus tersebut ditemukan di 19 negara, baik Asia, Australia, Amerika, Afrika hingga Eropa.

(dwk)

author
1 orang menyukai ini
teknologi id bookmark icon

Berita Menarik Lainnya

Tinggalkan Komentar

0 Komentar