YouTube Janji Hapus Konten Konspirasi Soal Pandemi COVID-19

Sutrisno Zulikifli . April 06, 2020

Ilustrasi YouTube (Foto: Grid.id)


Teknologi.id - Di tengah meningkatnya wabah COVID-19 yang nyaris mendera seluruh negara di dunia, informasi yang belum pasti kebenarannya juga semakin menjalar luas.

Belakangan, marak video tentang konsipirasi virus pandemi ini tersiar luas di berbagai platform media sosial, seperti YouTube dan Facebook.

Tapi, pihak YouTube mengambil langkah tegas. Anak perusahaan dari Alphabhet Inc (induk dari Google) itu berjanji akan semakin fokus memerangi konten yang berkaitan tentang konspirasi corona. Kendati demikian, YouTube tak akan menghapus video konspirasi terkait jaringan 5G, dengan catatan tidak dikaitkan dengan corona.

BACA JUGA: Hoax! Pesan Berantai Kuota Data Gratis 100 GB Beredar di Whatsapp

"Kebijakan kami sudah jelas, kami melarang mempromosikan video yang tidak berdasar secara medis soal virus corona. Kami akan membatasi konten tersebut karena dapat memberikan informasi yang salah kepada pengguna," kata Juru Bicara Youtube seperti dikutip dari The Verge, pada Senin (6/4/2020).

Sebenarnya, YouTube telah melakukan "bersih-bersih" secara manual sejak Februari. Diklaim telah ada ratusan ribu konten yang telah dihapus karena dianggap melanggar kebijakan YouTube.

Diketahui, pada pekan lalu, di Inggris, ada tiga tower jaringan 5G yang dibakar oleh masyarakat. Aksi vandalisme itu dilakukan karena masyarakat termakan hoax soal jaringan 5G yang dianggap berkotribusi terhadap penyebaran virus corona.

BACA JUGA: Gegara Hoax Sinyal 5G Sebarkan COVID-19, Tower Seluler Dibakar Warga

Hoax tersebut menjadi bahan pergunjingan di platform media sosial, Facebook. Bahkan ada grup Facebook anti-5G bernama 'Stop5G' yang beranggotakan 26 ribu, dan begitu aktif memposting teori konspirasi buatan mereka yang belum tentu benar itu.

Sejauh ini, di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) juga aktif melawan hoax soal corona. Kemeninfo juga pernah merilis puluhan informasi palsu dan disinformasi soal COVID-19.

(sz)

teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar

Berita Menarik Lainnya

Berita Terpopuler