Twitter Tandai Tweet Trump yang Sebut Dirinya Kebal Corona

Indah Mutia Ayudita . October 12, 2020

gettyimages-1228998338Presiden Donald Trump. Foto: Mandel Ngan/AFP via Getty Images

Teknologi.id - Sebuah tweet yang dikirimkan oleh Presiden Donald Trump yang mengklaim dirinya kebal terhadap virus corona langsung ditandai oleh Twitter pada hari Minggu lalu.

Twitter menyembunyikan postingan tersebut dalam sebuah pesan peringatan yang mengatakan tweet tersebut melanggar aturan Twitter karena menyebarkan informasi yang menyesatkan dan berpotensi berbahaya terkait dengan Covid-19.

Twitter memang memiliki aturan terhadap misinformasi Covid-19 yang bisa menyebabkan bahaya, termasuk mengklaim seseorang atau kelompok tertentu kebal terhadap Covid-19, mempromosikan bahan-bahan berbahaya sebagai obat.

Baca juga: Akhirnya Kirim Uang ke Amerika Serikat Bisa Lewat Online!

Twitter mengatakan tweet yang dikirim Trump tetap bisa diakses, namun dibatasi bagi seluruh pengguna.


Ini adalah ketiga kalinya jejaring sosial tersebut mengambil tindakan terhadap tweet Donald Trump dalam waktu kurang dari seminggu.

"Sesuai standar dengan pemberitahuan kepentingan publik ini, keterlibatan pengguna dengan tweet tersebut akan dibatasi secara signifikan," kata juru bicara Twitter dalam sebuah pernyataan.

Tindakan tersebut dilakukan beberapa hari setelah Facebook dan Twitter sama-sama mengambil tindakan terhadap postingan Trump yang menyatakan flu musiman lebih mematikan daripada Covid-19.

Baca juga: John McAfee Ditangkap di Spanyol, Terancam 5 Tahun Penjara

Twitter juga meminta Trump untuk menghapus tweet yang berisi alamat email seorang kolumnis karena melanggar aturan yang melarang pengguna Twitter untuk memposting informasi pribadi.

Unggahan ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat tersebut didiagnosa dengan Covid-19. Trump sudah kembali ke Gedung Putih pada hari Senin dari Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed. Dokter yang merawat Trump mengatakan kesehatannya sudah membaik saat ini.

Pada hari Minggu, 11 Oktober 2020, Universitas Johns Hopkins menyatakan korban meninggal akibat Covid-19 sudah mencapai lebih dari 214.000 jiwa dalam satu hari tersebut.

(im)

teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar

Berita Menarik Lainnya

Berita Terpopuler