Sebar Hoaks Soal COVID-19, Facebook Hapus 7 Juta Postingan

Luthfiana Mifta . August 12, 2020

Foto: Tech Advisor

Teknologi.id - Facebook menghapus 7 juta postingan informasi sesat tentang Virus Corona (COVID-19) di platformnya. Tak hanya itu, Facebook juga memberikan label peringatan pada 98 juta postingan informasi yang salah tentang COVID-19 selama periode April-Juni 2020. Postingan yang dilabeli tersebut dianggap berpotensi menyesatkan, tapi tidak cukup berbahaya sehingga tidak sampai dihapus.

Diikutip dari Washington Post (12/8/2020), Facebook dan sesama layanan media sosial besar lain, yakni Twitter dan YouTube, berupaya menangani unggahan yang mempromosikan obat palsu seperti vaksin atau spekulasi mengenai pandemi COVID-19 yang membanjiri internet sejak awal kasus Virus Corona ini merebak.

Facebook memberlakukan kebijakan untuk mencoba mengatur unggahan tentang COVID-19. Namun, tim moderasi mereka yang memantau unggahan tersebut juga kewalahan karena kantor Facebook masih tutup. Akibatnya, mereka mengerjakan semuanya dari rumah.

Baca juga: Sah, CEO Apple Tim Cook Resmi Jadi Milyader

Tim moderator konten yang ribuan banyaknya itu tetap kewalahan, sekalipun mereka berusaha keras memperketat unggahan terkait informasi sesat COVID-19. Sebab, akan selalu ada konten yang berhasil lolos dan menyebar di media sosial.

Misalnya, pada bulan Mei lalu, Facebook kecolongan membiarkan video tentang 'Plandemic' beredar luas. Meski telah dihapus, video teori konspirasi tentang penyebaran Virus Corona ini terlanjur ditonton jutaan kali.

Selain itu, Facebook juga mengerahkan teknologi kecerdasan buatannya (artificial intelligence/AI) untuk membantu mereka dalam pekerjaan ini. Raksasa jejaring sosial ini mengklaim adanya peningkatan dalam hal jumlah postingan yang dihapus karena melanggar kebijakan, termasuk yang terkait informasi yang tidak benar tentang COVID-19.

Facebook bahkan juga menghapus unggahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump karena menyebarkan informasi yang salah terkait Virus Corona pada awal Agustus. Untuk pertama kalinya Facebook menghapus unggahan presiden karena dianggap melanggar kebijakannya.

Baca juga: Tak Penuhi Regulasi Konten Terlarang, Google Didenda Rusia

(lm)

teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar

Berita Menarik Lainnya

Berita Terpopuler