Postingan Donald Trump Ramai Komentar, Anggap Dirinya Penyelamat NASA

Luthfiana Mifta . August 07, 2020


Foto: Head Topics


Teknologi.id - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali membuat pernyataan kontroversial. Kali ini Trump mengklaim dirinya telah menghidupkan kembali badan antariksa nasional AS yaitu NASA, setelah sebelumnya mati dan ditutup. Dalam unggahan di akun Twitternya, Trump menulis bahwa dirinya telah menyelamatkan badan antariksa tersebut. Cuitan Trump itu muncul dengan menjawab sebuah video peluncuran prototipe Starship SN5 milik SpaceX.

"NASA sebelumnya ditutup dan mati sampai saya menghidupkannya kembali. Kini NASA menjadi tempat paling cerah, dan kami memiliki angkatan luar angkasa. Kita mencapai ini dalam 3,5 tahun pertama," cuit Donald Trump lewat akun Twitternya @realDonaldTrump, pada 5 Agustus 2020.

Foto: Twitter


Dikutip dari Bussiness Insider, Trump terlihat memuji keberhasilan SpaceX tersebut dengan menyindir program NASA.

Tweet tersebut langsung memancing beragam reaksi netizen. Kebanyakan mengkritik ketidakakuratan informasi dalam tweet tersebut karena menyebut NASA pernah mati dan ditutup sebelum Trump menjadi Presiden. Banyak jurnalis luar angkasa menuduh Trump membuat berita bohong. Dari NASA sendiri membantah klaim ini. Sejak berdiri pada tahun 1958, NASA tidak pernah ditutup dan sudah pasti tidak pernah mati.

Baca juga: Files by Google Rilis Perlindungan PIN pada Fitur Safe Folder

Jeff Foust, seorang penulis senior Space News dan analis kedirgantaraan membalas cuitan Trump bahwa NASA tidak pernah ditutup atau mati.


Foto: Twitter


"Periksa fakta: - NASA tidak ditutup atau mati pada awal pemerintahan saat ini. - Banyak keberhasilan NASA baru-baru ini berasal dari pemerintahan sebelumnya. - Uji coba Starship yang di-retweet oleh presiden tidak ada hubungannya dengan NASA; ini adalah upaya pribadi oleh SpaceX," tulisnya melalui akun @jeff_foust.

Pernyataan Trump tersebut secara tidak langsung telah mengecilkan berbagai upaya NASA dalam pengembangan teknologi luar angkasa berbiaya besar dan berbagai proyek penelitian ilmiah luar angkasa. Jika mau disebutkan satu-persatu, tentu banyak program yang telah dikerjakan NASA. Pada 2006 misalnya, NASA mengembangkan penerbangan antariksa komersial yang dimulai pada masa pemerintahan Presiden George W. Bush dengan membentuk Commercial Cargo Program.

Kemudian ada Commercial Crew Program yang dimulai pada 2010 di bawah presiden pendahulu Trump, Barack Obama. Program ini berhasil mengembangkan kendaraan luar angkasa Crew Dragon yang bekerja sama dengan SpaceX. Selain itu, berbagai eksplorasi luar angkasa menggunakan robot NASA pun telah lama dan terus dilakukan. Yang terbaru ada robot penjelajah Perseverance yang diluncurkan menuju Mars pada minggu lalu.

Pada masa pemerintahan Obama berlangsung, NASA juga sudah mulai mengembangkan kapsul kru Orion yang akan digunakan oleh para astronot untuk mencapai bulan dalam program Artemis yang bertujuan mendaratkan lagi manusia di bulan pada tahun 2024 mendatang. 

Singkatnya, pernyataan bahwa pemerintahan Trump berjasa penuh atas kemajuan yang dibuat di sektor luar angkasa, apalagi menyebut NASA pernah ditutup dan mati sebelum pemerintahannya adalah tidak benar. Trump juga harus menengok kembali infrastruktur, fondasi, dan kemajuan yang telah dicapai selama beberapa dekade kepemimpinan presiden-presiden sebelumnya.

Baca juga: Korea Utara Mata-matai PBB Via WhatsApp dan Gmail

(lm)

author
0 orang menyukai ini
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar

Berita Menarik Lainnya