Jangan Salah! Begini Cara Aman Membawa Power Bank di Pesawat Sesuai Aturan Terbaru

⁠Adimas Herviana . January 27, 2026

Foto: DataScripMall.ID

Teknologi.id - Larangan Penggunaan Power Bank di Pesawat dan Cara Aman Membawanya. Power bank telah menjadi perangkat penting bagi banyak orang yang sering bepergian. Fungsinya yang praktis membuat pengguna tidak perlu bergantung pada sumber listrik konvensional. Meski demikian, sejumlah maskapai penerbangan Korea Selatan kini melarang penggunaan power bank di dalam pesawat. Kebijakan ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai keselamatan penerbangan dan bagaimana penumpang tetap bisa membawa perangkat tersebut dengan aman. 

Mengapa Power Bank Dilarang Digunakan di Pesawat

Larangan ini muncul setelah insiden kebakaran di pesawat Air Busan pada Januari tahun lalu akibat korsleting baterai portabel. Peristiwa tersebut menimbulkan kekhawatiran serius mengenai potensi bahaya baterai lithium-ion yang digunakan dalam power bank. Maskapai menilai langkah ini tidak dapat dihindari demi memastikan keselamatan penerbangan dan mengurangi risiko kecelakaan di udara.

Baca Juga: 7 Cara Menjaga SmartPhone Mu dari Overheat

Maskapai yang Menerapkan Kebijakan Baru

Lima maskapai di bawah Grup Hanjin, yaitu Korean Air, Asiana Airlines, Jin Air, Air Busan, dan Air Seoul, telah menerapkan aturan larangan penggunaan power bank di kabin. Eastar Jet dan Jeju Air juga sudah mengikuti kebijakan serupa, sementara maskapai lain seperti T’way Air dan Aero K diperkirakan akan segera menerapkannya. Hal ini menunjukkan bahwa hampir seluruh maskapai penerbangan.Korea kini menutup ruang penggunaan power bank selama penerbangan.

Penumpang Masih Bisa Membawa Power Bank

Meski penggunaannya dilarang, penumpang tetap diperbolehkan membawa power bank ke dalam pesawat dengan syarat tertentu. Kapasitas dan jumlah perangkat harus sesuai dengan aturan bagasi kabin. Penumpang juga diwajibkan melakukan tindakan pencegahan untuk mencegah korsleting, seperti menempelkan isolasi listrik pada terminal baterai atau menyimpannya dalam kantong pelindung. Korean Air bahkan menyediakan selotip di konter check-in dan gerbang keberangkatan untuk membantu penumpang mematuhi aturan ini.

Cara Aman Menyimpan Power Bank di Pesawat

Agar perjalanan tetap aman, berikut langkah penyimpanan power bank yang direkomendasikan maskapai: 

1.Lindungi terminal baterai - Tempelkan isolasi listrik pada terminal atau simpan power bank dalam kantong pelindung agar tidak terjadi korsleting. 

2. Simpan di tempat yang mudah dijangkau - Power bank harus disimpan di tangan penumpang, di saku kursi, atau di bawah kursi depan. Hindari menyimpannya di kompartemen atas kepala karena keterlambatan mendeteksi tanda-tanda abnormal bisa berakibat fatal. 

3. Gunakan tas tahan api bila diperlukan - Setiap pesawat kini diwajibkan membawa tas penyimpanan tahan api khusus untuk power bank. Jika terjadi masalah, perangkat dapat segera diamankan. 

4. Perhatikan indikator suhu - Stiker sensitif suhu ditempelkan di bagian luar tempat sampah kabin. Jika suhu melebihi 40 derajat Celsius, stiker akan berubah warna menjadi merah sehingga kru dapat segera mendeteksi potensi bahaya. 

Mengapa PowerBank Menjadi Pertimbangan Mengenai Keselamatan di Pesawat?

Larangan ini menimbulkan diskusi luas mengenai kenyamanan dan keselamatan. Power bank memang memudahkan penumpang mengisi daya perangkat elektronik, tetapi risiko kebakaran akibat baterai lithium-ion tidak bisa diabaikan. Teknologi baterai portabel masih menghadapi tantangan besar dalam hal keamanan, terutama ketika digunakan di lingkungan dengan standar keselamatan tinggi seperti penerbangan. 

Dampak bagi Penumpang dan Industri Penerbangan

Larangan penggunaan power bank di pesawat menuntut penumpang lebih disiplin dalam mempersiapkan perjalanan. Perangkat elektronik seperti ponsel, tablet, atau laptop sebaiknya diisi penuh sebelum keberangkatan, atau memanfaatkan fasilitas pengisian daya di bandara. Bagi mereka yang terbiasa bekerja atau beraktivitas digital selama penerbangan, aturan ini memang membatasi, tetapi sekaligus mengingatkan bahwa keselamatan tidak bisa dikompromikan. Kesadaran akan risiko baterai lithium-ion menjadi bagian penting dari pengalaman terbang yang aman.

Bagi industri penerbangan, kebijakan ini adalah strategi menjaga reputasi keselamatan sekaligus mengurangi potensi kerugian akibat insiden. Insiden kebakaran di kabin menunjukkan bahwa perangkat kecil seperti power bank dapat menimbulkan ancaman serius. Dengan regulasi ketat, maskapai menegaskan komitmen bahwa keselamatan penumpang lebih utama dibanding kenyamanan sesaat. Langkah ini juga mencerminkan adaptasi industri terhadap teknologi baru, memastikan standar keselamatan tetap relevan di era digital. 

Baca Juga: HP Hilang? Ini Cara Menonaktifkan Nomor Penting Mu!

Keselamatan Tetap Prioritas Utama

Keselamatan penerbangan selalu menjadi fokus utama, dan larangan power bank mempertegas hal tersebut. Meski penumpang kehilangan sebagian kenyamanan, mereka mendapatkan jaminan bahwa perjalanan udara tetap aman. Baterai lithium-ion dikenal efisien tetapi berisiko tinggi jika terjadi korsleting, sehingga pengelolaan ketat menjadi keharusan. 

Kebijakan ini bukan sekadar aturan teknis, melainkan simbol komitmen maskapai terhadap keselamatan global. Penumpang diharapkan menerima aturan ini sebagai bagian dari tanggung jawab bersama. Dengan kerja sama antara penumpang dan operator penerbangan, perjalanan udara tetap menjadi moda transportasi yang aman, efisien, dan dipercaya masyarakat dunia.


Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News


(dim/sa)



author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar