Ada Konten Ilegal, Facebook Bayar Denda Rp3,3 Miliar ke Rusia

Almira Rafifah . December 22, 2021



Foto: Pixabay


Teknologi.id - Facebook dikabarkan akan mendatangi pengadilan pekan depan karena diduga melakukan pelanggaran terhadap aturan konten yang dianggap ilegal oleh negara Rusia. 

Dilansir melalui Reuters (20/12/2021) Alphabet (Google) juga turut akan menghadapi pengadilan dengan kasus yang sama yaitu terkait konten yang gagal dihapus. 

Perusahaan diatas bisa didenda sebesar beberapa persen dari pendapatan tahunannya di Rusia. Menurut Reuters, Facebook tidak menanggapi permintaan komentar.

Namun, informasi yang berasal kantor berita Interfax menyatakan bahwa denda yang dijatuhkan kepada Meta Facebook berpotensi lebih besar.

Facebook dilaporkan telah membayar denda sebesar 17 juta Rubel (USD 229.643 setara Rp 3,3 miliar) kepada Rusia.  

Hal tersebut sengaja dilakukan dengan memberikan tekanan lebih besar pada perusahaan teknologi raksasa tahun ini sebagai upaya melakukan kontrol lebih ketat terhadap internet. 

Meskipun hal tersebut, menurut kritikus, merupakan sesuatu yang dapat mengancam kebebasan individu dan perusahaan. 

Sebelumnya pada bulan Agustus,, Rusia juga mendenda Facebook, Twitter, dan WhatsApp karena gagal menyimpan data pengguna di server lokal. 

Baca juga: Tiga Altcoin Platform Smart Contract yang akan Moncer di 2022

“Pengadilan distrik Tagansky Moskow memberikan denda pada Facebook sebesar 15 juta rubel atau US$ 200 ribu. Twitter didenda 17 juta rubel untuk pelanggaran berulang. Sedangkan WhatsApp dikenai denda empat juta rubel karena pelanggaran pertama,” ucap pengawas internet di Rusia Roskomnadzor, dikutip dari The Moscow Times

LinkedIn dan platform video Dailymotion juga ikut terblokir oleh Rusia karena tidak mau diajak bekerja sama dengan pihak berwenang.

Beberapa bulan terakhir, Rusia  telah mengambil beberapa tindakan hukum terhadap raksasa teknologi asing karena dianggap mencampuri urusan dalam negeri Rusia serta mengabaikan permintaan untuk menghapus konten ilegal yang tidak sesuai dengan aturan pemerintah setempat. 

(AR)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar