CEO Agate Studio Pilih DO, Kamu Gimana?

 

Agate Studio ini didirikan oleh 18 co-founder yang sebagian besar terdiri dari jebolan ITB jurusan IT dan design. Para co-founder ini memiliki kesamaan visi dan misi dalam membentuk dan membangun perusahaan pembuat game di Indonesia agar aktivitas di dunia menjadi bahagia, baik game yang diperuntukkan untuk marketing, edukasi, periklanan, dan sebagainya.

Salah satu diantara co-founder tersebut, Arief Widhiyasa, bahkan memilih drop out (DO) untuk fokus kepada passionnya mengembangkan Agate Studio ini.

Arief adalah salah satu pendiri Agate Studio dan sejak perusahaan ini resmi berdiri, Arief dipercaya oleh teman-temannya di Agate Studio untuk memimpin perusahaan ini karena dianggap paling banyak berperan dalam pengembangan Agate Studio dan paham tentang manajemen perusahaan.

“Kami (pendiri Agate) pada saat itu hendak mengikuti sebuah perlombaan pengembangan game yang digelar oleh sebuah majalah. Berangkat dari 50 orang, yang terdiri dari mahasiswa teknik informatika dan beberapa orang dari fakultas lain, salah satunya adalah fakultas desain, dan akhirnya berhasil membuat Twilight, game pertama kali,” kata Devon

Sayangnya, game yang hanya berdiri dalam bentuk dokumen tersebut gagal meraih posisi juara. “Karena pada saat itu hanya dalam bentuk dokumen, yah pada akhirnya kami kalah,” katanya sambil tertawa.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *