Usai Kritik PSE Kominfo, Arie Kriting Diteror via WhatsApp

Amanda Rayta Putri . August 03, 2022

Foto: arahkata.pikiran-rakyat.com

Teknologi.id- Komedian Arie Kriting kembali mendapat masalah. Tapi, kali ini bukan soal ibu mertuanya. Melainkan, diteror oleh orang yang tidak dikenalnya melalui WhatsApp. Ironisnya, hal ini terjadi setelah Arie melancarkan kritikan soal PSE Kominfo melalui Instagram. Dalam akun Instagramnya  Arie menuliskan kritikan terkait PSE Kominfo dengan bunyi cuitan seperti berikut ini:

"Boleh kesel sama Pak Menteri, tapi coba disimak juga itu pejabat lama yang sudah bertahun-tahun bercokol di instansi itu,"

"Menteri ganti, mereka tetap saja di situ, dan masalahnya gak pernah habis. Mungkin gak sih mereka itu sumber masalah utamanya?" 

Lalu ada seseorang dengan nomor 085156713015 meneror Arie melalui WhatsApp. Peneror tersebut mengirimkan pesan yang cukup kasar dengan bunyi seperti berikut ini, "Urusan agama dan keluarga lu aja belom kelar, udah sok-sokan ngurusi PSE. "Urusin dulu istri n mertua lo, tolol,"

Kabar tersebut pertama kali berasal dari cuitan  komika yang sekaligus sahabat Arie, Ernest Prakasa. Dalam twitternya Ernest mencuitkan kabar tersebut dengan bunyi, "Akun WA @Arie_Kriting barusan juga mendapatkan peretasan dan teror. Norak banget," cuit Ernest. Tak lupa Ernest juga menampilkan gambar dan bukti dari chat kasar tersebut. 

Baca juga: WhatsApp Siapkan Fitur Terbarunya, Admin Grup Bisa Hapus Pesan Anggota

Foto: pikiranrakyat.com

Hingga saat ini belum diketahui siapa sosok yang meneror Arie via WhatsApp. Tapi, jika dilihat dari foto profile WhatsApp tersebut menggunakan foto wanita. Kita tunggu saja siapa sosok yang tega melakukannya.

Pihak SAFEnet ikut bersuara

Hebohnya berita ini, Membuat pihak SAFEnet yaitu, salah satu organisasi bergerak dibidang yang khusus menanagani kasus kriminalisasi dan diskriminasi seputar internet. Pihak SAFEnet yang ikut bersuara yaitu, Kepala Divisi Kebebasan Berekspresi SAFEnet, Nenden Sekar Anum mengatakan "Serangan-serangan digital yang terjadi pada orang-orang yang mengkritik kebijakan itu, sebetulnya bukan hal baru. Karena kami sering banget melihat. Dari SAFEnet sendiri kan memonitoring dalam beberapa tahun terakhir, dan kami memang melihat ada korelasi tuh pada saat isu-isu politis sedang meningkat. Banyak serangan digital terjadi terhadap teman-teman aktivis dan masyarakat sipil itu juga meningkat," kata Nenden seperti dikutip dari suara.com pada Selasa (2/8/2022).

Nenden juga mengatakan bahwa selama ada orang yang melakukan kritikan terhadap suatu kebijakan. Terlebih, jika tidak setuju dengan kebijakan yang dibuat Pemerintah. Pasti ada saja pihak yang melakukan teror kepada orang yang memberikan kritik. Salah satunya dengan cara merentas sosial media atau akun orang tersebut.

SAFEnet juga menambahkan rata-rata orang yang melakukan teror hingga perentasan merupakan orang yang merasa terancam, takut dan khawatir terhadap kritik yang disampaikan. Maka, dengan meneror dan merentas diharapkan bisa membuat orang memberikan kritikan menjadi takut dan merasa bersalah. 

SAFEnet juga pernah tantang Pemerintah untuk berani blokir Google dkk

Bisa dibilang pihak SAFEnet merupakan salah satu pihak yang paling berani bersuara soal protes PSE Kominfo. Bahkan, Pihak SAFEnet juga pernah menantang Pemerintah apakah berani untuk memblokir aplikasi seperti, Google dkk yang notabene merupakan aplikasi yang paling sering digunakan dan pastinya berpengaruh pada aktivitas masyarakat.

“Di satu sisi, kalau pemerintah betulan berani blokir platform yang tidak mendaftar, dampaknya akan sangat besar ke pengguna. Tapi, kalau di sisi lain Kominfo kemudian tidak walk the talk, mereka melakukan aturan yang mereka bikin sendiri, ya tentunya kita sebagai pengguna juga mempertanyakan ketegasan mereka,” Kata Nenden yang dikutip dari tempo pada, Senin, 18 Juli 2022.

Sebelumnya dalam akun Twitternya, SAFEnet pernah mengajak pengikutnya untuk menolak regulasi sebelumnya pada Minggu, 17 Juli 2022. SAFEnet mengajak menandatangani Surat Protes Netizen yang ditujukan pada Kemkominfo. Sampai saat berita ini ditulis telah lebih dari 1.300 orang turut serta pada ajakan tersebut. 

Terlebih, menurut SAFEnet kebijakan PSE Kominfo mengakibatkan privasi masyarakat menjadi terancam. Ditambah banyak masyarakat yang justru mendapatkan teror setelah melakukan kritik. Bukan hanya Arie Kriting saja. Tapi, nama lain seperti, Tretan Muslim dan Bahkan, Mantan Penyidik KPK yaitu, Rieswin Rachwell yang juga mendapatkan teror via Twitter. 

(arp)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar