Pengangkatan KRI Nanggala-402 Usai, Indonesia Dibantu RRT

Fabian Pratama Kusumah . June 04, 2021

Foto: Korlantas Polri

Teknologi.id – Kapal selam KRI Nanggala 402 hilang kontak ketika latihan peluncuran torpedo di perairan Bali, tanggal 21 April 2021 dini hari.

Pencarian dilakukan dengan mengerahkan 21 KRI dengan 400 personel serta satu helikopter. Termasuk di dalamnya adalah KRI Rigel dan kapal selam KRI Alugoro.

Tak ketinggalan Kapal Basarnas dan empat Kapal Polri ikut serta mencari. Bahkan, negara lain seperti Amerika Serikat, Singapura, Australia, Malaysia, dan India, turut memberikan bantuan.

Setelah Indonesia mengirimkan distres International Submarine Escape and Rescue Liaison Officer (ISMERLO).

Sebuah organisasi yang mengoordinasikan operasi pencarian dan penyelamatan kapal selam internasional.

Baca juga: Penjelasan Mengapa KRI Nanggala-402 Bisa Tenggelam 850 Meter

Pada tanggal 24 April 2021 status KRI Nanggala 402 dinyatakan tenggelam. Tim pencari menemukan sejumlah serpihan dari kapal.

Sehari kemudian, atau pada 25 April 2021, akhirnya bangkai kapal dengan 53 awak tersebut terdeteksi di kedalaman 839 meter di bawah permukaan laut dalam keadaan terbelah tiga bagian.

Seluruh awak dinyatakan gugur. Setelah itu barulah digelar operasi penyelamatan atau salvage. Kapal-kapal pencarian mundur.

Kini upaya penyelamatan KRI Nanggala 402 berupa pengangkatan puing kapal selam, resmi diakhiri.

Rapat koordinasi pengakhiran Operasi Salvage KRI Nanggala 402 digelar di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Rabu (2/6/2021). Bagian-bagian kapal yang tak terangkat tetap berada di dasar laut.

Baca juga: Fakta di Balik Insiden KRI Nanggala-402

Istilah salvage dalam UU Nomor 17 Tahun 2008 tantang Pelayaran adalah pekerjaan untuk memberikan pertolongan terhadap kapal dan atau muatannya yang mengalami kecelakaan kapal.

Atau dalam keadaan bahaya di perairan termasuk mengangkat kerangka kapal atau rintangan bawah air atau benda lainnya.

Dilansir dari Berita Satu, dalam operasi penyelamatan ini pihak Indonesia bekerja sama dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Angkatan Laut RRT atau yang disebut Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (People Liberation Army Navy/PLA Navy) mengirimkan tiga kapal.

Baca juga: Spesifikasi 4 Kapal Selam di Indonesia Selain Nanggala-402

PLA Navy Ship Ocean Tug Nantuo-195, PLA Navy Ocean Salvage & Rescue Yong Xing Dao-863, dan Research Vessel (R/V) Tan Suo Er Hao terlibat dalam Operasi Salvage KRI Nanggala 402.

Pihak TNI AL mengerahkan enam kapal perang, di antaranya KRI Rigel-963, KRI Yos Sudarso-353, KRI Hasan Basri-382, KRI Teluk Banten-516, KRI Pulau Rengat-711, dan KRI Soputan-923.

Hingga rapat koordinasi pengakhiran operasi tersebut, bangkai kapal selam yang terbelah tiga belum berhasil diangkat karena sangat berat.

Berakhirnya operasi ini menjadi puncak upaya seluruh petugas menyelamatkan sisa-sisa dari peristiwa KRI Nanggala-402.

Kini, bangkai KRI Nanggala-402 bersemayam dengan seluruh kru Hiu Kencana di samudera keabadian.

(fpk)

teknologi id bookmark icon
Berita Terpopuler