Jokowi Bakal Bentuk Lembaga Khusus Setelah UU Perlindungan Data Pribadi Disahkan

Adiwijaya Kusumajati Supama . September 21, 2022

Foto: Kompas.com


Teknologi.id - DPR secara resmi mengesahkan undang-undang yang disebut juga dengan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi dalam rapat paripurna hari ini (20/9). Kemudian, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendirikan lembaga khusus sebagai buntut dari pengesahan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi.


"Apakah RUU tentang Pelindungan Data Pribadi dapat disetujui untuk disahkan menjadi undang-undang?" tanya Lodewijk Freidrich Paulus sebagai Wakil Ketua DPR ketika memimpin jalannya Rapat Paripurna DPR ke-5 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2022-2023, Selasa (20/9). "Setuju," kata peserta. Rapat Paripurna pada kali ini diikuti oleh sebanyak 295 anggota dewan, dengan rincian 73 orang hadir secara offline dan 206 secara daring.


Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny G Plate menjelaskan bahwa Presiden menyampaikan bahwa Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi telah diserahkan Presiden Jokowi kepada Ketua DPR melalui surat presiden pada 24 Januari 2020. Melansir Katadata.co.id, pada 7 September 2022, mereka menerima rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi yang terdiri dari 16 bab dan 76 pasal. Isinya sama dengan yang disetujui pada sidang paripurna hari ini.

Baca juga: UU PDP Disahkan, Keamanan Siber Dijaga BSSN

Salah satu peraturan ini berkaitan dengan otoritas untuk melindungi data pribadi. Hal ini sebelumnya sempat menjadi perbincangan panjang antara DPR dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). DPR menginginkan lembaga mengenai perlindungan data ada di bawah presiden langsung. Sementara itu, Kominfo berharap komisi tersebut berada di bawah kementeriannya secara langsung.


Keduanya akhirnya sepakat bahwa lembaga khusus tersebut akan diserahkan langsung kepada Presiden. Ini terjadi lantaran belakangan ini marak pelanggaran data yang sangat merajalela dari peretas Bjorka. Ketentuan lebih lanjut mengenai lembaga yang melindungi data pribadi bakal diatur dengan Peraturan Presiden (Perpres). Untuk wewenang lembaga pelindungan data pribadi yang dibawahi langsung oleh presiden nantinya adalah sebagai berikut:


  1. Merumuskan dan menetapkan kebijakan di bidang pelindungan data pribadi 
  2. Mengawasi kepatuhan pengendali data pribadi 
  3. Menjatuhkan sanksi administratif atas pelanggaran pelindungan data pribadi yang dilakukan pengendali data pribadi dan/atau prosesor data pribadi 
  4. Membantu aparat penegak hukum dalam menangani dugaan tindak pidana data pribadi 
  5. Bekerja sama dengan lembaga pelindungan data pribadi negara lain dalam rangka penyelesaian dugaan pelanggaran data pribadi lintas-negara 
  6. Menilai pemenuhan persyaratan transfer data ke luar wilayah hukum Indonesia 
  7. Memberikan perintah dalam rangka tindak lanjut hasil pengawasan kepada pengendali data pribadi dan/atau prosesor data pribadi 
  8. Mempublikasikan hasil pelaksanaan pengawasan pelindungan data pribadi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan 
  9. Menerima aduan dan/atau laporan tentang dugaan terjadinya pelanggaran data pelindungan data pribadi 
  10. Melakukan pemeriksaan dan penelusuran atas pengaduan, laporan, dan/atau hasil pengawasan terhadap dugaan terjadinya pelanggaran perlindungan data pribadi 
  11. Memanggil dan menghadirkan setiap orang dan/atau badan publik yang terkait dengan dugaan pelanggaran pelindungan data pribadi 
  12. Meminta keterangan, data, informasi, dan dokumen dari setiap orang dan/atau badan publik terkait dugaan pelanggaran pelindungan data pribadi 
  13. Memanggil dan menghadirkan ahli yang diperlukan dalam pemeriksaan dan penelurusan terkait dugaan pelanggaran perlindungan data pribadi 
  14. Melakukan pemeriksaan dan penelusuran terhadap sistem elektronik, saran, ruang, dan/atau tempat yang digunakan pengendali data pribadi dan/atau prosesor data pribadi, termasuk memperoleh akses terhadap data dan/atau menunjuk pihak ketiga 
  15. Meminta bantuan hukum kepada kejaksaan dalam penyelesaian sengketa pelindungan data pribadi


(aks)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar