Imbas Perang, Rusia Pekerjakan Napi Sebagai Tenaga IT

Teknologi.id . May 17, 2022

Ilustrasi. Foto: Urban Institute

Teknologi.id - Imbas invasi Rusia ke Ukraina yang telah terjadi selama beberapa bulan terakhir membuat banyak ahli IT meninggalkan negara Rusia. Akibatnya, Negara Beruang Merah tersebut saat ini dikabarkan kekurangan tenaga ahli IT.

Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, pemerintah Rusia pun memutuskan untuk mempekerjakan para narapidana sebagai tenaga IT.

Tentu saja tidak semua napi akan dijadikan tenaga IT, melainkan khusus para napi yang memang sebelumnya sudah mempunyai latar belakang keahlian di bidang tersebut.

Rencana ini diumumkan oleh Russian Federal Penitentiary Service yang menyebut para ahli IT yang tengah menjalani hukuman penjara akan dipekerjakan sebagai pegawai remote di berbagai perusahaan komersial.

Pemerintah Rusia terpaksa mengambil langkah ini karena banyak pengusaha di negara tersebut yang kesulitan mendapatkan ahli IT untuk dipekerjakan di perusahaannya.

Bahkan saking kurangnya tenaga IT, media pemerintah Rusia pernah menyebutkan ada 95 ribu lowongan di sektor IT yang tak terisi sejak 21 Maret lalu.

Baca juga: Pria Ini Lakukan Penembakan dalam Live Streamingnya di Twitch!

Jumlah tersebut memang 25% lebih rendah dibanding bulan sebelumnya. Namun, hal tersebut terjadi karena banyak perusahaan yang menunda atau pun membatalkan proyeknya, terutama karena banyaknya sanksi yang dikenakan oleh berbagai pemerintahan negara Barat.

Berdasarkan data Russian Association for Electronic Communications (RAEC), diperkirakan ada 70 ribu sampai 100 ribu ahli IT yang meninggalkan Rusia sejak invasi berlangsung.

Beberapa negara yang menjadi tujuan utama mereka antara lain adalah Amerika Serikat, Jerman, Georgia, Cyprus, dan Kanada.

Tenaga IT di Rusia ramai-ramai meninggalkan negara tersebut sejak invasi. Foto: Moscow Times

Keputusan mempekerjakan napi sebagai tenaga IT tersebut juga diduga karena banyaknya jumlah napi di negara Rusia saat ini.

Sebagai informasi, Rusia saat ini menjadi salah satu negara dengan jumlah napi terbanyak di dunia yakni mencapai 875 ribu napi.

Jika dirata-rata, jumlah napi di Rusia mencapai 615 napi per 100 ribu penduduk, menempati peringkat kedua tertinggi di dunia setelah AS dengan 737 napi per 100 ribu penduduk.

Russian Federal Penitentiary Service sendiri saat ini sudah mempekerjakan banyak napi di berbagai bidang dengan gaji rata-rata para napi mencapai 20 ribu rubles, atau sekitar Rp 4,4 juta per bulan.

(dwk)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar