Gamer Selamat dari Peluru Nyasar Berkat Headset Gaming

Maudita . April 21, 2022

Foto: CBS via DailyStar

Teknologi.id - Seorang remaja penggemar game atau disebut gamer bernama Jonathan Gonzalez terkena peluru nyasar saat sedang bermain PlayStation di kamarnya.


Kejadian ini diketahui terjadi pada 1 April lalu, tepat setelah tengah malam Ia mendengarkan musik dan mengobrol bersama teman-temannya.


Beruntungnya, peluru nyasar tersebut justru mengenai headset gaming miliknya dan membuat peluru terpental, tak mengenai kepalanya.


Gonzalez mengaku kaget dengan kejadian tersebut. Ia tak menyangka bahwa headset gaming dengan merek Razer miliknya mampu menyelamatkan nyawanya.


Remaja berusia 18 tahun ini juga menjelaskan, rasanya saat peluru nyasar mengenai headset miliknya seperti seseorang memukul bagian atas kepala ketika memakai helm sepeda.


“Anda bisa melihat kerusakannya. Itu benar-benar membengkokkan potongan logam ini dan melewatinya,” kata Gonzalez, dikutip dari KSLA, Rabu (20/4/2022).


“Rasanya seperti sedang memakai helm sepeda dan seseorang baru saja memukul bagian atas kepala Anda,” sambungnya.


Diketahui, ada lubang peluru di jendela kamar. Bahkan, karena kencangnya peluru nyasar yang hampir mengenai Gonzalez, gorden kamarnya sampai robek dan peluru memantul ke dinding dan berakhir mendarat di tempat tidurnya.


Setelah melihat keadaan yang tak kondusif, Gonzalez berlari ke kamar orang tuanya sambil berteriak bahwa Ia telah ditembak.


Orang tua gamer ini pun mengaku tidak tahu apa yang akan terjadi, bila kejadian ini justru menghilangkan nyawa anak laki-laki kesayangannya.


“Itu masih menjadi pemicu bagi saya untuk memproses pemikiran, bahwa saya bisa kehilangan putra saya. Kami tertidur, jika itu menyakitinya, kami tidak akan tahu sampai kami bangun beberapa jam kemudian,” ujar Janet Popoca, ibu dari Gonzalez.


Gonzalez sebagai korban peluru nyasar juga merasa beruntung headset gaming miliknya dapat menyelamatkan nyawanya.


“Jika bukan karena ini (headset gaming) di kepala saya, itu (tertembak) mungkin akan terjadi,” tutur Gonzalez.



Tanggapan polisi mengenai peluru nyasar

Departemen Kepolisian Los Angeles datang ke rumah Gonzalez untuk pemeriksaan lebih lanjut mengenai insiden peluru nyasar ini.


Anehnya, mereka merasa tidak percaya dengan apa yang telah menimpa remaja usia 18 tahun itu. Polisi menilai bahwa peluru tidak mungkin ditembakan dari jarak dekat.


Mereka juga tidak dapat menemukan penembak di daerah lingkungan rumah Gonzalez tersebut.


Keluarga masih berharap pelaku dari insiden peluru nyasar ini dapat ditangkap secepatnya. Tetapi, untuk saat ini mereka juga belajar untuk tidak memaksakan kehendak sambil menunggu penyelidikan dari kepolisian.


Gonzalez mengatakan terus memikirkan kejadian ini selama kurang lebih seminggu setelah terjadi peluru nyasar.


Meski begitu, Ia menyatakan sudah bisa kembali bermain game lagi, walau masih agak curiga pada apa yang terjadi di luar jendelanya.


Di samping itu, Razer, perusahaan pembuat headset yang menyelamatkan nyawa Gonzalez mengirimkan pengganti setelah mengetahui insiden tersebut.


Baca juga: Ini Dia, Headset Pertama untuk PS5 dan Xbox Series X

Selain peluru nyasar, ada pria selamat berkat fitur SOS iPhone

Bermula pada Maret lalu, terdapat seorang pria yang selamat berkat fitur SOS iPhone miliknya setelah terjatuh ke sebuah celah dalam tertutupi oleh salju.


Peristiwa ini dialami oleh pria bernama Tim Blakey yang merupakan penggemar olahraga ski sekaligus personal trainer.


Ia berniat untuk melakukan perjalanan ke glacier dekat Zermat, Swiss. Tapi sayangnya, hal tersebut malah berujung mengancam nyawanya.


Karena terjebak di celah, otomatis pergerakan Blakey pun terhambat dan tidak bisa bergerak bebas untuk meminta tolong.


Di saat itulah, Ia melihat iPhone miliknya dengan sisa baterai tiga persen dan langsung menggunakan fitur SOS.


Dengan bersusah payah, akhirnya Blakey berhasil menghubungi bala bantuan dan tim penyelamat pun dapat menyelamatkannya.


Menurut informasi, Blakey mengalami cedera di pergelangan kakinya dan langsung dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan intensif.


Melalui akun media sosialnya, Blakey mengungkapkan rasa terima kasihnya pada tim penyelamat yang telah membantunya keluar dari celah salju.


“Mungkin langkah pertama adalah membuat orang sadar akan pekerjaan luar biasa yang dilakukan tim penyelamat di gung. (Serta) membuat orang sadar untuk tidak sembrono seperti saya,” ucap Blakey.


Tak lupa, Ia juga berterima kasih pada Apple atas fitur SOS iPhone yang tetap berfungsi dengan baik, meski di tempat bersalju.


(mdt)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar