Waspada Banjir Jakarta! Ini 6 Link Pantau Kondisi Air Secara Real-Time dan Gratis

Algis Akbar . January 23, 2026

Foto: chatgpt

Teknologi.id – Memasuki puncak musim penghujan di awal tahun 2026, kewaspadaan terhadap potensi genangan dan banjir di wilayah Jakarta kembali menjadi prioritas utama. Di tengah tingginya mobilitas masyarakat, akses terhadap informasi kebencanaan yang cepat dan akurat menjadi kebutuhan krusial guna menghindari terjebak di titik kemacetan maupun genangan air yang tinggi. Untuk mendukung mitigasi tersebut, berbagai platform digital berbasis situs web dan aplikasi telah disediakan oleh pemerintah maupun komunitas untuk memantau kondisi air secara langsung tanpa biaya.

Pemanfaatan teknologi pemantauan real-time ini bertujuan untuk meminimalisir risiko kerugian materiil maupun hambatan perjalanan bagi para komuter. Dengan data yang terus diperbarui setiap menitnya, masyarakat dapat melakukan perencanaan perjalanan secara lebih matang melalui informasi ketinggian air di berbagai pintu air utama dan lokasi genangan yang dilaporkan secara faktual di lapangan.

Daftar Layanan Digital Resmi untuk Pantau Kondisi Banjir Jakarta

Ketersediaan akses informasi digital ini terbagi ke dalam beberapa kanal resmi yang dikelola oleh instansi pemerintah maupun platform berbasis partisipasi publik. Berikut adalah rincian layanan digital yang dapat diakses secara gratis oleh masyarakat umum.

Baca juga: Awal Tahun Disambut Hujan Lebat, BMKG Ingatkan Waspada Cuaca Ekstrem

  • Situs Resmi Pantau Banjir Jakarta (Dinas Sumber Daya Air)

Foto: tangkapanlayar/pantaubanjir.jakarta

Layanan utama yang wajib dipantau adalah portal resmi milik Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta. Situs ini menyediakan data komprehensif mengenai kondisi ketinggian air di seluruh pintu air, status siaga dari Siaga 1 hingga 4, serta operasional pompa air di berbagai wilayah. Keunggulan dari situs ini adalah keakuratan datanya yang bersumber langsung dari sensor fisik di lapangan, sehingga sangat relevan dijadikan acuan utama bagi warga yang tinggal di daerah aliran sungai.

Link Akses: https://pantaubanjir.jakarta.go.id/

  • Fitur Pantau Banjir di Aplikasi JAKI (Jakarta Kini)

Foto: tangkapanlayar/jaki.jakarta.go.id

Sebagai super-app andalan warga Jakarta, JAKI mengintegrasikan fitur "Pantau Banjir" yang sangat praktis diakses melalui ponsel pintar. Pengguna dapat melihat peta persebaran banjir secara interaktif yang mencakup informasi genangan secara spesifik di tingkat kelurahan dan kecamatan. Data yang ditampilkan juga mencakup rincian ketinggian air dalam satuan sentimeter, memudahkan warga untuk mendeteksi potensi luapan air di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka secara cepat.

Link Akses: Aplikasi JAKI (Play Store / App Store)

  • Platform Partisipasi Publik PetaBencana.id

Foto: tangkapanlayar/petabencana,id

Platform ini mengedepankan konsep partisipasi warga atau crowdsourcing. PetaBencana menggunakan data dari laporan langsung masyarakat melalui media sosial yang kemudian diverifikasi secara otomatis menggunakan kecerdasan buatan. Melalui visualisasi peta yang mudah dipahami dengan gradasi warna, masyarakat dapat mengetahui jalan mana saja yang saat ini tidak dapat dilalui kendaraan karena tertutup air secara real-time.

Link Akses: https://petabencana.id/

  • Sistem Peringatan Dini BPBD DKI Jakarta

Foto: tangkapanlayar/bpbd.jakarta

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyediakan akses informasi melalui laman resminya yang berfokus pada sistem peringatan dini (Early Warning System). Di sini, warga dapat memantau pergerakan awan hujan melalui radar serta mendapatkan informasi mengenai potensi banjir rob di wilayah pesisir. BPBD juga rutin memperbarui data wilayah mana saja yang terdampak banjir secara berkala setiap kali terjadi peningkatan status siaga di pintu air.

Link Akses: https://bpbd.jakarta.go.id/

  • Pantau Pos Duga Air Melalui Situs Pintu Air

Foto: tangkapanlayar/poskobanjirdsda.jakarta.go.id

Untuk pemantauan yang lebih spesifik pada debit air dari hulu (seperti Bendung Katulampa), situs Pintu Air menyediakan data grafik ketinggian air secara berkala. Situs ini sangat berguna bagi warga yang bermukim di bantaran sungai untuk memprediksi kapan air kiriman akan sampai di wilayah Jakarta. Informasi yang ditampilkan sangat teknis namun akurat karena berasal dari pencatatan petugas di setiap pos duga air.

Link Akses: https://poskobanjirdsda.jakarta.go.id/

  • Navigasi Lalu Lintas Real-Time via Google Maps

Foto: infocikarang.id

Meskipun bukan aplikasi khusus kebencanaan, Google Maps tetap menjadi perangkat penting untuk memantau titik banjir yang berdampak pada lalu lintas. Melalui fitur traffic, pengguna dapat melihat garis merah pekat atau ikon penutupan jalan yang biasanya dilaporkan secara otomatis ketika sebuah ruas jalan terendam air cukup tinggi. Ini membantu pengendara untuk menghindari rute yang berisiko membuat kendaraan mogok atau terjebak kemacetan panjang.

Link Akses: https://www.google.com/maps

Memaksimalkan Teknologi Digital Saat Cuaca Buruk

Pemanfaatan enam layanan digital ini merupakan instrumen penting dalam ekosistem keselamatan publik di Jakarta. Kecepatan arus informasi yang dapat diakses hanya melalui genggaman ponsel memungkinkan masyarakat untuk bertindak lebih proaktif dibandingkan hanya menunggu berita di media massa konvensional. Data ketinggian air yang transparan memberikan gambaran objektif bagi warga untuk memutuskan kapan harus memindahkan kendaraan ke tempat yang lebih tinggi atau melakukan evakuasi mandiri.

Baca juga: Cuaca Ekstrem, BMKG Peringatkan Lima Provinsi Siaga Hujan Lebat Pekan Ini!

Efektivitas dari penggunaan link pantau banjir ini sangat bergantung pada literasi digital masyarakat dalam menyaring data. Dengan membandingkan informasi dari portal resmi pemerintah dan laporan lapangan dari masyarakat, tingkat akurasi informasi dapat dipastikan secara lebih detail. Kesiapan infrastruktur digital ini diharapkan mampu menekan angka kerugian materiil serta meningkatkan keselamatan warga Jakarta dalam menghadapi tantangan banjir di masa mendatang.

Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News.


(AA/ZA)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar