Tips Merawat Smart TV Agar Awet Bertahun-tahun dan Tidak Cepat Rusak

Yasmin Najla Alfarisi . January 28, 2026

Foto: Freepik

Teknologi.id - Smart TV kini telah bertransformasi menjadi pusat hiburan keluarga yang fungsinya menyerupai komputer. Berbeda dengan smartphone yang biasanya diganti setiap dua atau tiga tahun sekali, Smart TV merupakan investasi jangka panjang yang diharapkan bertahan lebih dari lima tahun. Seiring bertambahnya usia perangkat, penumpukan data dan update sistem sering kali membuat TV terasa lamban. Berikut adalah panduan langkah demi langkah yang lebih mendalam untuk mengoptimalkan performa Smart TV Anda agar tetap responsif seperti baru.

1. Matikan Fitur Motion Smoothing untuk Tampilan Asli


Banyak Smart TV baru hadir dengan fitur motion smoothing (dikenal juga sebagai TruMotion atau Motion Rate) yang aktif secara otomatis sejak dari pabrikan. Fitur ini bekerja dengan cara menyisipkan frame buatan di antara frame asli agar gerakan terlihat lebih mulus. Namun, pada konten film atau serial TV, hal ini justru menciptakan efek "sinetron" yang tidak alami dan sering kali menimbulkan distorsi visual atau uncanny blurring. Mematikan fitur ini melalui pengaturan gambar bukan hanya memberikan tampilan sinematik yang asli, namun juga secara signifikan mengurangi beban pemrosesan grafis pada sistem TV.

Baca juga: TCL Kuasai 51% Saham Bisnis TV Sony, Operasional Global Resmi Berpindah Tangan

2. Gunakan Koneksi Ethernet via Kabel untuk Stabilitas Tinggi

Foto: How To Geek

Menonton konten dengan resolusi 4K atau HDR membutuhkan data yang sangat besar dan konsisten secara terus-menerus. Meskipun teknologi Wi-Fi saat ini sudah cukup cepat, koneksi nirkabel sering kali terganggu oleh penghalang fisik seperti dinding atau gangguan frekuensi dari perangkat elektronik lain. Dengan menggunakan kabel Ethernet secara fisik akan memberikan jalur data yang jauh lebih stabil dengan latensi yang sangat rendah. Selain mempercepat proses buffering pada aplikasi berat seperti Netflix atau YouTube, cara ini juga membebaskan frekuensi Wi-Fi di rumah untuk digunakan oleh perangkat lain, sehingga koneksi internet secara keseluruhan di rumah Anda menjadi lebih efisien.

3. Bersihkan Cache dan Hapus Aplikasi yang Tidak Terpakai


Foto: MAKE USE OF

Perlu diingat bahwa Smart TV memiliki kapasitas RAM dan penyimpanan internal yang sangat terbatas jika dibandingkan dengan HP. Masalah utama yang membuat sistem operasi TV menjadi lemot adalah cache aplikasi yang menumpuk seiring waktu penggunaan. Cache yang terlalu besar akan menyita ruang penyimpanan sisa dan membebani kinerja memori sistem. Pengguna sangat disarankan untuk masuk ke menu pengaturan aplikasi secara rutin untuk menghapus cache secara manual. Selain itu, segera hapus aplikasi yang jarang atau tidak lagi digunakan; semakin banyak ruang kosong yang tersedia di penyimpanan internal, semakin ringan sistem operasi dalam memproses data baru.

4. Lakukan Restart Manual dan Matikan Fitur Quick Start

Foto: YouTube HardReset.Info

Saat Anda menekan tombol Power pada remot, Smart TV sebenarnya belum benar-benar mati, melainkan hanya masuk ke mode tidur (standby atau suspend). Hal ini mengakibatkan proses latar belakang tetap berjalan dan memori sistem tidak pernah bersih seluruhnya selama berbulan-bulan. Untuk mengatasinya, lakukan restart manual melalui menu pengaturan atau cabut kabel daya selama 30 detik secara berkala untuk membuang sisa daya listrik di kapasitor. Selain itu, mematikan fitur Quick Start mungkin membuat waktu booting sedikit lebih lama, namun langkah ini akan selalu memulai kembali sistem TV Anda dari awal dan lebih menghemat konsumsi listrik saat sedang tidak digunakan.

Baca juga: Samsung Pamer TV Micro RGB 130 Inci di CES 2026, Standar Baru TV Premium Dunia

5. Optimasi Interface melalui Developer Options


Foto: YouTube Vicky's Blog

Bagi pengguna yang ingin navigasi menu terasa instan, Anda bisa mengaktifkan Developer Options (Opsi Pengembang) dan mematikan skala animasi. Animasi UI yang lancar memang terlihat menarik secara visual, namun proses render animasi tersebut memakan daya GPU. Jika antarmuka (interface) bawaan dirasa terlalu berat karena banyaknya iklan, pertimbangkan untuk menggunakan launcher pihak ketiga yang lebih minimalis seperti FLauncher atau Projectivy. Terakhir, jangan lupa menonaktifkan fitur Automatic Content Recognition (ACR) di pengaturan privasi. Mematikan ACR tidak hanya melindungi data kebiasaan menonton Anda, tetapi juga menghentikan background process yang terus-menerus, sehingga prosesor TV bisa fokus pada tugas yang lebih penting.

Dengan kombinasi langkah-langkah di atas, Smart TV Anda akan tetap gesit meskipun telah digunakan selama bertahun-tahun. Pastikan juga untuk selalu mengecek dan melakukan software update secara berkala guna mendapatkan safety patch serta optimasi performa terbaru dari produsen.


Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.


(yna/sa)



author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar