Data Pengguna Bocor Tanggung Jawab Siapa? Ini Kata Kominfo

Fabian Pratama Kusumah . June 11, 2021

Foto: Kominfo Sekadau

Teknologi.id – Akhir-akhir ini marak kebocoran data pengguna di internet. Bahkan diduga 279 juta data penduduk Indonesia bocor dari BPJS beberapa waktu lalu.

Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Henry Subiakto mengatakan banyaknya kebocoran data pengguna dan dijual forum jual beli merupakan tanggung jawab dari Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) atau pengelola situs.

"Jadi kalau ada kebocoran atau ada hack itu yang bertanggung jawab yang sering ditanya adanya Kominfo,”

“Kalau di dalam undang-undang itu yang bertanggung jawab adalah PSE," ujar Henry secara virtual, dikutip dari CNN Indonesia hari Jumat  11 Juni 2021.

Menurut Henry kebocoran data pengguna BPJS adalah tanggung jawab BPJS dan kebocoran data pengguna Tokopedia beberapa waktu lalu juga bukan tanggung jawah pemerintah.

Tanggung jawab PSE itu, kata Henry, mengacu pada undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik Nomor 11 Tahun 2008 pasal 15.

Baca juga: 8,4 Miliar Password Bocor, Begini Cegah Kebocoran Passwordmu

Dalam aturan itu pihak PSE diwajibkan untuk membangun sistem informasi dan elektronik yang aman, andal serta bertanggung jawab dalam pengoperasiannya.

"Setiap Penyelenggara Sistem Elektronik harus menyelenggarakan Sistem Elektronik secara andal dan aman serta bertanggung jawab terhadap beroperasinya Sistem Elektronik sebagaimana mestinya."

Lebih lanjut ia menjelaskan, pemerintah atau Kominfo membuat regulasi seperti Peraturan Pemerintah atau Peraturan Menteri yang berdasarkan turunan dari UU ITE tersebut.

"Itu semua [PP dan Permen] memberikan rambu-rambu, standar tentang keamanan dan keandalan sistem elektronik," pungkasnya.

Di samping itu ia menjelaskan, berdasarkan catatan Badan Siber dan Sandi Negara serangan siber di Indonesia naik 5 kali lipat dari tahun 2019 ke tahun 2020. Ia mengatakan dalam satu hari serangan siber bisa mencapai 3 juta kali serangan.

Baca juga: 279 Juta Data Penduduk Indonesia Bocor, ini Tindakan Kominfo

Berdasarkan catatan, sejak bulan Januari hingga Agustus 2020 diketahui terdapat 190 juta serangan siber. Serangan itu di antaranya berupa malware, trojan, phishing dan hacking.

Lantas ia mengutip penemuan serangan siber yang dilakukan oleh salah satu perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Kaspersky. Ia mengatakan pada tahun 2021 kejahatan siber di Indonesia juga meningkat dari tahun lalu.

Selain itu peneliti keamanan menemukan kumpulan data sensitif sebesar 1,2TB yang berisi kredensial login (username atau email dengan password), cookies browser, data autofill dan informasi pembayaran.

Data-data pribadi ini dicuri oleh malware misterius yang belum diketahui namanya.

Peneliti dari NordLocker menemukan database ini berisi 26 juta kredensial login, 1,1 juta alamat email unik, lebih dari dua miliar cookies dan 6,6 juta file.

Dalam beberapa kasus, ada password yang disimpan dalam bentuk teks yang dibuat menggunakan aplikasi Notepad.

Baru-baru ini media keamanan CyberNews melaporkan sebanyak 8,4 miliar password dibocorkan di forum hacker. Password ini dari aneka login Gmail, Facebook, Apple, PayPal dan lain-lain.

(fpk)

teknologi id bookmark icon
Berita Terpopuler