Dampak Invasi Rusia ke Ukraina di Bidang Sains dan teknologi

Maudita . April 14, 2022


Background Biru

Foto: Unsplash


Teknologi.id - Dampak invasi Rusia ke Ukraina tidak hanya terjadi pada bidang ekonomi saja, tetapi sains dan teknologi pun sama halnya.


Invasi yang terjadi sejak 24 Februari 2022 ini dikhawatirkan membawa dampak buruk bagi perkembangan sains dan teknologi. Contohnya saja kelangkaan chip secara global.


Kelangkaan chip memang terlihat sepele dan tidak penting. Tetapi, Anda perlu tahu bahwasannya komponen perangkat elektronik paling penting yang berperan sebagai otak adalah chip.


Dengan demikian, tanpa adanya chip, maka proses berjalannya teknologi di seluruh dunia pun terganggu. Masih ada beberapa dampak invasi Rusia ke Ukraina lainnya di bidang sains dan teknologi.


Baca juga: Intel Tunda Semua Bisnisnya di Rusia Akibat Invasi ke Ukraina

1. Dampak invasi Rusia ke Ukraina terjadi serangan siber

Dampak invasi Rusia ke Ukraina di bidang teknologi pertama, yakni terjadi serangan siber. Ukraina memiliki penyedia internet terbesar dengan jangkauan geografis bernama Ukrtelecom.


Sayangnya, karena jangkauan geografisnya yang luas membuat Ukrtelecom menjadi sasaran empuk serangan siber.


Mengutip dari Livescience, Rabu (13/4), Layanan Komunikasi Khusus Negara Ukraina melaporkan bahwa selama serangan terjadi, Ukrtelecom menjadi membatasi layanannya pada pengguna pribadi dan klien bisnis.


Hal ini mereka lakukan untuk mempertahankan cakupan militer, keamanan teknis, dan dinas intelijen Ukraina. Akhirnya, setelah beberapa jam kemudian, perusahaan berhasil memulihkan konektivitas ke seluruh pengguna.

2. Kelangkaan chip secara global

Seperti penjelasan singkat di awal, stok komponen chip semikonduktor telah mengalami kelangkaan beberapa tahun belakangan ini.


Sebelumnya, kelangkaan chip tersebut diprediksi akan membaik pada 2022 ini. Akan tetapi, perpecahan antara Rusia dan Ukraina harus memupuskan harapan tentang perbaikan kelangkaan chip.


Menurut laporan dari Canalys, Ukraina selama ini menjadi negara yang memasok lebih dari setengah gas neon di dunia.


Gas neon sendiri merupakan material utama dalam produksi semikonduktor. Dengan demikian, dampak invasi Rusia ke Ukraina membuat pasokan gas neon ikut terganggu. Inilah yang mengawali kelangkaan chip.


Keberadaan chip langka mampu menghambat pembuatan perangkat elektronik. Sebab, chip adalah komponen penting yang umumnya menjadi otak berbagai macam perangkat elektronik.

3. Krisis energi global jadi dampak invasi Rusia ke Ukraina paling mengkhawatirkan

Badan Energi Internasional atau IEA adalah organisasi antarpemerintah otonom yang biasanya mengurusi soal energi seluruh dunia.


Menurut laporan dari New York Times, IEA memperingatkan bahwa dampak invasi Rusia ke Ukraina dapat memungkinkan terjadinya krisis energi global, dengan skala yang tak pernah terjadi sebelumnya.


IEA memang dibangun dengan tujuan untuk membantu menstabilkan pasar energi global. Karena hal itu, mereka memberikan peringatan tersebut bersamaan dengan solusinya.


IEA menyarankan bagi negara yang kekurangan pasokan energi dapat menyiasatinya dengan mengurangi batas kecepatan, mengimbau untuk gunakan kereta api daripada pesawat terbang, atau pengurangan perjalanan, lalu menyuruh pekerja bekerja dari rumah tiga hari dalam seminggu. 


Organisasi antarpemerintah ini juga memberikan saran jangka panjang, yaitu penggunaan kendaraan listrik untuk beraktivitas.

4. Mundurnya Rusia dari proyek ISS

ISS atau Stasiun Luar Angkasa Internasional merupakan proyek gabungan antara lima badan antariksa terpandang, seperti NASA, Roscosmos, Japan Aerospace Exploration Agency, ESA, dan Canadian Space Agency.


Sejak awal dibangun pada 1998, ISS telah melakukan penelitian ilmiah dan sejumlah eksperimen agnostik yang bernilai tinggi dan berpengaruh pada pengetahuan soal angkasa.


Menurut informasi dari Livescience, ISS akan dinonaktifkan pada tahun 2031. Namun, karena perang dingin antara Rusia dan Ukraina memungkinkan proyek ini harus dinonaktifkan lebih cepat dari rencana.


Hal ini dikarenakan Roscosmos sebagai perwakilan dari Rusia menyatakan bahwa pihaknya akan menghentikan (setidaknya untuk saat ini) kerja sama antariksanya dengan negara lain, seperti Amerika Serikat, Jepang, Kanada, dan Uni Eropa.


Dmitry Rogozin selaku Direktur Jenderal Roscosmos pun mengatakan bahwa Rusia tidak akan lagi mengirimkan mesin roket ke AS dan menyarankan negara tersebut untuk menggunakan “sapu” bila ingin bergerak ke luar angkasa.


Diketahui, pesawat ruang angkasa Rusia yang bertempat di ISS berguna untuk mengubah lintasan dan jalur penerbangan.


Ini diperlukan untuk memastikan bahwa pesawat luar angkasa tersebut mampu terus mengorbit Bumi.


Dampak invasi Rusia ke Ukraina dengan mundurnya proses ISS ini dinilai dapat merusak hubungan antar negara. Bisa dikatakan, ke depannya Rusia akan sulit berhubungan kembali perihal sains dengan negara lain di seluruh dunia.



(mdt)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar