Mantan Karyawan Google Diduga Mencuri Data Komersial untuk Perusahaan Cina

Firyal Tiara Nuraisy . March 12, 2024

google cina

Foto : Yahoo Finance

Teknologi.id - Mantan karyawan Google dikabarkan telah mencuri rahasia dagang tentang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) untuk perusahaan Cina.

Mantan karyawan tersebut bernama Linwei Ding di mana ia memulai kariernya di Google pada tahun 2019 dan bertanggung jawab untuk mengembangkan AI.

Ia diduga telah melakukan pencurian 500 file rahasia dari Google. Warga Tiongkok ini didakwa di California atas empat dakwaan dan telah ditangkap. Apabila terbukti bersalah, Ia terancam hukuman penjara hingga 10 tahun dan denda sebesar $250.000 untuk setiap dakwaan.

Berdasarkan dakwaan, Ia diduga mulai mengunggah informasi rahasia yang ada di jaringan Google ke akun Google pribadinya sejak 2022 dan hal tersebut telah terjadi secara berkala selama satu tahun.

Informasi dalam tuduhan tersebut terkait infrastruktur pusat data superkomputer Google, yang digunakan untuk melatih model-model AI yang besar.

Dalam dakwaan tersebut, dijelaskan juga bahwa Ding bekerja pada Beijing Rongshu Lianzhi Technology dan ditawari $14.800 (£11.620) per bulan untuk menjadi Chief Technology Officer di perusahaan tersebut. 

Di sisi lain, Ia diduga telah mendirikan perusahaan teknologi bernama Shanghai Zhisuan Technology dan menjadikan dirinya sebagai CEO. Perusahaan ini berfokus pada AI dan pembelajaran mesin.

Baca juga : Waduh! Google Pecat Pegawai Pro Palestina yang Protes Proyek Genosida Israel

Berdasarkan surat dakwaan, Ia juga dinyatakan telah melamar ke suatu organisasi di Cina untuk membantu dalam pengembangan bisnis dan mempresentasikannya di sebuah konferensi investor di Tiongkok pada bulan November 2023.

Pada bulan berikutnya, Google telah menaruh curiga padanya karena mencoba mengunggah lebih banyak file ke komputer pribadinya saat berada di Tiongkok. Namun, Ding tidak mengakui perbuatannya tersebut dan menjelaskan bahwa hal itu dilakukan sebagai bagian dari pekerjaannya di Google.

Ia sempat kembali ke San Frasisco tanpa sepengetahuan Google dan juga sempat memesan tiket dari San Frasisco untuk kembali ke Beijing. Hal tersebut terjadi sebelum pengunduran dirinya dari raksasa teknologi tersebut pada 26 Desember 2023.

Beberapa hari kemudian, Google kembali curiga setelah mengetahui tindakannya di konferensi tersebut dan menangguhkan aksesnya - menelusuri riwayat aktivitasnya untuk mengungkap unggahan yang tidak sah.

Dilansir dari BBC, juru bicara Google, José Castañeda mengatakan bahwa perusahaan memiliki perlindungan ketat untuk mencegah adanya pencurian informasi rahasia yang bersifat komersial. 

Direktur FBI Christopher Wray mengatakan bahwa tindakan Ding tersebut menjadi usaha perusahaan-perusahaan Cina dalam 'mencuri inovasi Amerika'. Dua negara tersebut memang telah terlibat dalam persaingan bisnis ketat untuk berlomba mendapatkan keunggulan dibanding dengan yang lain.

Baca juga berita dan artikel yang lain di Google News

(ftn)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar