Mojiken Studio Menuding PQube Games atas Dana yang Tidak Dibayarkan

Lusita Amelia . August 25, 2022

foto: Twitter/@ASFTUGame

Teknologi.id - Sebagai seorang pecinta game, pasti kalian tidak asing lagi dengan developer atau pengembang game-game kecintaan kalian. Banyak pengembang yang menciptakan karyanya dan dikenal oleh seluruh orang, seperti Ubisoft, Naughty Dog, dan masih banyak lagi. Pengembang-pengembang ini sudah lebih dikenal lebih dahulu di kancah internasional. Namun, Indonesia juga punya pengembang yang berskala internasional, loh! Mojiken Studio, sebuah perusahaan pengembang game dari Surabaya mampu menghasilkan karya yang bersaing di dunia global. Sayangnya, saat ini Mojiken Studio sedang mengalami permasalahan dengan pengembang lainnya yang dianggap hanya mengambil untung semata tanpa melakukan pembayaran kepada Mojiken Studio. Bagaimana keadaan sebenarnya dari kejadian ini? Yuk, simak artikel berikut!

Mojiken Studio yang sudah berdiri sejak 2013 ini menuding bahwa PQube Games mengeksploitasinya untuk pendanaan, lalu tidak membayar mereka sesuai kesepakatan di awal. Perusahaan Mojiken Studio yang juga berkolaborasi dengan Toge Production, melayangkan tudingan terhadap mitra penerbitan Inggris, PQube Games, yang dianggap telah melakukan manipulasi dan eksploitasi terkait pendanaan dan pengembangan game terbarunya, "A Space for the Unbound." Pernyataan ini dituliskan secara langsung dan resmi melalu akun Twitter @ASFTUGame yang di mana berfokus pada pengembangan game terbaru tersebut. 

Dalam pernyataan di Twitter tersebut, pihak Mojiken Studio mengatakan bahwa PQube Games memanfaatkan status Mojiken sebagai pengembang di Indonesia untuk mengamankan uang hibah dari “konsol utama platform” yang disediakan untuk membantu pengembang yang kurang terwakili melewati masa-masa sulit secara finansial dari pandemi COVID-19. Mojiken kemudian mengatakan bahwa PQube tidak memberikan dana ke pihak perusahaan Mojiken dan menahan informasi tentang asal dan tujuan uang tersebut untuk “menegosiasikan peningkatan bagi hasil mereka.” PQube Games merupakan penerbit games terkenal seperti Guilty Gear, BlazBlue, dan Shantae: Half-Genie Hero.

Dikatakan juga dalam pernyataan tersebut bahwa dana yang dimiliki tidak langsung diberikan kepada pihak Mojiken dan justru digunakan untuk menambah pendapatan komersil. Pihak Mojiken menyatakan bahwa tidak bisa melanjutkan kerja sama dalam pengembangan game ini karena tidak adanya tanggung jawab dari PQube Games. “Sejak terbongkarnya masalah ini, kami jelas tidak dapat mempercayai PQube Games atau terus bekerja sama untuk merilis A Space For The Unbound karena PQube Games telah gagal tidak hanya dari kesopanan yang wajar, tetapi juga kewajiban mereka kepada kami karena praktik predator ini." Mojiken Studio memutuskan untuk menunda perilisan game "A Space for The Unbound" ini sampai batas waktu yang tidak ditentukan. 

Baca juga: Tangani Sampah Plastik dengan AI, Siswa Indonesia Meraih Juara Lomba Dunia Microsoft

Dilansir dari The Verge (2022), PQube membantah tuduhan ini. Mereka mengatakan bahwa perusahaan mendukung Mojiken dan Toge Productions dan menghormati ketentuan perjanjiannya dengan kedua perusahaan tersebut. Pernyataan yang ditulis dan disampaikan oleh PQube Games melalui GamingonLinux, menyatakan bahwa "Kami telah menghormati semua kewajiban perjanjian penerbitan kami dan telah mendukung Toge Productions di setiap tahap pengembangan produk selama penundaan dan kesulitan mereka. Dukungan ini termasuk menawarkan pendanaan lebih lanjut yang signifikan, melebihi dan di atas dana hibah, untuk mendukung pengembangan, porting dan pemasaran. Toge Productions telah berusaha untuk beberapa waktu untuk secara sepihak menegakkan persyaratan revisi yang tidak masuk akal untuk perjanjian kami dan mengecewakan bahwa, sebagai akibat dari tidak mencapai itu dan terlepas dari upaya signifikan PQube untuk mengakomodasi ini, mereka telah berusaha untuk menangani masalah ini dengan cara ini. Kami akan merespons melalui saluran yang sesuai."

"A Space for The Unbound" yang telah dimulai proses pembuatannya sejak 2020 ini rencananya akan dirilis pada tahun 2022 ini. Namun, adanya permasalahan ini menyebabkan proses perilisan game tersebut terhambat sampai batas waktu yang ditentukan. Sampai saat ini belum ada kesimpulan atau pernyataan resmi lebih lanjut mengenai penyelesaian dari permasalahan ini. Respons pengguna Twitter lain pun sangat beragam dengan melontarkan kekecewaan kepada PQube Games, menganggapnya sebagai pengalihan isu, dan masih banyak lagi. Pernyataan dari Mojiken Studio dan Toge Production ini diharapkan ada upaya penyelesaian dan pemberian dana yang dibutuhkan sesuai kesepakatan semula. 

(LA) 

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar