Xiaomi Luncurkan Fitur Pendeteksi Dini Virus Corona

Teknologi.id . January 28, 2020

Pendeteksi Virus Corona
Foto: ITHomes via Gadgets NDTV

Teknologi.id - Xiaomi baru saja meluncurkan fitur baru pendeteksi dini virus Corona pada aplikasi Xiao Ai Shortcut besutannya. 

Fitur yang disebut "Real-Time Pneumonia Epidemic" tersebut akan memudahkan pengguna untuk mendapatkan informasi terbaru tentang virus Corona lewat asisten digital AI di smartphone Xiaomi.

Fitur ini merupakan bagian dari upaya Xiaomi untuk ikut mencegah penyebaran virus Corona yang saat ini tengah merebak hingga ke berbagai negara.

Penambahan fitur baru di aplikasi Xiao AI Shortcut ini dilaporkan pertama kali oleh media teknologi asal China ITHome.

Baca juga: BlueDot, Startup yang Pertama Kali Deteksi Penyebaran Virus Corona Sejak 2019

Untuk memunculkan informasi terkait dengan virus Corona, pengguna bisa menekan AI key pada semua smartphone Xiaomi.

Selain itu, pengguna juga bisa melakukan perintah suara dengan berkata "Real-Time Pneumonia Epidemic" ke ponsel, dan asisten virtual bawaan Xiaomi akan memunculkannya update terbaru informasi tentang virus corona tersebut.

Pengguna pun bisa menambahkan pintasan Xiao AI "Real-Time Pneumonia Epidemic" ini ke bilah notifikasi untuk bisa mengakses informasi lebih cepat.

Kehadiran fitur baru ini disebut akan cukup berguna. Dengan mudahnya penggunaan, fitur ini akan membantu pengguna Xiaomi agar tetap aman dan melakukan tindakan pencegahan yang diperlukan untuk menghindari infeksi. 

"Keberadaan fitur ini diharapkan membantu pengguna Xiaomi tetap aman dan bisa melakukan tindakan pencegahan yang diperlukan untuk menghindari terjadinya infeksi.

Semua ponsel dengan asisten Xiao AI bisa memperoleh informasi hanya dengan mengatakannya lewat perintah suara," tulis Xiaomi seperti dikutip dari Gadgets 360, Senin (27/1/2020).

Baca juga: Persebaran Virus Corona Bisa Dipantau Lewat Peta Online Ini

Seperti yang diketahui, virus Corona dilaporkan menyebar pertama kali di Wuhan, China, Desember 2019. 

Virus yang memiliki gejala seperti pneumonia ini membuat orang yang terinfeksi mengalami demam, batuk-batuk dan sulit bernafas. 

Sejak pertama kali diumumkan oleh WHO pada 9 Januari 2020, virus ini sudah memakan korban puluhan orang dan angkanya terus bertambah.

Di China saja, sebanyak 82 orang meninggal dunia dari 2.935 total orang yang terinfeksi. Jumlah tersebut belum termasuk korban dari negara-negara Asia, Australia, Amerika, Afrika dan Eropa yang hingga kini mencapai 19 negara dilaporkan terinfeksi virus Corona.

(dwk)

author
0 orang menyukai ini
teknologi id bookmark icon

Berita Menarik Lainnya

Tinggalkan Komentar

0 Komentar