Inggris Umumkan Program Penerbangan Bebas Emisi 2023

Adhima Ratnaningtyas . May 17, 2022

Foto: Pixabay

Teknologi.id - Penerbangan komersil menggunakan pesawat menyumbang emisi sebesar 2% dari total emisi karbon dioksida keseluruhan dan menyumbang 13% dari total emisi alat transportasi keseluruhan dan diprediksi akan terus meningkat sebanyak 3% tiap tahunnya hingga tahun 2050.

Baru-baru ini, Menteri Transportasi Inggris, Grant Shapps, membagikan rencananya untuk mengajak Amerika Serikat berpartisipasi untuk membuat penerbangan bebas emisi dalam pidatonya untuk para pemimpin industri di Amerika Serikat.

Baca Juga: Siap-Siap, Sebentar Lagi Ke Luar Angkasa Bisa Pakai Balon Udara!

Program yang diharapkan untuk menyemangati inovasi di industri aviasi kedua negara tersebut direncanakan akan memiliki biaya partisipasi sebesar maksimal UK£1 juta untuk testing pesawat, penelitian, serta biaya personil untuk penerbangan tersebut, yang akan menggunakan 100% sustainable aviation fuel (SAF) atau bahan bakar penerbangan terbarukan dan penerbangannya pun harus penerbangan antar-Atlantik. Dana tersebut bisa digunakan jika hasil pesawat dikumpulkan dalam rentang waktu 2022 hingga 2023.

Program ini terbuka untuk maskapai pesawat, produsen bahan bakar, pabrik pesawat atau pabrik mesin, dan juga supplier bahan bakar.

Shapps menyatakan bahwa program ini adalah bagian dari program bebas emisi Inggris untuk menunjukkan kepada dunia bahwa bahan bakar penerbangan terbarukan mempunyai kekuatan untuk mengurangi emisi karbon dari bidang aviasi.

Hasil dari program ini akan digunakan Inggris untuk mendukung persetujuan penggunaan 100% SAF untuk bahan bakar penerbangan untuk mewujudkan penerbangan bebas emisi. Saat ini, penerbangan komersil tidak diijinkan menggunakan 100% SAF sebagai bahan bakar dan harus mencampus bahan bakar tersebut dengan bahan bakar lainnya yang biasa digunakan. Namun, pemerintah mengambil resiko untuk mengadakan kompetisi ini karena mereka telah berinvestasi untuk penggunaan 100% SAF di bidang aviasi yang diprediksi mencapai turnover tahunan sebesar UK£2.3 miliar pada 2040 mendatang.

SAF sendiri terbuat dari limbah seperti limbah rumah tangga atau minyak bekas yang menawarkan penghematan gas rumah kaca sebesar 70% dibanding bahan bakar fosil biasa.

Untuk mendukung rencana ini, badan keuangan Inggris juga mengumumkan bahwa mereka akan menyediakan UK£180 juta untuk pembangunan 3 pabrik SAF pertama yang direncanakan dibangun pada 2025. Pemerintah juga merencanakan pengalihan ke 100% SAF pada 2030 mendatang. Pengumuman kompetisi pun diterima dengan baik oleh industri aviasi.

(AR)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar