Ternak Nyamuk Lawan DBD oleh Bill Gates di Yogyakarta Sukses!

Lusita Amelia . August 23, 2022

Foto: Blog Bill Gates

Teknologi.id - Bill Gates, membuat sebuah inovasi untuk memberantas penyakit demam Berdarah dengue (DBD). Dirinya membuat program dengan mengembangbiakkan nyamuk untuk mehilangkan penyakit tersebut. Di Yogyakarta, program ini sudah diuji coba dan terbukti ampuh dalam mengatasi perkembangan penyakit DBD. Konsep yang mungkin terdengar justru semakin membawa banyak penyakit ini, ternyata membuahkan hasil yang baik dan dapat menjadi solusi untuk pengentasan penyakit ini. Simak artikel berikut ini untuk mengetahui lebih lanjut mengenai program tersebut.

Bill Gates menuliskan mengenai bahaya nyamuk yang membawa virus Aedes Aegypti terhadap kesehatan manusia, khususnya dalam penyakit DBD. Gates dan yayasannya, yaitu Bill & Melinda Gates Foundation, membuat program dengan mendanai riset keilmuan di seluruh dunia untuk menganalisis penyakit ini. Nyamuk Aedes Aegypti diberi bakteri bernama Wolbachia yang dilaporkan dapat menghalangi penyebaran virus demam berdarah dengue. Gates menyatakan bahwa "Wolbachia muncul alami di 70% dari semua serangga dan tak berbahaya bagi manusia. Ia dapat menghalangi penularan demam berdarah oleh nyamuk. Sayangnya, jenis nyamuk yang membawa demam berdarah, Aedes aegypti, tak secara alami mendapat Wolbachia. Tapi sekelompok ilmuwan menemukan cara menginfeksi mereka."

Program ini dilakukan di daerah Kolombia dengan para ilmuwan yang bekerja di laboratorium bertugas mengembangbiakkan jutaan nyamuk yang nantinya akan disuntikan bakteri Wolbachia. Nyamuk-nyamuk ini nantinya dilepaskan dan dibiarkan berkembang biak dengan nyamuk liar lain yang dapat membawa demam berdarah. Nyamuk yang dilepaskan ini tidak ditujukan untuk membahayakan penduduk setempat. Sebaliknya, nyamuk-nyamuk itu akan membantu menyelamatkan nyawa manusia dari penyakit DBD. 

Riset dan penelitian yang telah diuji coba sejak tahun 2011 ini mulai diterapkan di seluruh negara, salah satunya Indonesia yang tepatnya di daerah Yogyakarta. Pada tahun 2014, tim Indonesia dari Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan para tim ilmuwan dari Bill Gates untuk melepaskan nyamuk yang sudah disuntuk tersebut di daerah Yogyakarta. Program penelitian yang sudah berlangsung selama 8 tahun ini sudah menunjukkan hasil yang signifikan dan berdampak baik untuk penangkalan penyakit DBD.

Baca juga: Ini 5 Startup Grocery di Asia!

Uji coba yang digelar secara acak di Yogyakarta tersebut menunjukkan bahwa nyamuk yang sudah mengandung bakteri Wolbachia menurunkan kasus demam berdarah sampai 77%. Di Medelin, Kolombia sendiri yang menjadi pusat utama penelitian, kasus demam berdarah bahkan anjlok hingga 89%. Hasil dari program tersebut yang terbilang baik menghasilkan sebuah kesimpulan di mana inovasi dan teknologi terbaru menyelamatkan manusia dari terserangnya penyakit yang mematikan ini. Nantinya, nyamuk-nyamuk yang sudah diberi bakteri Wolbachia ini akan dilepaskan di 11 negara secara merata. Sebelas negara tersebut adalah Brasil, Kolombia, Meksiko, Indonesia, Sri Lanka, Vietnam, Australia, Fiji, Kiribati, New Caledonia, dan Vanuatu. Tidak lagi hanya menggunakan satu sampel kota kecil, tetapi menerapkannya di seluruh negara. Hal ini dilakukan oleh world Mosquito Program yang dilaporkan oleh Bill Gates. 

Harapannya dari program ini adalah nyamuk-nyamuk yang sudah diberi bakteri dapat berkembang biak dengan nyamuk lainnya. Semakin banyak nyamuk yang sudah secara alami menginfeksi nyamuk lain yang belum memliki bakter tersebut, semakin luas pula penyebarannya. Dilepaskannya nyamuk-nyamuk ini juga perlu diiringi dengan upaya preventif dari masyarakat dalam mencegah penyebaran penyakit DBD. Tetap ikuti arahan gerakan 3 M sebagai upaya penanggulangan penyakit DBD. Menguras tempat penampungan air yang kotor dan lembab, menutup tempat penampungan air dan tempat sampah, serta mengubur barang bekas yang telah diolah agar tidak menjadi sarang nyamuk. Gerakan tersebut merupakan gerakan dasar yang dapat dilakukan oleh seseorang dalam mengurangi penyebaran virus nyamuk tersebut. 

Dengan tetap mengutamakan kebersihan lingkungan di sekitar kita, perkembangan nyamuk yang membawa virus penyakit tersebut pun akan berkurang. Belum meratanya pelepasan nyamuk berbakteri Wolbachia tersebut menyebabkan masyarakat masih perlu waspada dan menjaga diri. Amati dan cermati lingkungan kalian agar terhindar dari penyakit DBD. 

Baca juga: Asus Vivobook Pro 14 OLED Resmi Rilis di Indonesia, Harga Rp 11 Jutaan

(LA)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar