author photo
achmad soheh
December 11, 2020

Industri Asuransi, Menunggu Komitmen Industri Teknologi Digital

Perubahan industri menuju ke model  industri 4.0 memang saat ini tidak saja dominasi salah satu industri saja. Tetapi bisa dikatakan, saat ini hampir semua bidang bisnis mesti mengubah pola bisnisnya mengarah ke industri.4.0. Seperti juga industri asuransi, yang kondisinya saat ini seperti yang disampaikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), target premi dari industri ini di harapkan mampu tumbuh di angka 12-15% pada tahun 2019/2020.  


Dimana sektor yang paling besar kontribusi-nya seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya di sumbang-kan oleh asuransi jiwa dan asuransi umum. Namun di tahun 2019 ini kondisinya agak berbeda, sekalipun menurut Ahmad Nasrullah peluang dan prospek industri asuransi di Indonesia masih besar.  

Sekadar memberikan data terkini terkait apa yang telah dicapai oleh industri  asuransi. Hingga  masuk semester ke-2 tahun 2019/2020, total aset IKNB ( Industri Keuangan Non Bank ) menurut  data yang di publish OJK berjumlah Rp2,353 triliun. Dimana rinciannya adalah Rp2,255 aset konvensional, dan Rp98,57 triliun aset di Syariah.

Sedangkan  secara persentase untuk aset Asuransinya sendiri dari data OJK sebesar 53% ( Rp1,251 triliun) sisanya berasal dari Dana  Pensiun 12% ( Rp28,24 miliar) dan Lembaga Pembiayaan sebesar 25% (Rp58,83 miliar )dan 10% (Rp2,35 miliar )dari  IKNB jenis lainnya.   Dengan jumlah penduduk Indonesia yang saat ini berada pada angka 267 juta jiwa. Memang tidak bisa di pungkiri, bahwa saat ini industri asuransi berkembang dengan cukup baik.

Apresiasi masyarakat terhadap industri ini sudah semakin baik  yang di tunjukan  dengan berkembangnya produk-produk asuransi yang makin banyak diminati oleh masyarakat. Jika dahulu masyarakat hanya tahu jenis asuransi kesehatan, kecelakaan atau hari tua. Tetapi seiring perkembangan zaman dan waktu, maka saat ini  ada beberapa jenis produk asuransi  yang sudah menjadi prioritas masyarakat di Indonesia.

Meskipun jenis asuransi jiwa tetap menjadi primadona dengan beragam program yang ditawarkan. Itulah kenapa, AAUI tetap memproyeksikan dengan adanya  target pemerintah dalam industri pariwisata sebesar 275 juta wisatawan. Maka target kenaikan premi asuransi jiwa di tingkatkan menjadi 15-25%.   Dari beberapa pendapat yang di kemukakan, ternyata memang cukup berbeda. Jika menurut AAUI (Asosiasi Asuransi Umum Indonesia), mengatakan untuk jenis asuransi umum kemungkinan di tahun 2019/2020 akan menjadi produk yang paling besar kontribusi-nya dalam industri asuransi di Indonesia. Dimana dalam kaitan asuransi umum, ternyata asuransi kendaraan bermotor sebagai penyumbang terbesar di sektor asuransi umum. 

Sementara untuk jenis asuransi yang lainnya adalah seperti asuransi marine, cargo, engineering, liability, kecelakaan diri dan asuransi kredit.   Itulah kondisi terkini dari industri asuransi. Sebuah industri yang selalu menyesuaikan dengan kondisi terkini yang ada di masyarakat. Seperti misalnya jenis asuransi kendaraan bermotor, cukup tingginya premi yang di hasilkan dari jenis asuransi kendaraan bermotor adalah imbas positif dari adanya pertumbuhan ekonomi yang ada di masyarakat dan terjadinya peningkatan angka penjualan kendaraan bermotor  yang mengusung konsep low cost green car.   Sementara menyangkut terjadinya perubahan teknologi  yang saat ini berkembang dengan isu perubahan bisnis ke-arah industri 4.0. Maka industri asuransi-pun tidak luput dari penyesuaian dirinya dalam mengusung konsep produk yang berorientasi pada konsep industri 4.0   Hal itu sejalan dengan apa yang di sampaikan oleh Handri Kosada, CEO Barantum.com.

Menurut Handri, perubahan industri yang terjadi menuju konsep industri 4.0 memang pada akhirnya menjadi salah satu cara sektor industri menyesuaikan diri dengan keadaan. Dimana ketika kita bicara soal industri asuransi maka basic utama konsep bisnis ini adalah database customer. Dari sana lah lanjut Handri industri asuransi bisa mengembangkan produk-produknya secara massal.   Bicara soal data base customer yang juga menjadi dasar pengembangan produk asuransi.

“ Saat ini sudah saatnya industri asuransi memaksimalkan potensi bisnisnya dengan mengedepankan aplikasi teknologi digital,” kata Handri Kosada, CEO Barantum.com. Kenapa, karena dari database customer itulah sebuah produk bisa di kembangkan sesuai dengan apa yang menjadi keinginannya.  Adalah CRM (Customer Relationship Management) yang menurut Handri bisa jadi pintu awal masuknya pemanfaatan teknologi digital pada industri asuransi di Indonesia.   Apa yang disampaikan Handri memang sejalan dengan perkembangan produk yang ada dalam industri asuransi.

Jika dahulu hingga kini, ketika seseorang ingin menjadi member sebuah produk asuransi maka biasanya yang bersangkutan akan di minta  untuk mengisi begitu banyak  form keikutsertaan asuransi. Namun dengan berkembangnya industri teknologi digital, maka ke depan di harapkan ketika seseorang ingin menjadi member dari salah satu produk asuransi tidak mesti harus mengisi form  yang banyak tetapi menggunakan aplikasi teknologi digital yang di harapkan.  

INSURANCE TECHNOLOGY,WUJUD APRESIASI INDUSTRI ASURANSI TERHADAP KONSEP INDUSTRI 4.0  

Minimal ketika kita bicara soal implementasi  industri 4.0. Ada beberapa hal yang mesti ada dalam produk tersebut, seperti : Interoperabilitas ( Objek, mesin, dan orang-orang harus dapat berkomunikasi melalui Internet of Things dan Internet of People. Ini adalah prinsip paling esensial yang benar-benar membuat pabrik menjadi pandai) serta Kemampuan Real Time ( Pabrik yang cerdas harus mampu mengumpulkan data secara real-time, menyimpan atau menganalisisnya, dan membuat keputusan sesuai dengan temuan baru).    

Terkait konteks industri 4.0 dalam industri asuransi. Maka aplikasi CRM dalam sebuah produk bisa menjadi solusi terbaik untuk memaksimalkan fungsi sebuah  produk. Seperti juga dengan aplikasi CRM Barantum. Aplikasi ini memiliki beberapa karakter produk yang telah disesuaikan dengan konsep industri 4.0.  Jika saat ini atau ke depan anda ingin mengembangkan perusahaan yang fokus dalam industri asuransi.

Maka beberapa hal yang mesti anda perhatikan adalah bahwa anda harus selalu berusaha untuk mendapatkan klien baru dalam konteks pengembangan bisnis perusahaan anda. Dimana selain mendapatkan klien baru, anda pun harus tetap melakukan akuisisi bisnis dengan tetap memperhatikan manajemen hubungan dengan pelanggan.   Itulah yang membuat aplikasi CRM Barantum mampu menjawab tantangan insurance technology yang saat ini sedang menjadi tren dalam industri asuransi di Indonesia.

Dimana salah satu  perusahan asuransi yang sudah fokus kearah sana adalah PT. Futuready Insurance Broker. Prediksinya dengan jumlah penduduk Indonesia yang berjumlah 267 juta jiwa dan tersebar di seluruh Indonesia  maka pemanfaatan teknologi menjadi salah satu strategi jitu dalam industri asuransi.   Bukan saja PT. Futuready Insurance Broker yang telah mengaplikasikan konsep Insurance Techology. Maka beberapa perusahaan berikut-pun juga telah mengikuti perkembangan yang ada. Dari mulai PT. Asuransi Adira Dinamika ( Adira Insurance ), PT. Asuransi Simas Net ( Simasnet).    Kinerja dari beberapa perusahaan itupun cukup menarik. Dari mulai Adira Insurance yang menurut Tanny Megah, Business Development Division Head Adira Insurance mengatakan bahwa premi asuransi perjalanan dari konsumen yang mengakses melalui situs meningkat 20-25%. Begitu pula Simasnet mencatatkan kenaikan premi yang cukup signifikan. Dimana lebih dari 90% premi dari   Simasnet di dapat dari  jalur kanal digital.  

CRM INSTRUMEN PENTING UNTUK BISA MEYAKINKAN KONSUMEN TERHADAP PRODUK ASURANSI  

Saat ini memang tidak semua masyarakat care dan peduli dengan produk-produk asuransi. Hal itu didasarkan pada satu kondisi  bahwa produk-produk asuransi kadang belum tersosialisasi dengan baik kehadapan masyarakat. Untuk itu, sebenarnya dengan masuknya industri asuransi dalam konteks  industri 4.0 menjadi pintu pembuka yang akan makin mempermudah pelaku bisnis asuransi untuk bisa memberikan penjelasannya kepada masyarakat.  

Bagaimana caranya, mungkin seperti itulah anggapan para pelaku bisnis asuransi. Jawabnya adalah dengan memaksimalkan media teknologi digital  pada saat meng-edukasi masyarakat. Dengan aplikasi CRM, maka edukasi tersebut bisa terlaksana dengan baik.   Karena CRM Barantum memiliki keunggulan seperti : Dengan Aplikasi CRM Barantum, tim penjualan dapat mengeliminasi kesibukan yang tidak efektif dan menggunakan teknik penjualan modern untuk mendapatkan lebih banyak prospek. Dengan lebih banyak waktu dan wawasan yang tepat, mereka dapat menjual lebih cepat dan memberikan pengalaman yang di-personal-kan  kepada setiap pelanggan.   Selain itu CRM Barantum pun memiliki fitur-fitur seperti : manajemen pelanggan, saluran penjualan, kegiatan sales, laporan sales, serta sistem yang ter-integrasi dengan aplikasi seluler CRM dan integrasi dengan call center.  

discuss-like Suka
icon bagikanBagikan
0 Komentar

Diskusi Populer

Top Mentor

Lihat mentor rank